Hakim Heran, Kesaksian Saksi Kasus Chromebook Terlalu Seragam

Hakim Heran, Sidang Kasus Chromebook Korupsi Terungkap. Kesaksian Hamid Muhammad Tetap Seragam

Pada sidang perkara kasus pengadaan laptop Google Chromebook yang melibatkan terdakwa Nadiem Makarim, eks Dirjen PAUDasmen Kemendikbudristek Hamid Muhammad menyampaikan keterangan yang sama seperti para saksi sebelumnya. Ketiganya, termasuk Jumeri dan Widyaprada Ahli Utama di Ditjen PAUDasmen Kemendikbudristek, menyatakan bahwa Mendikbudristek 2019-2025 memilih staf khusus dibanding pejabat eselon dalam internal kementerian.

Hakim anggota Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Andi Saputra, mempertanyakan kesaksian Hamid yang terlalu seragam dengan saksi sebelumnya. "Pertanyaan saya, mengapa jawaban Bapak sama persis dengan jawabannya Jumeri? Saksi tadi?" tanya Andi dalam sidang agenda pemeriksaan saksi bagi terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.

Hamid menjawab, "Saya tidak tahu". Andi mencatat bahwa perbedaan antara Jumeri dan Hamid hanya pada sosok Saud yang hanya disebut pada keterangan milik Jumeri. Dia juga bertanya mengapa jawaban Hamid sama persis dengan Jumeri, terutama dalam hal "Ibrahim Arif" yang diganti menjadi "Saud".

Hamid bersikeras bahwa keterangannya di BAP adalah murni tanpa ada arahan atau tekanan dari pihak manapun. Dia juga berdalih bahwa dia menjadi saksi yang diperiksa paling pertama, sehingga tidak mengetahui pihak lain sebelum maupun sesudahnya.

Anda, apa penyebab jawaban Hamid tetap seragam dengan Jumeri?
 
Mengenai hal ini, aku pikir ada sesuatu yang tidak jelas πŸ€”. Jawaban Hamid terlalu seragam dengan Jumeri, seperti kalau ada tekanan dari pihak mana pun πŸ˜’. Tapi apa yang bisa dibayangkan? Mungkin kalau mau dibayangkan aja, jawabannya bisa diubah πŸ€·β€β™‚οΈ. Aku lebih berharap jawaban Hamid nanti jadi yang lebih bingung πŸ™ƒ.
 
aku pikir kalau ada kesamaan jawaban, itu artinya ada sesuatu yang salah ya... mungkin ada bantuan dari pihak lain yang tidak dikenal orang, atau mungkin ada tekanan dari dalam kemendikbudristek. tapi aku rasa jangan langsung menyerang, karena kalau demikian bisa jadi ada bukti yang salah juga πŸ€”
 
😊 Aku pikir ada sesuatu yang tidak beres di sini. 😐 Mengapa jawaban Hamid sama persis dengan Jumeri? πŸ€” Apakah dia bilang "jangan tahu" karena benar-benar tidak tahu, atau hanya bilang demikian untuk menghindari konflik? πŸ€·β€β™‚οΈ Aku rasa ada sesuatu yang salah di balik keterangan Hamid ini... πŸ’­
 
Gue pikir jawabannya kayak buat buang selimut. Siapa nyelektrisi kan? πŸ˜‚πŸ€£ Saya rasa dia jujur sih, tapi dia tidak mau mengakui ada tekanan dari pihak lain. Mungkin karena dia salah satu yang dipilih oleh Pak Nadiem πŸ€‘. Kalau benar, jawabannya itu kayak buat melumasi batu. Sering aja sih kita lihat orang suka bilang-bilang ganti-ganti laku ya? πŸ˜’
 
Maksudnya sih kalau orang yang menjadi saksi di sidang pengadilan itu, Hamid Muhammad, kalau dia dipertanyakan oleh hakim tentang jawabannya sama persis dengan orang lain yang sudah bertugas sebelumnya, itu bakalan jadi curiga nih. Jangan salah, saya tidak bermaksud untuk meremehkan kekhawatiran hakim. Tapi, apa yang terjadi di sini sih? Apakah ada tekanan atau arahan dari pihak lain yang membuat Hamid tetap menjawab sama persis dengan orang lain? Atau mungkin dia benar-benar tidak ingat jawaban sebelumnya? Saya pikir itu perlu dipertimbangkan lebih lanjut. πŸ€”πŸ’‘
 
Pernah gue bayangin kalau ada salah apek di dalam kantor, apakah punya temen yang deket dan gak sabar-sabar mau bantu. Nah, kayaknya itu apa yang terjadi di kasus Chromebook korupsi. Hamid Muhammad tetap seragam dengan jawaban Jumeri, bikin perasaan sih gak jelas sih. Apakah dia benar-benar tidak tahu jawabannya atau apalagi? Gue penasaran sih.
 
Hehe, ini serasa seperti ujian sekolah aja, tapi ini kasus korupsi 🀯. Tapi apa artinya sih kalau jawaban Hamid sama persis dengan Jumeri? Apakah dia tidak pernah membaca buku teks atau apa? πŸ˜‚.

Tapi serius, kalau jawabannya sama seperti saksi lain, itu artinya ada kesamaan dalam cerita yang diangkat, ya? Mungkin ada sesuatu yang salah saat proses penyelidikan, seperti ada orang yang berbohong atau memfitnah. Jadi, saya berharap pihak terkait bisa melakukan pengecekan lebih teliti agar korupsi ini tidak terjadi lagi dan sekali lagi kita tidak kehilangan dana negara πŸ’Έ.
 
aku pikir ini lucu, tapi juga sedikit kecewa. kayaknya ada sesat di pihak terdakwa, bukan? dia bilang keterangannya murni, tapi lalu jawabannya sama persis dengan saksi lainnya. aku rasa ada yang salah, tapi aku tidak tahu apa sih yang sebenarnya terjadi. kalau dia benar-benar tidak mengetahui jawaban tersebut, maka dia harus bilang "aku tidak tahu" pada saksi sebelumnya juga, bukan?
 
Aku pikir ini bisa jadi lesson berharga kita semua. Kali ini tentang ketidakjelasan dan kepercayaan diri yang tidak tepat. Hamid Muhammad, saksi utama, menjawabnya sama seperti Jumeri, sahabatnya. Apakah dia benar-benar tidak tahu jawaban yang tepat? Atau apakah dia sedang mencoba menutupi kebenaran dengan cara yang sama dengan teman-temannya?

Aku rasa ini bisa jadi kesempatan bagi kita untuk belajar tentang pentingnya konsistensi dan ketelatenan dalam berbicara. Jika kita tidak yakin, kita sebaiknya bilang "saya tidak tahu" atau "saya masih memproses informasi". Jangan sekali-kali mengulangi jawaban yang salah hanya untuk menutupi kebenaran. Mari kita belajar dari kesalahan ini dan menjadi lebih bijak dalam berbicara di depan umum. πŸ’‘
 
Maksudnya apa sih kalau Hamid hanya mengulangi jawaban yang sama? Kalau tidak ada tekanan atau arahan dari pihak lain, toh bagaimana kalau dia salah ingat atau sengaja memilih jawabannya agar seragam? Saya pikir perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang konteks situasi ketika Hamid memberikan keterangan tersebut. Jangan sampai ini menjadi contoh bahwa seseorang bisa mengulangi jawaban yang sama tanpa ada alasan yang jelas.
 
[ikon pikiran]

Mungkin jawaban Hamid terlalu profesional ya... πŸ€”

ada apa sih yang bikin dia nggak bisa ngerti kalau jawabannya sama dengan Jumeri?

mending dia bilang "saya tidak kenal" atau sesuatu yang lebih sederhana aja...

tapi mungkin ada alasan lain ya... mungkin dia benar-benar tidak mengetahui perbedaan antara Jumeri dan Hamid... πŸ€·β€β™‚οΈ

atau mungkin ada yang memaksa dia untuk bilang jawaban yang sama? tapi itu nggak jelas ya...

semoga hakim bisa menjelaskannya lebih jauh lagi... πŸ’‘
 
Gue pikir kesaksian Hamid jadi yang galat, dia bilang 'Saya tidak tahu' tapi ternyata jawabannya sama persis dengan saksi lainnya. Mungkin karena dia nggak paham apa yang dimaksud atau apa yang diharapkan dari pertanyaan Andi Saputra πŸ€”. Atau mungkin ada sesuatu yang salah di dalam proses sidang, jadi kesimpulannya sama persis dengan saksi lainnya. Gue kira perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut agar tidak ada kesalahan lagi.
 
Maksudnya kalau keterangan Hamid itu juga sama persis kayak Jumeri... nggak usah berpikir, langsung bilang kayaknya. Saya rasa ini bukan tentang kejadian yang benar, tapi tentang siapa-siap yang terlibat dan bagaimana mereka mengelabui orang lain πŸ€¦β€β™‚οΈ. Saya ingat kalau di sini ada yang bilang bahwa kementerian itu memilih staf khusus saja, bukan pejabat eselon, tapi apa benar-benar demikian?
 
Saya pikir ini kaget banget, si Hamid terus terungkap korupsi yang sama seperti si Jumeri πŸ˜‚. Mau duka atau ngak, si Nadiem Makarim ini kok kayaknya harus tanggung jawab atas semua ini. Saya curiga, si Hamid mungkin sudah lama tidak membawa alat hitam untuk menggosok kepala 🀣. Tapi serius, siapakah yang memeriksa kesaksian si Hamid sebelum nanti diaduk dengan saksi lain? Ini kayaknya terlalu serangga πŸ˜’.
 
πŸ€” Gue rasa ada sesuatu yang salah di sini... 🚨 Kesaksian Hamid terlalu seragam banget, seperti dicampur aduk sama saksi sebelumnya. Bagaimana kalau dia bilang "saya tidak tahu" dengan jujur? Tapi malah bilang "saya tidak tahu" yang sama persis dengan jawaban Jumeri. πŸ˜’ Yang terbaik adalah Hamid bilang dia tidak mengetahui jawaban lain, tapi malah mengakui jawabannya sama persis dengan Jumeri... πŸ’”
 
ada cerita di balik kesaksian hamid ya... mungkin dia buat sendiri jawabannya yang sama untuk jadi lebih aman aja. sih, kalau tulus dan jujur, dia akan bilang sesuatu yang berbeda. tapi apa lagi, dia justru serius dalam menyatakan tidak tahu jawabannya... sih, mungkin karena dia takut dituntut atau ada tekanan dari pihak lain?
 
kembali
Top