Tirto.id - Peristiwa Isra Miraj memang merupakan peristiwa mulia dan bersejarah dalam Islam. Berikut beberapa hikmah penting yang dapat dipetik dari Isra Miraj.
Hikmah pertama dari Isra Miraj adalah memiliki prinsip dalam menyampaikan kebenaran. Pagi hari setelah melakukan Isra, Nabi Muhammad SAW mengabarkan perjalanannya kepada masyarakat Makkah. Banyak orang kemudian tidak percaya dengan kabar tersebut dan menilai tidak masuk akal. Peristiwa Isra Miraj nyata dan benar adanya. Kebenaran dari Allah Swt ini harus disampaikan sekalipun terdapat banyak penolakan dan ketidakpercayaan.
Hikmah kedua dari Isra Miraj adalah meneguhkan jiwa Rasulullah SAW. Perjalanan tersebut membawa Nabi Muhammad SAW untuk melihat surga, neraka, dan hal-hal gaib lainnya. Sebelumnya, Rasulullah SAW mendapatkan kabar tentang Surga, neraka, dan hal-hal lain melalui wahyu. Keyakinan ini dinamakan dengan ilmu yaqin.
Hikmah ketiga dari Isra Miraj adalah mengutamakan salat. Perintah melaksanakan salat disampaikan dalam peristiwa Isra Miraj. Awalnya Allah Swt mewajibkan umat Islam melaksanakan salat 50 waktu dalam sehari semalam. Ketika turun dari Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Musa a.s dan kemudian menyarankan untuk memohon rukhshah kepada Allah. Perintah salat itu akhirnya hanya menjadi 5 waktu.
Peristiwa Isra Miraj tentu menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk mengutamakan salat sebagai kewajiban istimewa dari Allah Swt. Salat juga merupakan media komunikasi Allah dengan hamba-Nya dan disebutkan bahwa salat itu adalah mirajnya orang mu'min.
Hikmah pertama dari Isra Miraj adalah memiliki prinsip dalam menyampaikan kebenaran. Pagi hari setelah melakukan Isra, Nabi Muhammad SAW mengabarkan perjalanannya kepada masyarakat Makkah. Banyak orang kemudian tidak percaya dengan kabar tersebut dan menilai tidak masuk akal. Peristiwa Isra Miraj nyata dan benar adanya. Kebenaran dari Allah Swt ini harus disampaikan sekalipun terdapat banyak penolakan dan ketidakpercayaan.
Hikmah kedua dari Isra Miraj adalah meneguhkan jiwa Rasulullah SAW. Perjalanan tersebut membawa Nabi Muhammad SAW untuk melihat surga, neraka, dan hal-hal gaib lainnya. Sebelumnya, Rasulullah SAW mendapatkan kabar tentang Surga, neraka, dan hal-hal lain melalui wahyu. Keyakinan ini dinamakan dengan ilmu yaqin.
Hikmah ketiga dari Isra Miraj adalah mengutamakan salat. Perintah melaksanakan salat disampaikan dalam peristiwa Isra Miraj. Awalnya Allah Swt mewajibkan umat Islam melaksanakan salat 50 waktu dalam sehari semalam. Ketika turun dari Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Musa a.s dan kemudian menyarankan untuk memohon rukhshah kepada Allah. Perintah salat itu akhirnya hanya menjadi 5 waktu.
Peristiwa Isra Miraj tentu menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk mengutamakan salat sebagai kewajiban istimewa dari Allah Swt. Salat juga merupakan media komunikasi Allah dengan hamba-Nya dan disebutkan bahwa salat itu adalah mirajnya orang mu'min.