Gus Yahya mengatakan bahwa seluruh pimpinan PBNU yang sempat bertikai saat ini sudah kembali damai setelah melakukan islah di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Senen, Jakarta Pusat, Gus Yahya menyatakan bahwa proses islah telah dilakukan untuk menghapus semua perbedaan dan perselisihan, serta kembali kepada default asal keberadaan PBNU sebelum terjadi perselisihan.
Gus Yahya juga menyerukan kepada semua pihak yang bertikai untuk datang hadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-100 tahun besok pagi di Istora Senayan. Menurutnya, kesepakatan perdamaian ini terjadi setelah para pihak yang bertikai bertemu dengan para kiai sepuh NU yang meminta agar semua pihak menahan diri.
Gus Yahya menyatakan bahwa islah telah diterapkan di Pondok Pesantren Lirboyo, dan para Kiai sepuh telah memberikan arahan untuk melakukan islah tersebut. Dia juga menolak untuk mundur dari jabatannya sebagai ketum PBNU, meskipun ada tuntutan untuk dilengserkan.
Gus Yahya juga menyerukan kepada semua pihak yang bertikai untuk datang hadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-100 tahun besok pagi di Istora Senayan. Menurutnya, kesepakatan perdamaian ini terjadi setelah para pihak yang bertikai bertemu dengan para kiai sepuh NU yang meminta agar semua pihak menahan diri.
Gus Yahya menyatakan bahwa islah telah diterapkan di Pondok Pesantren Lirboyo, dan para Kiai sepuh telah memberikan arahan untuk melakukan islah tersebut. Dia juga menolak untuk mundur dari jabatannya sebagai ketum PBNU, meskipun ada tuntutan untuk dilengserkan.