Warga Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat masih menanti 10 keluarga yang hilang setelah longsor lereng Gunung Burangrang. Adria, pejabat posko DVI Polda Jawa Barat, di lokasi tersebut, saat ditemui di tempatlongsor ini.
"Ketiga kabar duka sudah lebih dulu datang. Uwak saya, suami istri, kakak sepupu, kebanyakan sepupu," kata Adria dengan nada lembut.
Di balik timbunan tanah dan lumpur dari longsor itu, ada 13 anggota keluarga intinya yang menjadi korban. Hingga kini, baru tiga orang yang berhasil ditemukan. Sepuluh lainnya masih belum jelas kabarnya.
Adria beristirahat di posko ini, dengan harapan mereka yang belum ditemukan segera dipulangkan. "Apa pun keadaannya. Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan untuk menerima," kata Adria.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, sebanyak 17 orang hingga Minggu lalu. Dari 17 korban itu, 11 di antaranya telah berhasil diidentifikasi.
Warga yang masih menanti keluarganya tersebut, dengar suara gemuruh-keras dari longsor itu, berikut dengan teriakan pertama yang datang dari kakaknya. Ia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana rumah-rumah terseret arus tanah dan air.
"Ketiga kabar duka sudah lebih dulu datang. Uwak saya, suami istri, kakak sepupu, kebanyakan sepupu," kata Adria dengan nada lembut.
Di balik timbunan tanah dan lumpur dari longsor itu, ada 13 anggota keluarga intinya yang menjadi korban. Hingga kini, baru tiga orang yang berhasil ditemukan. Sepuluh lainnya masih belum jelas kabarnya.
Adria beristirahat di posko ini, dengan harapan mereka yang belum ditemukan segera dipulangkan. "Apa pun keadaannya. Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan untuk menerima," kata Adria.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, sebanyak 17 orang hingga Minggu lalu. Dari 17 korban itu, 11 di antaranya telah berhasil diidentifikasi.
Warga yang masih menanti keluarganya tersebut, dengar suara gemuruh-keras dari longsor itu, berikut dengan teriakan pertama yang datang dari kakaknya. Ia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana rumah-rumah terseret arus tanah dan air.