Dalam usaha memecahkan rahasia kemiskinan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meraportasikan perkembangan Sekolah Rakyat untuk Presiden Prabowo Subianto. Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung dari Pemimpin Negara tersebut yang bertujuan untuk memotong rantai kemiskinan. Dalam kurun waktu yang singkat, 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Gus Ipul, program pendidikan ini dirancang oleh Presiden Prabowo sebagai upaya strategis menghadapi rahasia kemiskinan. Sekolah Rakyat bertujuan untuk menjangkau anak-anak dari keluarga yang kondisi ekonominya paling rentan, sehingga mereka tidak terdampak dampak kekurangan pendidikan. Dengan demikian, generasi muda Indonesia dapat berubah menjadi pembangun bangsa.
Pengembangan Sekolah Rakyat telah mulai berjalan sejak bulan Juli 2025 dengan 60 sekolah, disusul 37 sekolah pada Agustus, dan akhirnya 66 titik tambahan pada awal September hingga Oktober 2025. Jumlah siswa yang masuk Sekolah Rakyat mencapai 15.954 orang, sedangkan jumlah guru dan tenaga pendidik adalah 2.218 dan 4.889 orang masing-masing.
Mayoritas siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga yang penghasilan tidak tetap, dengan 60 persen di antaranya berpenghasilan di bawah Rp1 juta per bulan. Sebanyak 454 siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga yang memiliki tanggungan keluarga di atas 4 orang dan telah terdampak oleh kekurangan pendidikan.
Dengan demikian, program Sekolah Rakyat merupakan langkah besar dalam upaya pemerataan akses pendidikan bagi kelompok paling rentan dan fondasi peningkatan kesejahteraan jangka panjang.
Menurut Gus Ipul, program pendidikan ini dirancang oleh Presiden Prabowo sebagai upaya strategis menghadapi rahasia kemiskinan. Sekolah Rakyat bertujuan untuk menjangkau anak-anak dari keluarga yang kondisi ekonominya paling rentan, sehingga mereka tidak terdampak dampak kekurangan pendidikan. Dengan demikian, generasi muda Indonesia dapat berubah menjadi pembangun bangsa.
Pengembangan Sekolah Rakyat telah mulai berjalan sejak bulan Juli 2025 dengan 60 sekolah, disusul 37 sekolah pada Agustus, dan akhirnya 66 titik tambahan pada awal September hingga Oktober 2025. Jumlah siswa yang masuk Sekolah Rakyat mencapai 15.954 orang, sedangkan jumlah guru dan tenaga pendidik adalah 2.218 dan 4.889 orang masing-masing.
Mayoritas siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga yang penghasilan tidak tetap, dengan 60 persen di antaranya berpenghasilan di bawah Rp1 juta per bulan. Sebanyak 454 siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga yang memiliki tanggungan keluarga di atas 4 orang dan telah terdampak oleh kekurangan pendidikan.
Dengan demikian, program Sekolah Rakyat merupakan langkah besar dalam upaya pemerataan akses pendidikan bagi kelompok paling rentan dan fondasi peningkatan kesejahteraan jangka panjang.