Kabinet Jokowi Mewarisi Ancaman Krisis Pangan, Airlangga: Indonesia Harus Mandiri
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kekhawatiran beliau tentang ancaman krisis pangan yang akan terjadi di masa depan. Menurutnya, Indonesia harus menjadi bangsa yang mandiri dalam berbagai aspek, termasuk ketahanan pangan.
"Indonesia harus mandiri secara pangan, agar memiliki resiliensi dalam menghadapi krisis apa pun," kata Airlangga dalam konferensi pers 'Food and Security Summit 2026' di Menara Kadin, Jakarta Selatan. Dengan demikian, Indonesia dapat menghindari ancaman krisis pangan dan menjaga ketahanan pangan nasional.
Selain itu, Airlangga juga menekankan pentingnya aspek ketahanan pangan sebagai isu strategis dalam era volatilitas global yang semakin tinggi. Dengan demikian, Indonesia dapat mengembangkan sistem pengelolaan sumber daya alam yang lebih efisien dan efektif.
"Indonesia harus berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pangan kita," kata Airlangga. Pemerintah juga telah menetapkan sektor pertanian dan pangan sebagai prioritas nasional, sehingga dapat memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Namun, Airlangga juga mengakui bahwa perubahan iklim merupakan ancaman utama bagi produksi pangan nasional. Fenomena El Nino dan La Nina pada 2024 tercatat menurunkan produksi padi hingga sekitar 4 juta ton. Oleh karena itu, pemerintah harus bekerja sama dengan dunia usaha untuk mengembangkan solusi yang lebih efektif dalam menghadapi tantangan tersebut.
"Airlangga menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan kerja bersama yang membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan dunia usaha," kata Airlangga.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kekhawatiran beliau tentang ancaman krisis pangan yang akan terjadi di masa depan. Menurutnya, Indonesia harus menjadi bangsa yang mandiri dalam berbagai aspek, termasuk ketahanan pangan.
"Indonesia harus mandiri secara pangan, agar memiliki resiliensi dalam menghadapi krisis apa pun," kata Airlangga dalam konferensi pers 'Food and Security Summit 2026' di Menara Kadin, Jakarta Selatan. Dengan demikian, Indonesia dapat menghindari ancaman krisis pangan dan menjaga ketahanan pangan nasional.
Selain itu, Airlangga juga menekankan pentingnya aspek ketahanan pangan sebagai isu strategis dalam era volatilitas global yang semakin tinggi. Dengan demikian, Indonesia dapat mengembangkan sistem pengelolaan sumber daya alam yang lebih efisien dan efektif.
"Indonesia harus berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pangan kita," kata Airlangga. Pemerintah juga telah menetapkan sektor pertanian dan pangan sebagai prioritas nasional, sehingga dapat memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Namun, Airlangga juga mengakui bahwa perubahan iklim merupakan ancaman utama bagi produksi pangan nasional. Fenomena El Nino dan La Nina pada 2024 tercatat menurunkan produksi padi hingga sekitar 4 juta ton. Oleh karena itu, pemerintah harus bekerja sama dengan dunia usaha untuk mengembangkan solusi yang lebih efektif dalam menghadapi tantangan tersebut.
"Airlangga menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan kerja bersama yang membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan dunia usaha," kata Airlangga.