Wah, kayaknya Nadiem Makarim nggak cocok banget dilihat dari kasus korupsi itu . Tapi, tapi, IQ-nya yang tinggi kayak apa? Jangan sabarnya aja, nggak perlu dipaksa ingatin segalanya . Malah, kalau dia punya IQ 147, kenapa dia bisa lupa seperti orang biasa? Atuh, jadi berasanya dia nggak fokus pada pekerjaannya yang penting banget .
Maksudnya siapa mau punya IQ tinggi, tapi ngga bisa ingat apa pun ya? Makarim ini gampang lupa, jadi bagaimana bisa dipercaya sebagai orang yang bijak dalam mempertahankan ingatan? Mungkin karena dia terlalu fokus pada hal lain, seperti korupsi dan politik aja . Tapi serius, siapa yang mau memiliki IQ tinggi tapi ngga bisa ingat apa pun? Kalau aku, aku akan lebih sengaja lupa supaya tidak perlu repot-repot memikirkan hal-hal yang nggak penting .
Maksudnyalah, kalau kita pikir IQ itu artinya orang pintar, tapi yang penting adalah bagaimana kita menggunakan otak kita untuk mempertahankan ingatan, bukan? Dalam kasus Nadiem Makarim, dia memiliki kelemahan dalam memertahankan ingatan, tapi itu tidak membuatnya menjadi tokoh yang lemah. Seperti seperti Steve Urkel dari Serial Buku, dia punya kelemahan, tapi dia bisa mengaturnya dengan menggunakan otaknya secara kreatif
aku pikir nadiem makarim ini jadi contoh bagaimana tidak semua kepintaran ada di otak, aku pun sering lupa banget, tapi aku malah bisa membuat sambal yang enak dari scratch, kaya? aku juga suka membuat sendiri kembang kecil, tapi aku harusnya lebih pintar untuk ingat resep-nya
Wah, nggak percaya banget aksi Nadiem Makarim di persidangan. Gue tahu dia pintar, tapi sering lupa sih... hahaha. Kalau gue harus memilih, aku pikir IQ 147 bukanlah kekuatan utama dalam mengingat sesuatu. Tapi, aku rasa Nadiem malah nggak bisa dipprediksi, kayaknya. Malah dengan IQ tinggi, dia masih bisa lupa... sih, gue penasaran kalau apa yang akanjadi jika dia harus mengikuti tes IQ di sekolah SMP aja...
Aku pikir hal ini nggak benar-benar masuk akal, kan? Nadiem yang punya IQ 147 bisa lupa apa saja, tapi kita masih bisa memberinya kesempatan untuk mempertahankan diri sendiri di dalam persidangan. Aku rasa ini hanya bentuk kesabaran dari hakim dan jaksa penuntut umum. Sementara itu, Nadiem sendiri sudah menunjukkan bahwa dia punya kecerdasan yang tinggi, tapi masih bisa diluar lingkungan, seperti di dalam persidangan. Mungkin kita harus lebih fokus pada apa yang penting, yaitu kesetiaan dan integritas Nadiem, bukan IQ-nya saja