Runtuhnya Gunungan Sampah di Filipina, 1 Orang Meninggal, 38 Hilang Tertimbun. Pekerja yang bekerja di tempat pembuangan akhir (TPA) terjebak di bawah timbunan sampah raksasa yang menjulang tinggi.
Menurut asisten pejabat informasi publik Kota Cebu, Jason Morata, tumpukan sampah itu runtuh setinggi sekitar empat lantai. Pihak pemerintah kota menyatakan bahwa sedikitnya 12 pekerja berhasil ditarik keluar dalam kondisi hidup dan dilarikan ke rumah sakit.
Foto-foto udara yang dirilis kepolisian menunjukkan sejumlah bangunan yang tampak hancur dan tertekan oleh beratnya timbunan sampah. Pekerja-pekera yang bekerja di lokasi tersebut digunakan sebagai "kantor perusahaan, bagian SDM, administrasi, serta staf pemeliharaan" milik perusahaan swasta yang mengelola lokasi pembuangan tersebut.
Penyebab pasti runtuhnya gunungan sampah itu belum diketahui. Pihak berwenang tengah mempertimbangkan sejumlah faktor yang mungkin berkontribusi pada insiden tersebut, termasuk gempa bumi dan cuaca yang tidak menyenangkan.
Pemerintah kota Cebu City menyatakan bahwa tim penyelamat "terlibat penuh dalam upaya pencarian dan evakuasi untuk menemukan para korban yang masih hilang". Sedikitnya 38 pekerja hilang tertimbun, tetapi tidak ada informasi tentang jumlah korban yang terperangkap di bawah timbunan sampah.
Perusahaan swasta yang mengelola lokasi pembuangan tersebut memproses sekitar 1.000 ton sampah padat perkotaan setiap hari. Pihak kepolisian menyatakan bahwa banyak korban berasal dari kota Consolacion, yang berbatasan langsung dengan lokasi TPA.
Kekhawatiran tentang keselamatan pengelolaan limbah di Filipina kembali memunculkan perdebatan. Banyak di antara mereka yang berpendapat bahwa pemerintah harus meningkatkan regulasi dan inspeksi terhadap tempat pembuangan akhir untuk mencegah insiden seperti ini.
Menurut asisten pejabat informasi publik Kota Cebu, Jason Morata, tumpukan sampah itu runtuh setinggi sekitar empat lantai. Pihak pemerintah kota menyatakan bahwa sedikitnya 12 pekerja berhasil ditarik keluar dalam kondisi hidup dan dilarikan ke rumah sakit.
Foto-foto udara yang dirilis kepolisian menunjukkan sejumlah bangunan yang tampak hancur dan tertekan oleh beratnya timbunan sampah. Pekerja-pekera yang bekerja di lokasi tersebut digunakan sebagai "kantor perusahaan, bagian SDM, administrasi, serta staf pemeliharaan" milik perusahaan swasta yang mengelola lokasi pembuangan tersebut.
Penyebab pasti runtuhnya gunungan sampah itu belum diketahui. Pihak berwenang tengah mempertimbangkan sejumlah faktor yang mungkin berkontribusi pada insiden tersebut, termasuk gempa bumi dan cuaca yang tidak menyenangkan.
Pemerintah kota Cebu City menyatakan bahwa tim penyelamat "terlibat penuh dalam upaya pencarian dan evakuasi untuk menemukan para korban yang masih hilang". Sedikitnya 38 pekerja hilang tertimbun, tetapi tidak ada informasi tentang jumlah korban yang terperangkap di bawah timbunan sampah.
Perusahaan swasta yang mengelola lokasi pembuangan tersebut memproses sekitar 1.000 ton sampah padat perkotaan setiap hari. Pihak kepolisian menyatakan bahwa banyak korban berasal dari kota Consolacion, yang berbatasan langsung dengan lokasi TPA.
Kekhawatiran tentang keselamatan pengelolaan limbah di Filipina kembali memunculkan perdebatan. Banyak di antara mereka yang berpendapat bahwa pemerintah harus meningkatkan regulasi dan inspeksi terhadap tempat pembuangan akhir untuk mencegah insiden seperti ini.