Hakim Andi Pertanyakan Latar Belakang Fiona Handayani di Era Nadiem Makarim
Bekas Staf Khusus Mendikbudristek, Fiona Handayani, dianiaya sebagai saksi dalam kasus pengadaan laptop Chromebook yang tidak bermanfaat bagi siswa maupun sekolah. Hakim Andi Saputra, anggota Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menyentil mantan Staf Khusus Mendikbudristek di era Nadiem Makarim di sidang pengadilan. Fiona yang pernah mengenyam bangku kuliah jurusan Teknik Industri dan Magister Bisnis, tiba-tiba ditemukan bekerja di bidang pendidikan.
Fiona yang pernah bekerja di Unilever dan McKinsey, serta perusahaan penyedia listrik tenaga listrik di Kenya, One Degree Solar, dianiaya karena tidak ada kaitannya dengan dunia pendidikan. Fiona menjelaskan bahwa dia sempat berkarir di Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) dengan posisi Dewan Pakar.
"Fiona yang pernah bekerja di PSPK dijadikan sebagai Direktur dan Dewan Pakar, padahal tidak punya latar belakang pendidikan?" tanya Andi Saputra. Fiona menjelaskan bahwa dia sempat terlibat dalam sejumlah proyek dengan Kemendikbud di era kepemimpinan Muhadjir Effendy.
Terdapat beberapa kekhawatiran dari hakim Andi Saputra terkait latar belakang pendidikan Fiona yang pernah mengenyam bangku kuliah jurusan Teknik Industri dan Magister Bisnis. Hakim bertanya, "S1 dari ITB Teknik Industri ya? S2 dari Northwestern University untuk MBA. MBA itu untuk apa?"
Bekas Staf Khusus Mendikbudristek, Fiona Handayani, dianiaya sebagai saksi dalam kasus pengadaan laptop Chromebook yang tidak bermanfaat bagi siswa maupun sekolah. Hakim Andi Saputra, anggota Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menyentil mantan Staf Khusus Mendikbudristek di era Nadiem Makarim di sidang pengadilan. Fiona yang pernah mengenyam bangku kuliah jurusan Teknik Industri dan Magister Bisnis, tiba-tiba ditemukan bekerja di bidang pendidikan.
Fiona yang pernah bekerja di Unilever dan McKinsey, serta perusahaan penyedia listrik tenaga listrik di Kenya, One Degree Solar, dianiaya karena tidak ada kaitannya dengan dunia pendidikan. Fiona menjelaskan bahwa dia sempat berkarir di Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) dengan posisi Dewan Pakar.
"Fiona yang pernah bekerja di PSPK dijadikan sebagai Direktur dan Dewan Pakar, padahal tidak punya latar belakang pendidikan?" tanya Andi Saputra. Fiona menjelaskan bahwa dia sempat terlibat dalam sejumlah proyek dengan Kemendikbud di era kepemimpinan Muhadjir Effendy.
Terdapat beberapa kekhawatiran dari hakim Andi Saputra terkait latar belakang pendidikan Fiona yang pernah mengenyam bangku kuliah jurusan Teknik Industri dan Magister Bisnis. Hakim bertanya, "S1 dari ITB Teknik Industri ya? S2 dari Northwestern University untuk MBA. MBA itu untuk apa?"