Gubernur NTT: Ibu Bocah SD Bunuh Diri di Ngada Tak Terima Bansos

Korban Bunuh Diri SD Ngada: Aduan Keluarga yang Tidak Terdaftar di Daftar Penerima Bansos

Pemerintah Nusa Tenggara Timur menghadapi aduan atas kegagalan sistem bantuan sosial. Gubernur Melki Laka Lena menyatakan bahwa keluarga dari korban bunuh diri SD Ngada tidak termasuk dalam daftar penerima bantuan sosial dari pemerintah.

Saat ini, banyak penduduk miskin yang tidak dapat menikmati bantuan sosial karena data mereka tidak terupdate di sistem. Melki mengatakan bahwa kejadian seperti ini disebabkan oleh ketidaksempurnaan sistem dan kesalahan dalam pengelolaan data penduduk.

Pihak pemerintah setempat diperintahkan untuk segera merevisi data keluarga miskin yang layak menerima bantuan sosial. Selain itu, mereka juga akan membangun rumah layak huni bagi orang tua korban dan memberikan bantuan materi lainnya.

Menurut Gubernur Melki, kegagalan sistem ini merupakan tamparan keras bagi kemanusiaan kita. Ia berharap tidak terjadi lagi kejadian serupa di masa depan.
 
Kasus korban bunuh diri SD Ngada memang sangat tragis banget. Saya rasa sistem bantuan sosial yang ada harus direvisi dan diperbaiki agar orang miskin bisa mendapatkan bantuan yang seharusnya. Kalau gini, bagaimana kalau korban bunuh diri itu punya keluarga yang juga tergugah-gugah? 😩 Saya berharap pemerintah Nusa Tenggara Timur bisa segera menyelesaikan masalah ini dan memberikan bantuan yang lebih baik bagi orang miskin. Mari kita doang berdoa agar tidak ada lagi korban bunuh diri di masa depan... tapi saya lebih suka berdoa agar sistem bantuan sosial bisa bekerja dengan baik 😊
 
Saya rasa ini salah tempat dugaan. Kalau gini punya yang salah itu, tapi apa nanti kalau sistemnya bermasalah ya? Gampang kena tumpukan korban bunuh diri kan? Minta disiplin pemerintah untuk memperbaiki kesalahan ini ya, biar jangan terjadi lagi korban.
 
Gini kayaknya pemerintah Nusa Tenggara Timur nggak punya time untuk memperbarui data penduduknya... Korban bunuh diri SD Ngada kayaknya bisa jadi korban dari kesalahan itu... Dan sekarang ada yang harus dipertanggungkan, apalagi kalau keluarganya tidak menerima bantuan sosial yang mereka butuhin... Ini kayaknya bukti bahwa sistem bantuan sosial yang ada kayaknya masih belum bisa diandalkan... πŸ€¦β€β™‚οΈπŸ’”
 
Aku pikir ini salah pilihan nih, kalau mau bantu miskin harus punya sistem yang tepat dan cepat, tapi sekarang sistemnya lagi... aku rasa ada yang salah dengan cara pemerintah mengelola data penduduk, apalagi kalo keluarga korban bunuh diri itu tidak termasuk di daftar bantuan sosial. Aku harap pihak pemerintah bisa segera menyelesaikan masalah ini dan memberikan bantuan yang tepat bagi orang-orang yang membutuhkan πŸ€žπŸ’‘
 
Ada yang ngerasa tidak adil banget, si korban bunuh diri itu anak SD aja, kan? dan keluarganya dianggap tidak layak menerima bantuan sosial karena data mereka tidak terdaftar di daftar penerima bansos... gimana kalau korban itu masih kecil, siapa yang berani ngeluarin bayang-bayang tentang kesalahan sistem?

Saya rasa ini bukan masalah teknis, tapi masalah prioritasi. Apa yang penting adalah korban bunuh diri itu dan keluarganya mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan. Jangan ada lagi kegagalan seperti ini, karena ini sangat membahayakan kemanusiaan kita...
 
Gue rasa gini ngga bisa, siapa bilang siapa aja yang layak menerima bantuan? Gua tahu ada banyak orang yang suka sambil menunggu bansos, tapi apa salahnya kalau pemerintah berikan juga keuntungan yang lain, misalnya seperti program belajar atau kesehatan? Nah, aku rasa gini juga perlu diatur, kalau pemerintah mau membagikan uang, tapi tidak ada cara untuk mengaksesnya, apa lagi ada masalah.
 
Gue rasa ini benar-benar triste banget... Korban bunuh diri itu masih muda banget, aku pikir pemerintah harus lebih teliti dalam pengelolaan data penduduk, sih... Jangan sampai lagi ada orang yang kehilangan harapan karena tidak menerima bantuan yang seharusnya. Gue berharap pihak pemerintah bisa memperbaiki sistem ini dengan cepat, dan memberikan bantuan yang lebih baik bagi orang-orang yang membutuhkan...
 
Saya senang tapi sedih sama news ini πŸ€•. Masyarakat miskin benar-benar membutuhkan bantuan sosial tapi karena kesalahan teknis, mereka tidak bisa menikmati fasilitas yang sudah disediakan pemerintah πŸ˜”. Bagaimana caranya kita bisa yakin bahwa keluarga korban bunuh diri itu benar-benar tidak layak menerima bantuan sosial? Apakah kita tidak harus lebih teliti lagi dalam menghitung data penduduk? 🀯 Saya harap pemerintah bisa segera memperbaiki sistem ini dan memberikan bantuan yang lebih baik kepada mereka yang benar-benar membutuhkannya πŸ’•.
 
Gak bisa ngerti sih, apalagi keluarga korban itu tidak ada di daftar bensos. Siapa ngerakin system yang gak update data penduduk? Belum lagi, korban itu bunuh diri karena kesulitan hidup... Saya rasa ini masalah sistem yang harus diperbaiki. Bukan soal kemanusiaan, tapi soal logika. Kita harus cari jalan keluarnya agar tidak terjadi kejadian seperti ini lagi di masa depan πŸ’”
 
Aduan ini memang sedikit membuat saya bingung... kalau korban bunuh diri itu sudah ada di daftar penerima bantuan sosial, tapi keluarganya saja tidak bisa menerima? Itu tidak adem, ya. Pemerintah harus lebih teliti dalam pengelolaan data penduduk dan sistem bantuan sosial ini. Kalau tidak, akan semakin banyak korban seperti yang terjadi di Ngada. Saya berharap pihaknya bisa segera memperbaiki kesalahan ini agar tidak ada lagi korban... πŸ€•
 
Gini nggak adu banget sih kalau keluarga korban bunuh diri itu tidak ada di daftar bansos... Aku pikir pemerintah harus fokus memastikan data penduduknya benar-benar terupdate dulu, sebelum mau memberikan bantuan sosial. Kemudian, aku senang ya kalau mereka mau membangun rumah layak huni untuk korban yang berpenahan, tapi perlu diingat juga pentingnya pendidikan dan kesempatan bagi anak-anak untuk tidak harus mengalami hal seperti itu...
 
ini kalau gini bisa jadi sistem bantuan sosial di NTT pas mau ngebawa korban seperti ini sih, karena mereka sudah buat daftar penerima bantuan yang benar2 lengkap tapi lupa update data penduduk, apa kira2 di masa depan lagi buat kesalahan seperti ini ya? kayaknya harus ada sistem double check atau apa sih sebelum menerima bantuan untuk kalu gini tidak terjadi lagi. dan pihak yang bertanggung jawab juga harus diuji ketepatan mereka dalam pengelolaan data penduduk, jadi kalau lagi kesalahan nanti siapa yang tanggung? πŸ€”πŸ‘Ž
 
ini kaya banget ariin, pemerintah harus memperbaiki sistem bantuan sosial ya, gak bisa punya korban bunuh diri karena sistem yang kalah aja. keluarga korban tahu apa ya, mereka butuh bantuan banyak juga, jangan biarkan lagi orang terlupakan πŸ˜”πŸ’”
 
Makasih ga, kalau gini terjadi pada korban bunuh diri ngecewainya banget πŸ€•. Saya pikir penting untuk dipastikan semua penduduk miskin bisa menikmati bantuan sosial yang layak mereka butuhkan. Aku senang pemerintah Nusa Tenggara Timur akhirnya mengambil tindakan segera untuk merevisi data keluarga miskin dan memberikan bantuan yang lebih baik kepada korban tersebut. Semoga tidak ada lagi kejadian serupa di masa depan, semoga semua orang bisa hidup dengan nyaman dan tentram πŸ™.
 
Kasih sayang itu harus selalu ada, tapi system pemerintah harus lebih baik lagi πŸ€¦β€β™‚οΈπŸ’”. Aku rasa keluarga korban itu, kaya aku juga kayaknya membutuhkan bantuan dari pemerintah πŸ€·β€β™‚οΈπŸ‘. Tapi gini yang jadi masalah, sistemnya tidak terupdate πŸ˜’. Dan kalau data kita sudah ketinggalan, itu bagus? Kita harus lebih teliti dan cepat dalam mengurus hal ini πŸ•°οΈπŸ’». Aku harap pemerintah bisa memperbaiki hal ini dan memberikan bantuan yang benar-benar dibutuhkan oleh orang miskin πŸ˜ŠπŸ‘.
 
Maaf banget sama pemerintah NTT nih... seperti apa kalau semua keluarga miskin sudah terdaftar dan mendapatkan bantuan sosial secara otomatis? Gak perlu lagi ada kesalahan, gak perlu lagi orang terluka. Beliin, kita butuh sistem yang lebih baik ya! πŸ€–πŸ’»
 
Gue pikir gini, sistem bantuan sosial yang bikin banyak kesalahan seperti ini pasti perlu direvisi dulu! Siapa yang bilang bahwa pemerintah bisa nggak salah dalam pengelolaan data penduduk? Ada banyak kasus korban bunuh diri dan keluarga miskin yang harus dibantu, tapi sistemnya masih nggak sempurna. Gue harap gubernur Melki bisa memperbaiki hal ini secepat mungkin agar tidak ada lagi korban seperti itu. Dan gue juga ingin tahu siapa yang bertanggung jawab atas kesalahan ini...
 
Saya penasaran juga sama dengan kegagalan itu πŸ€”. Kalau data keluarga miskin tidak terupdate, maka bagaimana mereka bisa menerima bantuan sosial? Saya rasa pemerintah harus memperbaiki sistem ini segera ya, jangan biarkan orang-orang seperti korban bunuh diri itu πŸ™. Saya harap pihaknya bisa memberikan penyelesaian yang cepat dan efisien, bukan membuat masalah semakin berat 😬.
 
Gini aja kalau sistem bantuan sosial nggak bisa dipercaya, apa lagi kalau ada korban bunuh diri. Itu beda dari ketika korban masih hidup, tapi sekarang punya korban yang wafat. Jadi, bagaimana pemerintah bisa jadi ngaklamin kalau keluarga korban tidak termasuk dalam daftar bantuan sosial? Ada yang salah ya...
 
kembali
Top