Hakim Sindir Eks Stafsus Nadiem Punya IQ 147, tapi Sering Lupa

Kasus korupsi di Jakarta Pusat memang kembali mengejutkan publik. Ternyata, eks Stafsus Mendikbudristek Nadiem Makarim memiliki IQ 147, yang tergolong tinggi dan berada di atas rata-rata masyarakat Indonesia. Namun, hal ini tidak membuatnya menjadi tokoh yang tangguh dalam mempertahankan ingatan.

Dalam persidangan, hakim Sunoto menilai Nadiem Makarim lantaran kerap lupa saat diberi pertanyaan oleh majelis hakim dan jaksa penuntut umum. Malahan, ketika dihadang untuk menjawab soal IQ-nya sendiri, Nadiem tidak bisa mengingatkan skor tersebut.

Ternyata, hal ini tidak membuatnya menjadi punya kelemahan dalam mempertahankan ingatan. Meski memiliki IQ tinggi, namun Nadiem juga tergolong orang yang sering lupa, bahkan terhadap berita acara perkara-nya sendiri.

"Hakim tidak bisa mengatakan bahwa orang dengan IQ 130 ke atas tidak bisa lupa," ujar Nadiem.
 
Gue rasa Nadiem Makarim ini kaya banget sama kelemahannya! Gue sendiri punya teman yang juga pintar banget, tapi malah sering lupa di mana gue parkir mobilnya πŸ™ˆ. Gue rasa kalau IQ tinggi tidak ada hubungannya dengan mengingat apa-apa. Yang penting adalah gue bisa mengingat siapa dia dan apa yang dia kerjakan, ya? πŸ˜‚
 
Aku sibuk membayangkan apa yang membuat kita bisa "lupa" tentang hal-hal penting, seperti korupsi dan tindakan tertentu, tapi gak berarti itu artinya kita bukanlah manusia yang bijaksana atau cerdas. Apa yang kita lakukan sebenarnya? Kita sibuk dengan hal-hal lain, seperti ingin menjadi orang sukses, memiliki kekayaan, dan popularitas. Tapi apa arti dari semua itu? Kita memang butuh ingatan yang baik untuk membuat keputusan yang bijak, tapi gak berarti kita harus "lupa" tentang hal-hal penting juga πŸ€”
 
Kasus ini memang mengejutkan, tapi gue rasa paling mengejutkan adalah bagaimana orang dengan IQ tinggi punya kelemahan seperti ini. Gue pikir orang dengan IQ 130 di atas harus bisa ingat hal-hal sederhana, jadi siapa yang memiliki IQ 147 itu? πŸ€”
 
Kasus korupsi di Jakarta Pusat memang makin bikin kecewa, tapi rasanya Nadiem Makarim ini jujur banget dengeran. Saya tahu dia punya IQ tinggi, tapi rasanya itu tidak apa-apa kalo dia lupa jawabannya. Yang penting adalah dia harusnya bisa mengingatkan skor IQ-nya sendiri, tapi rasanya dia juga lupa di mana ia belajar ilmu pengetahuan πŸ˜‚πŸ€¦β€β™‚οΈ
 
Gue pikir IQ tinggi itu beda arti dari apa aja. Kalo hanya karena orang itu pintar, jadi nggak boleh lupa juga? Gue rasa IQ itu seperti mata, kalau kamu punya mata yang baik, tapi kamu masih bisa terjebak di dalam rumah karena lupa cari buku buku. Nadiem Makarim jujur nggak bisa ingat apa-apa, tapi dia tetap bisa menjadi tokoh yang tangguh... mungkin karena dia hanya tidak peduli dengan apa aja πŸ˜’
 
gampang saja sih, nadiem malah jodoh sama lupa aja πŸ€¦β€β™‚οΈ. kayaknya dia malah lupa apa-apa kecuali IQ tinggi dan korupsi yang dia lakukan πŸ˜’. padahal ada orang lain di Indonesia dengan IQ 147 tapi tidak pernah bercanda seperti nadiem, mungkin karena dia malah nggak punya bakat sama sekali πŸ€“. toh apa yang penting adalah dia harus menghadapi hukuman atas tindakannya dan jangan ada yang membohongi lagi 😑.
 
Maksudnya, apa artinya memiliki IQ tinggi bukan berarti kita bisa lupa atau ingat dengan baik? Saya lihat diri sendiri, saya sudah lewat usia 60 tahun, tapi masih sering lupa di mana saya parkir mobil atau di mana saya tinggal. Bayangkan saja jika saya punya IQ 147, sepertinya saya akan lebih buruk dalam mengingat informasi! πŸ€―πŸ’‘
 
kaya gini kan?? Nadiem Makarim punya IQ 147, tapi dia bisa lupa apa lagi... aku rasa dia paling beruntung karena dia banyak yang sukses, tapi sayangnya dia kurang fokus di tempat kerja... aku rasa aku lebih suka lihat orang dengan prestasi tinggi yang nggak pernah lupa hal apa pun... Nadiem bisa jadi pintar, tapi aku rasa dia kurang memiliki disiplin diri...
 
Wah, ini lagi ngomong soal korupsi di Jakarta Pusat... aku nyanggung, tapi aku sengaja nonton persidangan hari tadi dan Nadiem Makarim itu sih ada, tapi aku pikir dia ada kelemahan dalam mempertahankan ingatan. Aku lupa apa namanya itu IQ 147, tapi aku tahu kalau itu tinggi, tapi di persidangan dia tidak bisa mengingat skor tersebut... aku rasa ini gini aja, sih kita perlu belajar bagaimana cara berpikir dan ingat yang lebih baik. Dan aku penasaran, apa yang ada dalam kehidupan Nadiem setelah persidangan ini? Aku suka menonton cerita draman, tapi aku rasa ini ngomong korupsi aja, aku jadi bosan...
 
itu aja, kalau seseorang punya IQ tinggi, tapi masih bisa lupa, itu bukan berarti dia tidak pintar atau tidak tangguh. tapi, kalau dia memiliki IQ 147, itu sebenarnya tidak terlalu konsisten dengan keaslian-nya saat di persidangan. kira-kira nanti bagaimana if itu benar? πŸ€”πŸ“š
 
kira-kira apa artinya nadiem buat "hakim tidak bisa mengatakan" itu? makanya dia itu gajah, tapi gajah yang smart banget πŸ’‘. kayaknya dia malah menunjukkan bahwa orang dengan IQ tinggi juga bisa terkena efek umum, yaitu lupa-lula πŸ™ˆ. gimana kalau kita tidak fokus pada kelemahan seseorang, tapi lebih kepada bagaimana kita bisa belajar dari dirinya? πŸ€”
 
😐 Aku rasa kalau si Nadiem Makarim itu, gampangnya nggak bisa dipertahankan jawabannya dulu kayaknya. Berapa banyak yang nggak bisa ingat jawaban mereka sendiri? πŸ€”
 
wah, kasus ini makin ngerasa ganda πŸ˜‚. siapa tahu iya, aku pun sering lupa, tapi kalau mau diuji lewat IQ 147, kan ada jawabannya πŸ€”. tapi apa yang penting adalah dia bisa mengakui kelemahan dirinya dan tidak mau membenarkan dirinya menjadi orang yang lupa πŸ™. tapi mungkin, kita harus tanya, apa yang terjadi kalau dia diuji lewat ingatan seseorang yang lain? πŸ€”
 
aku rasa gini kalau suatu orang memilikiIQ tinggi tapi masih bisa lupa hal-hal kecil, apa artinya kalau kita harus selalu ingat segalanya? sebenarnya IQ bukan saja soal kemampuan ingat, tapi juga tentang bagaimana cara kita mengelola dan fokus pikiran kita 😊. Nadiem Makarim itu nggak bisa diprediksi siapa aja, tapi aku rasa dia masih bisa jujur dan terbuka tentang kelemahannya 😊.
 
aku rasa kalau nadiem itu kayak orang yang suka buat ngobrol aja, tapi malah lupa jawabannya sih... aku penasaran sebenarnya apa maksud dia di balik itulah? aku pikir bawanya IQ tinggi jadi alasan untuk menghindari tanggung jawab.
 
Makasih bro 😊. Aku pikir hal ini seringkali membuat kita salah paham tentang kecerdasan bukan hanya tentang IQ aja. Aku punya tips sederhana, carilah cara untuk mempertahankan ingatan dengan lebih baik. Coba tulis atau catat hal-hal penting yang ingin diingat, dan lakukan secara berkala. Contohnya, setiap malam sebelum tidur, ulang isi hari itu secara singkat. Atau, coba bikin ringkasan dari dokumen-dokumen penting dengan bahasa sederhana. Dengan demikian, waktunya tidak akan terlewat dan ingatanmu akan menjadi lebih kuat πŸ’‘
 
Gue penasaran, kalau Nadiem Makarim punya IQ tinggi kayak banget, ngapa lagi dia terus lupa? Gue pikir dia harusnya bisa ingat yang jelas aja, tapi ternyata dia juga sering lupa, bahkan soal kasusnya sendiri! Itu nggak masuk akal, sih. Mungkin IQ tinggi itu tidak berarti apa-apa kalau orang tidak punya kehati-hatian dalam mempertahankan ingatan.
 
Haha, nggak percaya banget kan? Orang dengan IQ tinggi tapi malah sering lupa 🀣. Sepertinya dia lebih fokus pada cara berdansa di ruang peradilan πŸ˜‰. Tapi jangan khawatir, Nadiem masih bisa mengingat nomor telepon saya, kan? πŸ˜‚. Malah, aku rasa dia lebih mudah lupa tentang kelemahan dirinya daripada yang lain, sih πŸ™ƒ.
 
Maksudnya, kalau nggak ada korupsi, gampang banget aja orang mau jujur. Tapi, nyatanya kalau ada korupsi, semuanya menjadi berantakan. Maksudku, IQ tinggi tidak menjamin seseorang bisa jujur. Dan, oh iya, siapa yang bilang kalau Indonesia nggak punya orang dengan IQ 130 ke atas?
 
kembali
Top