Hakim Cecar Anak Eks Bupati Sleman dalam Kasus Hibah Pariwisata

Pengadilan Negeri Yogyakarta telah mencaranya, Raudi Akmal. Bocah mantan Bupati Sleman ini dugaan mengelana di balik kasus hibah pariwisata yang tak pernah selesai.

Gabriel Siallagan, salah satu hakim pengadilan, bertanya apakah Raudi benar-benar tidak tahu tentang peraturan Kementerian Pariwisata terkait dana hibah. Jawabannya? Tidak. Gabriel melanjutkan dengan bertanya, apa yang membuat Raudi mensosialisasikan informasi tersebut kepada kelompok sadar wisata?

Raudi tetap berkulit hitam, tidak memberikan jawaban atas pertanyaan Gabriel. Ia hanya mengakui tidak tahu tentang peraturan terkait dana hibah. Gabriel melihat perannya sebagai status anak Bupati sekaligus anggota DPRD sangat berpotensi mempengaruhi pejabat di lingkup Pemda Sleman dalam mengambil keputusan mengenai pencairan dana hibah pariwisata.

Gabriel juga membahas istilah trading influence, yang dapat mempengaruhi pejabat publik dalam mengambil keputusan. Ia menjelaskan bahwa hal ini dapat membuat pejabat publik membuat keputusan yang menguntungkan orang lain.
 
Kalau Raudi benar-benar tidak tahu tentang peraturan terkait dana hibah, bukan artinya dia bodoh 🙄. Kalau dia bilang "tidak tahu", maka itu harus disampaikan dengan cara yang lebih jelas, gak bisa cuma like2 bilang saja. Sumbernya apa aja? Kapan dia dengar tentang peraturan tersebut? Apa dia tidak cari informasi terkait hal ini sebelum membuat kesalahan besar? 🤔
 
Oiya bro, ini kalau Raudi Akmal dugaan nge-ke-kenalan di balik kasus hibah pariwisata? 🤔 #KasusHibahPariwisata #RaudiAkmal

Maksudnya sih kalau dia tidak tahu tentang peraturan Kemenparel terkait dana hibah, tapi dia masih mensosialisasi informasi tersebut? Gak masuk akal bro! 🙅‍♂️ #GakMasukAkil
Dan kalau apa yang membuatnya nge-ke-kenalan informasi tersebut kepada kelompok sadar wisata? #JanganTahu #BocahMantap

Gabriel juga bilang tentang istilah trading influence, bro! 🤑 Ini artinya sih kalau pejabat publik bisa terpengaruh oleh orang lain dan membuat keputusan yang tidak benar. Gak enak dilihat bro! 😒 #TradingInfluence
Dan ini kalau Raudi Akmal jadi contoh bagus tentang bagaimana istilah ini bisa bekerja? 🤦‍♂️ #GakBisaDiterima
 
Kalau Raudi ini benar-benar tidak tahu tentang peraturan ya, tapi langsung mensosialisasikan informasi ke kelompok sadar wisata, apa lagi kalau dia masih nggak punya pekerjaan, aku pikir ini gampang sekali bisa terjadi. Saya bayangin kalau kalau Raudi ini nggak mau memberi jawaban, itu artinya dia punya sesuatu yang tidak ingin dibalas. Trading influence ini kayaknya gede banget ya, membuat pejabat publik jadi korban.
 
Pernahkah kita bayangkan kalau anak Bupati nanti menjadi anggota DPRD? Kalau kan bisa dipikirkan, tapi hasilnya apa sih? Raudi Akmal yang bilang tidak tahu tentang peraturan dana hibah pariwisata, tapi ternyata ada kejahatan yang tersembunyi di balik status-nya. Maksudnya kalau kita tidak berhati-hati dengan orang-orang yang memiliki kekuasaan dan position yang tinggi, mereka bisa menggunakan itu untuk keuntungan pribadi mereka 🤦‍♂️. Trading influence, itu kata Gabriel, bisa membuat pejabat publik jujur atau tidak, tergantung siapa yang ada di baliknya 😒.
 
Pagi nyawa 💡. Rudi Raudi Akmal lagi-lagi jadi bocoran. Siapa dia buat kacau? 🤔 Maksudnya, bagaimana bisa dia tidak tahu peraturan Kemenpar terkait dana hibah tapi masih bisa mensosialisasikan informasi itu kepada kelompok sadar wisata. Apa sih yang diharapkan dari dirinya? 🤷‍♂️ Mungkin kalau Rudi mau jujur tentang bagaimana dia mendapatkan keuntungan dari dana hibah, mungkin tidak akan ada masalah lagi. Tapi, karena Rudi sendiri yang jujur tentang segalanya, akhirnya dia diadu-duarkan oleh pengadilan. 🤦‍♂️
 
Pengadilan di Yogyakarta itu lagi-lagi jadi babak belanjang, nih... Raudi Akmal kayaknya masih bisa menjaga wajahnya, tapi kalau dibaca dari koran ini, dia malah jadi target sasaran kritik. Apa yang terjadi dengan sosial media di Indonesia? Siapa yang bilang bahwa siapa saja yang terlibat dalam kasus hibah pariwisata harus langsung dihukum atau dibanting-balik? Rudi Gunawan, mantan Gubernur DIY, dia udah mengalami hal yang sama. Mungkin kita perlu lebih berhati-hati dalam memberikan kritik terhadap orang-orang yang dianggap sebagai target. Kita tidak tahu apa yang terjadi di balik kehidupan mereka... 🤔
 
heya guys 😂, apa kabar? aku sedang baca news ini tentang Raudi Akmal, mantan Bupati Sleman yang dugaan jajak hibah pariwisata tapi belum selesai 🤑. aku pikir ini bukan soal koruptsi atau apa-apa, tapi sih ada istilah "trading influence" yang bikin aku penasaran 😁. apa itu? artinya pejabat publik bisa jadi membuat keputusan yang menguntungkan orang lain karena status mereka 🤷‍♂️. aku pikir ini buatan Kementerian Pariwisata buat membedakan koruptsi dari tidak tahu aja 🤔. tapi aku masih rasa si Raudi bilang kalau tidak tahu tentang peraturan dana hibah, tapi sih ada yang bikin dia tidak ingin memberitahu 🤑.
 
kembali
Top