Pengadilan Banding Mengizinkan Agen ICE Gunakan Gas Air Mata terhadap Demonstran Minnesota
Keputusan pengadilan banding yang diterima oleh agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) di Minnesota hari ini menyebabkan ketegangan terus meningkat. Pengadilan itu mengizinkan departemen keamanan dalam negeri (DHS) melanjutkan kegiatan pembersihan massal tanpa memperhatikan hak-hak demonstran yang melarang agen menggunakan merica sebagai alat pengintipan.
Sebelumnya, pengadilan banding telah mengabulkan permintaan dari DHS untuk mencabut sementara pembatasan yang diberlakukan oleh hakim Katherine Menendez. Ia telah membatalkan perintah sementara yang membatasi agen ICE untuk menyemprotkan merica, menangkap demonstran damai, mengguna amunisi non-lethal, dan menghentikan pengemudi tanpa alasan.
Hakim Menendez telah menilai bahwa tindakan agen federal telah memberikan efek mengerikan terhadap hak-hak Amandemen Pertama para demonstran. Meskipun demikian, DHS masih bersikeras bahwa agen mereka bertindak sesuai hukum dan hanya menggunakan kekerasan untuk membela diri.
Kunjungan Wakil Presiden JD Vance ke Minneapolis juga terjadikan langkah federal ini semakin memanas. Gubernur Minnesota dan pemimpin lokal mengecam pengerahan ribuan agen federal sebagai "invasi federal" yang tidak konstitusional dan destruktif. Mereka menuding langkah tersebut sebagai kampanye balas dendam yang merusak kebebasan sipil warga Minnesota.
Keputusan pengadilan banding yang diterima oleh agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) di Minnesota hari ini menyebabkan ketegangan terus meningkat. Pengadilan itu mengizinkan departemen keamanan dalam negeri (DHS) melanjutkan kegiatan pembersihan massal tanpa memperhatikan hak-hak demonstran yang melarang agen menggunakan merica sebagai alat pengintipan.
Sebelumnya, pengadilan banding telah mengabulkan permintaan dari DHS untuk mencabut sementara pembatasan yang diberlakukan oleh hakim Katherine Menendez. Ia telah membatalkan perintah sementara yang membatasi agen ICE untuk menyemprotkan merica, menangkap demonstran damai, mengguna amunisi non-lethal, dan menghentikan pengemudi tanpa alasan.
Hakim Menendez telah menilai bahwa tindakan agen federal telah memberikan efek mengerikan terhadap hak-hak Amandemen Pertama para demonstran. Meskipun demikian, DHS masih bersikeras bahwa agen mereka bertindak sesuai hukum dan hanya menggunakan kekerasan untuk membela diri.
Kunjungan Wakil Presiden JD Vance ke Minneapolis juga terjadikan langkah federal ini semakin memanas. Gubernur Minnesota dan pemimpin lokal mengecam pengerahan ribuan agen federal sebagai "invasi federal" yang tidak konstitusional dan destruktif. Mereka menuding langkah tersebut sebagai kampanye balas dendam yang merusak kebebasan sipil warga Minnesota.