Sabtu malam, Gunung Ile Lewotolok di Lembata kembali meletus dengan tinggi abu yang mencapai 300 meter dari puncak gunung. Pertama kali, gunung ini sempat meletus pada Sabtu pagi lalu, dengan abu setinggi 500 meter. Petugas pengamatan Gunung Ile Lewotolok Yeremias Kristanto mengatakan erupsi disertai dengan lontaran material pijar sejauh 200 meter ke arah tenggara.
"Teramati juga aliran lava ke sektor barat hingga sekitar 100 meter dari bibir kawah," kata Yeremias. Erupsi ini terjadi di kolom abu yang berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur.
Erupsi Gunung Ile Lewotolok ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 33,5 milimeter dan durasi kurang dari satu menit. Status Gunung Ile Lewotolok saat ini berada pada Level II atau Waspada, sehingga pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat di sekitar gunung maupun pengunjung/pendaki/wisatawan tidak memasuki dan melakukan aktivitas di dalam wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas Gunung Lewotolok.
Dengan erupsi ini, Gunung Ile Lewotolok telah meletus sebanyak 341 kali dalam satu hari.
"Teramati juga aliran lava ke sektor barat hingga sekitar 100 meter dari bibir kawah," kata Yeremias. Erupsi ini terjadi di kolom abu yang berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur.
Erupsi Gunung Ile Lewotolok ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 33,5 milimeter dan durasi kurang dari satu menit. Status Gunung Ile Lewotolok saat ini berada pada Level II atau Waspada, sehingga pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat di sekitar gunung maupun pengunjung/pendaki/wisatawan tidak memasuki dan melakukan aktivitas di dalam wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas Gunung Lewotolok.
Dengan erupsi ini, Gunung Ile Lewotolok telah meletus sebanyak 341 kali dalam satu hari.