Gubernur NTT Ancam Pejabat yang Main-main Data Kemiskinan

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, telah mengancam akan memproses hukum pejabat daerah yang mempermainkan data kemiskinan demi kepentingan politik maupun pribadi. Ia menekankan bahwa pendataan harus divalidasi langsung di lapangan dengan pendekatan jemput bola untuk memastikan tidak ada orang miskin atau peninggalan data yang tidak tepat.

Dalam rapat evaluasi pendataan dan program bagi orang miskin, Melki menyerukan semua perangkat daerah untuk membenahi pendataan warga miskin dan mempertajam seluruh program bantuan sosial agar benar-benar tepat sasaran. Ia juga meminta jajaran memverifikasi cepat kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS agar tidak ada warga miskin yang kehilangan akses layanan kesehatan.

Kasus bunuh diri siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Ngada, NTT, telah menimbulkan perasaan prihatin dari Gubernur Melki. Ia mengatakan bahwa masih banyak warga yang benar-benar miskin tetapi tidak menerima bantuan, sementara yang tidak miskin masih terdata sebagai penerima.

"Kondisi seperti ini tidak boleh terus berulang," ujar Melki. "Pendataan harus divalidasi dengan pendekatan jemput bola dan memastikan bahwa tidak ada orang miskin atau peninggalan data yang tidak tepat."

Ia juga menekankan pentingnya semua unsur terlibat dalam perbaikan data kemiskinan, mulai dari RT/RW, kader Posyandu, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dukcapil, Babinsa, guru, tenaga kesehatan, penyuluh, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

"Gubernur saya sudah meminta semua kendala administrasi Program Indonesia Pintar (PIP) segera dibenahi," kata Melki. "Tidak boleh ada pungutan yang memberatkan siswa dari keluarga tidak mampu."
 
Saya pikir ini sangat penting, tapi ada kesalahan besar kalau data kemiskinan tidak divalidasi dengan benar. Kalau tidak, maka semua program bantuan sosial itu akan bergerak ke jalur yang salah. Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena benar-benar ingin menangani masalah ini dan memastikan bahwa data kemiskinan yang kita miliki benar-benar tepat. Saya setuju dengan pendekatan jemput bola untuk divalidasi data, tapi saya harap semua perangkat daerah bisa bekerja sama dengan baik nanti.
 
Gini sih, kalau pendataan kemiskinan itu jadi macet aja... Gubernur NTT ini nyanggup aja untuk bikin perubahan. Saya pikir, pendekatan jemput bola itu kayaknya bulehta. Siapa sih yang mau jemput data di lapangan? Biar gak masalah deh.
 
Guruanna, aku pikir pendataan kemiskinan gini kayaknya perlu divalidasi langsung di lapangan dengan pendekatan jemput bola. Jadi, bukannya menggunakan metode yang ngelalui database kampus, tapi langsung mengunjungi rumah masyarakat dan lihat siapa yang benar-benar miskin. Tapi, aku masih ragu-ragu, apa yang dibutuhkan lagi dari Gubernur Melki? Aku pikir dia sudah cukup keras dalam menangani masalah ini 😊. Dan, aku setuju dengan ide-nya untuk mempertajam program bantuan sosial agar benar-benar tepat sasaran. Tapi, aku harap semua pihak dapat bekerja sama dan tidak ada lagi kasus bunuh diri seperti di Ngada karena data yang salah 💔.
 
aku kira gak percaya kalau gubang NTT bilang ini, tapi aku tadi lihat video aja dan aku rasa ini benar-benar jujur ya. aku punya teman yang kehilangan anaknya karena bisa pas bukti data kemiskinan salah, dan aku juga ada kenalan yang harus melihat dokter tapi dia kaya tidak punya kesehatan. aku rasa semua perlu dipantau lebih dekat lagi. mungkin perlu bikin aplikasi monitoring aja sih supaya semua bisa ngelaporkan kondisi kemiskinannya dan bisa mendapatkan bantuan yang tepat. jadi gubang Melki ini benar-benar peduli dengan warga NTT, aku rasa dia kayaknya benar-benar ingin nongol masalah ini. 😊
 
Gubernur NTT memang sapa-siapa yang mau mempermainkan data kemiskinan demi kepentingan pribadi, aku penasaran bukannya aja dia cari kura-kura siapa yang mau dipilih? 🤔 kayaknya pendataan harus jujur dan transparan, tidak ada kenaikan gaji dari data yang salah. Kalau ada kesalahan data, maka dia harus jawab apa kabar, bukannya just skip saja aja.
 
Data kemiskinan jadi perdebatan panas di NTT, kan? Mending kalau data itu benar-benar akurat dan tidak ada kepentingan politik atau pribadi, tapi siapa tahu. Saya pikir pendekatan jemput bola itu buat memastikan data tidak salah, tapi apa jadinya kalau seseorang yang miskin malah tidak mau diuji? Jadi, harus ada solusi yang bisa menarik orang miskin untuk mengakui diri mereka sendiri, biar data bisa benar-benar akurat. Dan kalau ada warga miskin yang kehilangan akses layanan kesehatan karena tidak terdaftar, itu juga buat prihatin banget!
 
Gubernur NTT itu lama-lunnya juga nggak mau biarkan kasus bunuh diri siswa SD di Ngada terjadi lagi. Apalagi dia bilang ada banyak warga miskin tapi tidak menerima bantuan, tapi dia siapa yang salah? Saya pikir pendataan harus divalidasi dengan cara yang benar-benar tepat sasaran, bukan hanya menangkap data saja. Jangan lupa juga memverifikasi cepat kepesertaan PBI BPJS agar tidak ada warga miskin yang terlewatkan.
 
iya ya, perlu diingat bahwa pendataan kemiskinan itu bukan cuma tentang menangkap angka-angka aja, tapi juga harus nyaman dan bisa langsung dilakukan di lapangan. kalau data yang ada belum akurat, maka apa yang kita lakukan adalah menambahkan lagi kerusakan ya 😔. seharusnya semua pihak yang terlibat dalam pendataan harus bisa bekerja sama dengan baik dan tidak ada yang mencoba untuk memanfaatkan hal ini untuk kepentingan pribadi aja. tapi masih banyak kasus yang terjadi di beberapa daerah di NTT, jadi perlu diawasi dan diantisipasi agar tidak terjadi lagi 🤦‍♂️.
 
Gubnan NTT bilang dia akan mengejar pejabat daerah yang mempermainkan data kemiskinan... tapi aku rasa sebenarnya dia harus mulai dari dirinya sendiri, ya? Dia bilang pendataan harus divalidasi langsung di lapangan, tapi apa dia sudah lakukan itu dulu? Aku penasaran apakah dia sudah memeriksa data kemiskinan yang ada di daerahnya sendiri sebelum bilang orang lain harus melakukan itu... 🤔
 
data kemiskinan di NTT ini memang nih terasa susah, tapi jangan asal aja menendang-tindan kalau ada kesalahan, kita harus cari solusi buat semua warga bisa mendapatkan bantuan yang tepat 💡. Gubernur Melki benar-benar ingin mendorong semua perangkat daerah untuk memperbaiki pendataan warga miskin dan program bantuan sosial. Kita harus terbuka diri dan bekerja sama buat membuat pendataan yang lebih akurat, tidak ada lagi orang miskin yang kehilangan akses layanan kesehatan.
 
Kah kalian penasaran sama cara kerja pendataan kemiskinan di NTT kan? Saya lihat kasus bunuh diri anak SD itu malah bikin makin jadi konten yang nggak main-main. Kalau ada data yang salah, itu apa artinya? Kita harus bisa memastikan bahwa semua orang yang masuk dalam kategori miskin benar-benar mendapatkan bantuan yang tepat. Tapi siapa nanti yang akan bertanggung jawab jika ada kesalahan? Kaya aja jangan ada kecurangan sama data lagi, kayakanya! 🙄
 
[diagram sederhana dengan garis-garis dan titik-titik]

aku pikir hal ini wajar banget, pendataan harus benar-benar akurat dan tidak bisa hanya dijalankan oleh orang yang punya kepentingan pribadi. perlu ada pengecekan yang ketat dari sisi Gubernur Melki agar data tentang miskinan tidak lagi salah. [ikon pengecek]

di Kalimantan Timur, aku melihat ada kasus yang sama, warga yang benar-benar miskin tapi tidak bisa mendapatkan bantuan karena data yang salah. itu memang sangat prihatin dan membuat aku merasa sedih. [emoji sad]

tetapi aku pikir Gubernur Melki sudah ambil tindakan yang tepat dengan menyerukan semua perangkat daerah untuk memperbaiki pendataan warga miskin. itu harus diikuti oleh semua pihak, dari RT/RW hingga tokoh masyarakat. [diagram sederhana dengan garis-garis dan titik-titik]

jangan lupa, pendataan harus divalidasi langsung di lapangan dengan pendekatan jemput bola agar tidak ada orang miskin atau peninggalan data yang tidak tepat. [ikon pengacara]
 
Makasih aja guremernya nyebutin kasus bunuh diri di Ngada, kayaknya jadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dalam menghormati korban. Kalo data kemiskinan masih bermasalah seperti ini, itu berarti kita harus terus berusaha meningkatkan pendekatan jemput bola dan memastikan tidak ada peninggalan data yang tidak tepat. Saya harap guremernya bisa benar-benar mengoptimalkan program bantuan sosial di NTT, tapi yang lebih penting lagi adalah kita harus terus berani mengkritik kekurangan-kekurangan dalam sistem ini untuk bisa memperbaikinya 🤔
 
Makasih ya, kalau data kemiskinan benar-benar diuji dengan pendekatan jemput bola, aku rasa bisa dipercaya. Tapi kayaknya masih ada banyak lagi yang harus dibesarkan dan diperbaiki. Saya ingat kapan-kapan, data kemiskinan di NTB kalau ini nggak benar sengaja akan membuat para warga miskin kehilangan harapannya. Aku harap gubang Melkiades bisa memastikan bahwa semua data yang ada itu benar dan tidak ada penipuan. Saya juga ingin tahu siapa-siapa yang nge- abuse sistem ini, jadi bisa diproses hukum.
 
kaya sih, kabar gembira banget sekali nih... akhirnya ada orang yang peduli dengan data kemiskinan di NTT 🙏. Emanuel Melkiades Laka Lena itu kayaknya sudah fokus dan berani untuk mengubah sesuatu. ayo kita harap-harap dia bisa membuat perubahan nyata dan tidak jadi kaseh lagi 💪. aku juga senang melihat dia menekankan pentingnya semua unsur terlibat dalam perbaikan data kemiskinan, itu kayaknya sudah benar-benar serius dia 😊.
 
Haha, apa lagi kegagalan pendataan di NTT? Kita sudah ngeliat sampe kapan gak mau bukti? 😂 Jadi, ayo ya, langsung aja cari bukti kemiskinan di lapangan, jemput bola sama-sama, siapa miskin apa tidak. Kita tidak bisa ngandong data yang salah, sampe ke level pendidikan. Mereka katakan PBI BPJS harus dipverifikasi cepat, tapi bagaimana kalau ada yang sudah memanfaatkan bantuan itu? 🤔
 
kembali
Top