Gus Yahya: Setelah Dinamika yang Lebat, Sekarang NU Bersatu

Setelah melewati berbagai dinamika, NU kembali bersatu. Itu yang diungkapkan oleh Gus Yahya, ketua Umum PBNU, saat sambut peringatan hari lahir ke-100 tahun NU. Pada acara peringatan harlah itu, seluruh unsur di Nahdlatul Ulama (NU) telah kembali bersatu dan mengangkat visi yang sama.

Selain itu, Gus Yahya juga menyatakan bahwa dinamika yang terjadi di PBNU sama "lebat"-nya seperti cuaca pada pagi hari ini. Namun, malah diharapkan agar tidak melambatkan upaya peringatan harlah ke-100 tahun NU.

Dalam pidato sambutannya, Gus Yahya menyebutkan bahwa PBNU mengusung tema "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia" dalam peringatan harlah kali ini. Tema itu dipilih karena menurutnya visi dan idealisme NU sejalan dengan visi dan idealisme Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu, terdapat beberapa tokoh penting yang hadir mengirimkan perwakilannya dalam peringatan harlah ke-100 tahun NU. Antara lain, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ahmad Muzani; Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar; dan Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno.

Dalam peringatan harlah ke-100 tahun NU, Gus Yahya mengatakan bahwa 38 Pengurus Wilayah NU (PWNU) dan 548 Pengurus Cabang NU (PCNU) dari seluruh Indonesia telah hadir untuk merayakan hari lahir ini.
 
Wow 🤩, ini luar biasa banget! Nahdlatul Ulama (NU) kembali bersatu seperti semestinya, gaes. Saya rasa mereka nggak bisa melupakan filosofi NU yang sebenarnya, yaitu cinta tanah air dan jujur terhadap negara kita 🇮🇩. Tema "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia" itu memang benar-benar pas banget. Saya harap ini bisa menjadi titik awal untuk kembali mengembangkan filosofi NU yang sejati 💡.
 
Lohh.. aku pikir PBNU ini jadi lebih stabil, deh 🤔. Aku lihat di acara peringatan harlah ke-100 tahun NU, semua unsur di Nahdlatul Ulama (NU) kembali bersatu dan sama-sama ngomong visi yang sama. Ini seru banget! 🎉

Gus Yahya ini benar-benar pintar, deh. Dia ngatakan bahwa dinamika di PBNU sama "lebat"-nya seperti cuaca pagi hari ini, tapi malah tidak melambatkan upaya peringatan harlah ke-100 tahun NU. Ini serius banget! 😂

Aku juga terharu ketika Gus Yahya ngomong tentang tema "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia". Tema ini serus-susah dan membutuhkan kerja sama banyak pihak, tapi aku yakin NU ini akan bisa! 💪

Dan, wajib aku bilang bahwa hadirnya tokoh-tokoh penting seperti Ahmad Muzani, Nasaruddin Umar, dan Pratikno ini seru banget! 🤝
 
ku pikir kembali bersatu itu bukan hal yang sulit loh, kalau nggak ada masalah ngerjain tugasnya aja semua orang bisa bersatu lagi 🤗. tapi apa yang penting adalah jangan sampai semuanya melambatin, kalau demikian pasti NU akan ketinggalan dari perkembangan zaman, dan itu bukan hal yang ingin di capai oleh siapa pun 💪.
 
ini gue rasa NU kembali bersatu lagi 😊. tapi apa yang bikin mereka bersatu? ada masalah atau apa? gue rasa ini baik sekali, karna jadi semua orang sama-sama mengangkat visi dan idealisme yang sama. tapi sampe sekarang masih banyak masalah di Indonesia aja, misalnya korupsi, kesenjangan sosial, dll. gue rasa NU harus fokus lebih pada hal-hal ini daripada hanya bersatu-satunya.
 
aku paham kenapa NU kembali bersatu, tapi aku pikir yang penting bukanlah siapa-siapa, tapi apa yang diusung. "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia" itu luar biasa banget 🤩. aku harap mereka tidak hanya berbicara dan melakukan, tapi benar-benar berbuat. dan aku senang melihat ada tokoh-tokoh penting hadir, tapi aku ingin lihat aksi yang sebenarnya, bukan hanya photo ops 😊.
 
Saya rasa aku jadi penasaran apa yang bikin NU kembali bersatu, eh? Mungkin karena mereka ingat bahwa itu yang penting adalah menyatukan umat dan tidak memperdebatkan hal-hal yang tidak terpenting seperti itu. Nah, aku setuju dengan Gus Yahya, dia benar-benar bijak.

Aku pikir tema "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia" cukup menarik, tapi aku rasa perlu ada klarifikasi apa itu "Peradaban Mulia". Apakah itu tentang kebudayaan atau apa? Aku rasa perlu ada penjelasan yang lebih jelas.

Dan sih, aku senang melihat banyak tokoh penting hadir untuk merayakan hari lahir NU. Mereka semua pasti memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran dan kegiatan NU. Nah, aku harap perayaan ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk menjadi lebih peduli dengan NU dan kearifan yang dimilikinya. 🤔💡
 
aku pikir itu sangat bagus banget! NU kembali bersatu sebelumnya aku sudah ngerasa sedih lho, karena aku rasa nu jadi terbagi-bagi aja. tapi sekarang aku senang banget melihat semuanya kembali satu-satunya yang aku harapin adalah mereka bisa jadi lebih kuat dan solid lagi 🙏. aku masih ingat saat-saat NU kembalinya di masa lalu, itu sangat memotivasi! tapi aku juga pikir kalau NU harus tetap relevan dengan zaman sekarang, bukan hanya mengingat-ingat masa lalu ya? karena aku rasa itu bisa jadi salah satu alasan berbagai dinamika terjadi di PBNU sebelumnya...
 
aku pikir kalau NU kembali bersatu itu bukan hal yang jujur, tapi aku juga paham bahwa mereka ingin menunjukkan soliditas dan kekuatan di dalam organisasi mereka sendiri. tapi apa yang patut dipertanyakan adalah mengapa terdapat dinamika yang "lebat"-nya seperti cuaca pada pagi hari ini? misalnya kenapa ada perbedaan pendapat antara tokoh-tokoh penting seperti Ahmad Muzani, Nasaruddin Umar, dan Pratikno? aku pikir itu perlu diinvestigasi lebih lanjut. 😐
 
kembali
Top