PBNU Akhirnya Bersatu Setelah Dinamika yang Lebat, Harlah ke-100 Tahun NU Berjalan Lancar
Ketua Umum PBNU Gus Yahya menuturkan, setelah berbagai dinamika yang melekat di dalam organisasi ini, seluruh unsur di PBNU kembali bersatu. Hal itu dia sampaikan saat menyambut peringatan hari lahir (Harlah) ke-100 tahun NU di Istora Senayan, Jakarta Pusat.
Dalam pidatonya, Gus Yahya mengatakan bahwa dinamika yang terjadi di PBNU sama "lebat"-nya seperti cuaca pagi tadi. Namun, melihat pada peringatan Harlah kali ini, organisasi ini berhasil menunjukkan harmonisitas dan kesatuan.
Gus Yahya juga menyampaikan syukur kepada Allah SWT atas kesempatan ini untuk merayakan keberhasilan PBNU dalam mengawal Indonesia merdeka dan menuju peradaban mulia. Ia juga berharap agarPBNU dapat terus menjadi organisasi yang kuat dan mampu melaksanakan visi dan idealisme Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam peringatan Harlah ke-100 tahun NU kali ini, PBNU mengusung tema "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia". Tidak hanya itu, organisasi ini juga mengundang berbagai tokoh nasional seperti Ketua MPR Ahmad Muzani dan Menag Nasaruddin Umar.
Ketua Umum PBNU Gus Yahya menuturkan, setelah berbagai dinamika yang melekat di dalam organisasi ini, seluruh unsur di PBNU kembali bersatu. Hal itu dia sampaikan saat menyambut peringatan hari lahir (Harlah) ke-100 tahun NU di Istora Senayan, Jakarta Pusat.
Dalam pidatonya, Gus Yahya mengatakan bahwa dinamika yang terjadi di PBNU sama "lebat"-nya seperti cuaca pagi tadi. Namun, melihat pada peringatan Harlah kali ini, organisasi ini berhasil menunjukkan harmonisitas dan kesatuan.
Gus Yahya juga menyampaikan syukur kepada Allah SWT atas kesempatan ini untuk merayakan keberhasilan PBNU dalam mengawal Indonesia merdeka dan menuju peradaban mulia. Ia juga berharap agarPBNU dapat terus menjadi organisasi yang kuat dan mampu melaksanakan visi dan idealisme Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam peringatan Harlah ke-100 tahun NU kali ini, PBNU mengusung tema "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia". Tidak hanya itu, organisasi ini juga mengundang berbagai tokoh nasional seperti Ketua MPR Ahmad Muzani dan Menag Nasaruddin Umar.