Gus Ipul mengklaim bahwa enam bulan program Sekolah Rakyat telah memberikan efek signifikan pada kondisi kesehatan siswa, terlihat dari peningkatan berat dan tinggi badan hingga seragam sekolah tidak lagi memadukannya dalam waktu tiga bulan. Menurutnya, kejadian ini bukan hanya disebabkan oleh program tersebut tetapi juga terkait dengan pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak seperti cek kesehatan gratis dan pemenuhan gizi harian.
"Gus Ipul mengatakan bahwa program Sekolah Rakyat telah memberikan dampak positif pada kondisi fisik siswa, yang diwadahi oleh peningkatan berat dan tinggi badan, serta penurunan anemia. Bahkan seragam sekolah tidak lagi memadukannya dalam waktu tiga bulan," kata sumber.
Dalam peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Gus Ipul melaporkan langsung ke Presiden Prabowo Subianto tentang perkembangan tersebut. Menurutnya, Sekolah Rakyat adalah gagasan langsung Presiden untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Sekarang sudah ada 166 titik Sekolah Rakyat yang beroperasi di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, dengan total siswa sekitar 16 ribu. Selain mendapatkan pendidikan formal, siswa juga menerima pembinaan kesehatan, kedisiplinan, serta pendampingan psikologis.
"Gus Ipul mengatakan bahwa perubahan ini juga terlihat pada perilaku dan mental siswa. Mereka menjadi lebih disiplin, mandiri, dan siap mengikuti proses pembelajaran," kata sumber.
Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak yang berasal dari keluarga paling tidak mampu.
"Gus Ipul mengatakan bahwa program Sekolah Rakyat telah memberikan dampak positif pada kondisi fisik siswa, yang diwadahi oleh peningkatan berat dan tinggi badan, serta penurunan anemia. Bahkan seragam sekolah tidak lagi memadukannya dalam waktu tiga bulan," kata sumber.
Dalam peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Gus Ipul melaporkan langsung ke Presiden Prabowo Subianto tentang perkembangan tersebut. Menurutnya, Sekolah Rakyat adalah gagasan langsung Presiden untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Sekarang sudah ada 166 titik Sekolah Rakyat yang beroperasi di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, dengan total siswa sekitar 16 ribu. Selain mendapatkan pendidikan formal, siswa juga menerima pembinaan kesehatan, kedisiplinan, serta pendampingan psikologis.
"Gus Ipul mengatakan bahwa perubahan ini juga terlihat pada perilaku dan mental siswa. Mereka menjadi lebih disiplin, mandiri, dan siap mengikuti proses pembelajaran," kata sumber.
Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak yang berasal dari keluarga paling tidak mampu.