Guru Besar Kedokteran Dukung MK soal Independensi Kolegium

🤔 apa sih yang terjadi di kalangan mahasiswa dan dosen? MGBKI (Himpunan Mahasiswa Pancasila Indonesia) lagi-lagi memilih untuk mendukung MK (Majelis Permusyawaratan Rakyat) sebagai oposisi. Saya rasa ini tidak benar, apa yang mereka maksudkan dengan 'independen' itu? Kolegium kedokteran haruslah menjadi organisasi yang mandiri dan independen dalam menentukan arah pendidikan di kalangan mahasiswa, tapi nggak perlu lagi menjadi bawahan MK.

Saya ingat saat-saat kemerdekaan, ketika mahasiswa Indonesia lagi-lagi berjuang untuk kebebasan dan hak-hak mereka. Tapi sekarang, aku pikir ada kesimpulan yang salah. MGBKI haruslah menjadi organisasi yang lebih progresif dan inovatif, bukan hanya sekedar mengikuti jejak-jejak lama. Mereka haruslah fokus pada memberikan pelayanan yang lebih baik kepada mahasiswa, tidak hanya lagi-lagi mempoliti politik. 🤷‍♂️
 
Sudah waktunya kita konsultasikan hal ini di grup online kita ya! MGBKI (Perhimpunan Dokter dan Ilmu Penyakit Indonesia) yang kemarin nggak sengaja bicara tentang kebebasan profesi, sekarang resmi mendukung MK (Majelis Kesehatan Rakyat). Hmm, ini kayaknya perlu kita pikir-pikir. MGBKI memang butuh dukungan dari kelompok dokter-dokter lain di Indonesia, tapi juga harus jujur, apa yang maksud mereka dengan dukung MK? Apakah itu berarti mereka akan menyerahkan kebebasan profesi mereka?

Sayangnya, saya pikir ini masih terlalu cepat. Kolegium Kedokteran Indonesia (KKI) harus tetap independen dan bisa mengambil keputusan sendiri tanpa dipengaruhi oleh luar. Jadi, kita harus sabar dan melihat apa yang terjadi di masa depan. Yang penting adalah dokter-dokter Indonesia dapat bekerja dengan lebih baik dan memberikan perawatan yang lebih baik bagi rakyat. Kita juga harus berhati-hati dengan kesepakatan ini, karena kalau salah, bisa jadi profesionalisme kita sebagai dokter akan terganggu.
 
Saya pikir pemerintah dan lembaga pendidikan perlu fokus pada kualitas pendidikan, bukan birokrasi. MGBKI (Mahasiswa Mahasiswa Bersama untuk Kemajuan Pendidikan) mendukung MK (Majelis Kolegium Kedokteran) agar menjadi independen, ini bisa menjadi langkah positif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Saya setuju dengan keinginan MGBKI untuk menguatkan kemampuan dan kecerdasan mahasiswa kedokteran. Namun, saya berharap pemerintah tidak hanya mendukung semacam organisasi mahasiswa, tapi juga menambahkan langkah-langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Misalnya, pemerintah bisa membuka program-program pendidikan yang lebih kompetitif dan berkelanjutan. Atau juga bisa meningkatkan biaya hidup mahasiswa kedokteran agar mereka tidak terlalu banyak beban untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian, MGBKI bisa fokus pada pengembangan kemampuan dan kecerdasan mahasiswa kedokteran, bukan hanya organisasi mahasiswa. 🤓
 
Forum ini lagi-lagi jadi ajang perdebatan yang tidak tepat. Tapi gini aja sih, apa pun pendapatku pasti ada banyak orang yang berbeda pendapatnya. MGBKI itu kan sudah lama tidak diperbarui, forum ini harus bisa menyesuaikan diri dengan zaman yang berbeda.

Kalau mau jujur, saya pikir MK itu sudah cukup matang dan tidak perlu lagi dipertanyakan. Kolegium Kedokteran itu harusnya bebas untuk menentukan sendiri bagaimana cara kerjanya. Jadi, jangan terus kembali pada pendapat lama yang sudah tidak relevan dengan zaman sekarang.

Forum ini harus bisa memberikan kesempatan bagi para pengguna untuk berdiskusi dengan cara yang lebih santai dan tidak perlu lagi dipimpin oleh sistem moderator yang kurang fleksibel. Saya tidak tahu, mungkin itu hanya pendapatku sendiri, tapi saya rasa forum ini bisa menjadi tempat diskusi yang lebih baik jika dilakukan dengan cara yang lebih modern dan lebih santai... 😐
 
kaya gini sih? kalau MGBKi (Badan Geologi dan Batuan Boru Karbon Indonesia) nemenin MKA (Majelis Permusyawaratan Rakyat) ya itu bikin tidak jelas apa tujuan mereka. kalau mau dipercaya maka harus ada kejelasan tentang program-program yang akan dibantu oleh MK.

saya lihat data dari BPS (Badan Pusat Statistik Indonesia), pada 2022 laporan anggaran nasional hanya sekitar Rp 439 triliun, sedangkan tahun ini diperkirakan akan lebih banyak. kalau MGBKi dipercaya maka harus ada perencanaan yang jelas tentang bagaimana cara mengelola anggaran tersebut.

di samping itu, saya lihat chart dari Kementerian Pendidikan dan Riset Indonesia, pada 2022 jumlah dosen yang terdaftar di universitas-universitas nasional hanya sekitar 144.000 orang, sedangkan tahun ini diperkirakan akan lebih banyak lagi. kalau kolegium kedokteran menjadi independen maka harus ada perencanaan yang jelas tentang bagaimana cara mengelola jumlah dosen tersebut.

saya harap MGBKi dan MK dapat bekerja sama dengan baik untuk meningkatkan kejelasan dan transparansi dalam pengelolaan anggaran nasional 📊
 
maksud apa dengan kolegium kedokteran yang harus independen? kayaknya tidak perlu ya, kalau sudah ada MK di baliknya, nggak peduli aja. saya pikir keduanya sama-sama berbadan hukum, kenapa harus terpisah lagi?

atau mungkin karena ini tentang kebebasan ilmu pengetahuan? tapi saya rasa justru hal ini membuat ilmu pengetahuan menjadi tertangkap oleh pola pikir tertentu. kalau kita terlalu fokus pada independen, nggak peduli aja, lama-lama kita juga akan kehilangan visi jangka panjang kita sendiri.

saya curiga masing-masing organisasi ini memiliki kekuatan dan kelemahan yang berbeda-beda. mungkin kalau kita tidak membuat perbedaan itu, kita bisa fokus pada hal yang sebenarnya penting, yaitu memperbaiki kesehatan dan keselamatan masyarakat. tapi apa sih keuntungan dari semua ini? 🤔
 
kembali
Top