Kasus korupsi di Jakarta Pusat memang kembali mengejutkan publik. Ternyata, eks Stafsus Mendikbudristek Nadiem Makarim memiliki IQ 147, yang tergolong tinggi dan berada di atas rata-rata masyarakat Indonesia. Namun, hal ini tidak membuatnya menjadi tokoh yang tangguh dalam mempertahankan ingatan.
Dalam persidangan, hakim Sunoto menilai Nadiem Makarim lantaran kerap lupa saat diberi pertanyaan oleh majelis hakim dan jaksa penuntut umum. Malahan, ketika dihadang untuk menjawab soal IQ-nya sendiri, Nadiem tidak bisa mengingatkan skor tersebut.
Ternyata, hal ini tidak membuatnya menjadi punya kelemahan dalam mempertahankan ingatan. Meski memiliki IQ tinggi, namun Nadiem juga tergolong orang yang sering lupa, bahkan terhadap berita acara perkara-nya sendiri.
"Hakim tidak bisa mengatakan bahwa orang dengan IQ 130 ke atas tidak bisa lupa," ujar Nadiem.
Dalam persidangan, hakim Sunoto menilai Nadiem Makarim lantaran kerap lupa saat diberi pertanyaan oleh majelis hakim dan jaksa penuntut umum. Malahan, ketika dihadang untuk menjawab soal IQ-nya sendiri, Nadiem tidak bisa mengingatkan skor tersebut.
Ternyata, hal ini tidak membuatnya menjadi punya kelemahan dalam mempertahankan ingatan. Meski memiliki IQ tinggi, namun Nadiem juga tergolong orang yang sering lupa, bahkan terhadap berita acara perkara-nya sendiri.
"Hakim tidak bisa mengatakan bahwa orang dengan IQ 130 ke atas tidak bisa lupa," ujar Nadiem.