Gubernur NTT Akui Anak SD Bunuh Diri di Ngada Kegagalan Pemda

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terjebak dalam kemerosotan sistem pendidikan. Seorang anak SD kelas IV berusia 10 tahun meninggal dunia di Ngada, karena orang tuanya tidak mampu membeli buku dan pensil untuk sekolah. Gubernur NTT, Melki Laka Lena, mengakui ada kegagalan sistem yang ada di tingkat provinsi, Kabupaten Ngada hingga ke tingkat bawah.

Menurutnya, pemerintah Provinsi NTT gagal mendeteksi kesulitan yang dialami oleh anak tersebut. Kegagalan ini merupakan tamparan keras bagi pemerintah Provinsi NTT yang bekerja keras membangun NTT. Gubernur Melki Laka Lena mengatakan bahwa apa yang sudah dikerjakan belum semuanya berhasil dan menambahkan pemerintah belum berhasil menjaga agar tidak ada nyawa yang meninggal sia-sia karena kondisi yang dialami oleh anak tersebut.

Kegagalan ini merupakan pelajaran berharga bagi kita semua. Gubernur Melki Laka Lena tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi di wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur.
 
Aku rasa pemerintah Provinsi NTT harus ganti semua sistem pendidikan mereka mulai dari kelas SD sampai SMA, kalau tidak mau bule-bule (orang luar) datang buat bantu mereka. Aku sendiri punya temen yang anaknya SD, tapi dia malah kena kasus penipuan oleh guru, harus berpindah sekolah karena ada masalah yang serius dengan guru itu.

Aku juga rasa pemerintah Provinsi NTT harus memberi bantuan langsung kepada keluarga anak yang meninggal dunia, jangan sampai keluarga itu malah gak bisa bertahan. Aku rasa kita semua harus bergabung untuk membantu mereka, mulai dari berdonasi uang ke keluarga itu, sampai berbagi informasi agar orang lain juga tahu tentang masalah ini. Kalau tidak, aku rasa pemerintah Provinsi NTT akan terus kenyang dengan kegagalan mereka.
 
Gini kayaknya makin nggak sabar banget aja, nih. Aku pikir jangan biarkan situasi ini terus berlanjut, tapi pemerintah provinsi NTT jadi terjebak di dalam kemerosotan pendidikan. Meninggalnya anak SD itu sengaja kayakng bukti yang kuat bahwa sistem pendidikan kita perlu diperbaiki dari dalam. Gubernur Melki Laka Lena nggak bisa menyangkal lagi bahwa ada kesalahan pada pemerintah provinsi NTT, tapi apa yang bisa dilakukan sekarang? Aku harap pemerintah provinsi bisa belajar dari kesalahan itu dan membuat perubahan yang segera. Kita harus lebih sabar dan memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk bekerja keras, tapi juga kita harus menantang mereka untuk membuat perubahan sekarang juga πŸ˜”
 
Gampang banget, apa yang dibutuhkan adalah kemampuan pemerintah untuk mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin akan timbul, apalagi di daerah-daerah yang terpencil seperti Ngada. Saya rasa jangan membuat keputusan berdasarkan situasi pasca-faktor, tapi lebih baik lagi jika bisa mencegah masalah tersebut sejak awal.
 
πŸ€• Ngada, kabar yang ngeliat banget! Saya bingung sih bagaimana bisa anak SD berusia 10 tahun harus wafat karena orang tuanya tidak bisa membeli buku dan pensil untuk sekolah. Ini benar-benar tragedi! πŸ€•

Saya pikir pemerintah Provinsi NTT sudah lama tahu ada masalah ini, tapi apa yang dibuatnya? Semua proses belajar di sekolah harus dilakukan dengan menginjak-injak anak SD, kayak gini. Saya rasa kita harus berubah, jangan biarkan anak-anak kita wafat karena tidak memiliki akses dasar seperti buku dan pensil.

Gubernur Melki Laka Lena kayaknya sudah benar-benar terjebak dalam masalah ini. Saya harap pemerintah bisa segera membuat solusi yang lebih baik untuk anak-anak kita, jangan biarkan hal ini terulang lagi. πŸ€¦β€β™‚οΈ
 
Kasih ilmu banyak dari kejadian seperti ini, siapa tahu kalau kita yang berada di masa depan bisa jadi menjadi pekerja keras yang tidak pernah menemukan kesuksesan karena kita sendiri belum pernah melihat kesulitan orang lain 🀯. Mungkin pemerintah harus lebih hati-hati lagi dalam mendeteksi masalah yang ada, dan juga harus terbuka untuk menerima kritik dari masyarakat. Kita harus belajar untuk tidak hanya berfokus pada kegagalan sendiri, tapi juga pada bagaimana kita bisa menjadi lebih baik dari kesalahan-kesalahan tersebut πŸ’‘.
 
πŸ€• sepertinya sistem pendidikan di NTT masih banyak kesalahan... gimana kalau pemerintah memprioritaskan agar setiap anak SD memiliki akses ke buku dan pensil? πŸ“šπŸ’ͺ toh itu kan penting banget untuk kesehatan mental dan belajarannya juga. sepertinya mereka harus lebih hati-hati dan tidak hanya fokus pada target pembangunan yang besar-besaran... kita harus ingat bahwa setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda-beda 🀝
 
πŸ˜” Makin sayang banget banget kayak anak SD kelas IV itu πŸ€•. Saya pikir ini salah satu contoh bagus dari apa yang terjadi ketika sistem pendidikan tidak baik 😒. Pemerintah provinsi NTT harus jujur, mereka masih banyak kesalahan. Belum bisa menjaga agar semua anak di NTT bisa mendapatkan pendidikan yang sama πŸ’ͺ.

Saya harap pemerintah provinsi NTT bisa langsung berubah dan menjadi lebih baik πŸ”„. Mereka harus cari solusi bagus untuk memastikan anak-anak seperti itu tidak pernah mengalami kesulitan lagi 🀞. Kalau begitu, kita semua akan merasa nyaman dan percaya bahwa pendidikan di NTT sudah menjadi yang terbaik πŸ‘
 
Wah, kan kayaknya sistem pendidikan di NTT jadi korup. Ada anak SD berusia 10 tahun yang harus meninggal karena orang tuanya gak bisa beli buku dan pensil untuk sekolah. Gubernur Melki Laka Lena bilang ada kegagalan besar di tingkat provinsi, tapi kayaknya dia masih nggak jelas apa itu. Jika pemerintah NTT udah bekerja keras membangun wilayah ini, kenapa ada yang terjadi seperti ini? Kenapa gak bisa mendeteksi kesulitan anak-anak yang nggak memiliki akses ke fasilitas pendidikan yang sudah ada di Indonesia? Itu masalah besar dan perlu dibahas lebih lanjut.
 
Pemerintah Provinsi NTT memang harus bertanya-tanya, apa yang salah dengan sistem pendidikan kita? Kenapa anak-anak masih harus menghadapi kesulitan seperti itu? Saya rasa lebih baik lagi jika mereka fokus pada hal lain seperti meningkatkan infrastruktur dan kesehatan, daripada hanya memikirkan pendidikan saja. Dan mungkin ada juga yang bisa meninjau kembali sistem penyaluran bantuan sosial, sehingga anak-anak seperti itu bisa mendapatkan bantuan segera. Yang penting adalah kita harus belajar dari kesalahan ini dan tidak boleh terulang lagi 😐
 
πŸ˜” itu nyawa muda yang hilang karena pemerintah belum bisa memastikan akses pendidikan yang sempurna bagi semua anak. aku rasa kita harus lebih sadar tentang pentingnya pendidikan dan perlu kita jadikan prioritas utama. kalau kita ingin generasi masa depan Indonesia memiliki peluang yang sama, kita harus berani menghadapi masalah ini dengan segera. saya harap pemerintah bisa belajar dari kesalahan ini dan membuat perubahan yang signifikan dalam sistem pendidikan NTT πŸ€”πŸ’‘
 
Aku rasa ini salah pada gini, kalau pemerintah already punya anggaran untuk sekolah-sekolah dasar tapi apa yang dibawa ke lapangan masih banyak yang kurang. Aku ingat dulu aku pernah SMP di Desa Tumbu, NTT, biaya sekolah juga sangat murah tapi kualitas buku dan pensil masih ok. Sekarang kalau aku cari tahu, ada yang harus dibeli sendiri. Aku rasa ini salah pada sistem, tidak hanya NTT aja. Aku ingat aku pernah melihat orang tua SD di kampung belakang rumahku punya anak mereka yang harus berhenti sekolah karena bisa-bisa bukunya habis. Ini salah, kita harus cari jalan solusi yang lebih baik, tapi aku rasa ini sudah terlambat banget...
 
Apa kabar sih, kenapa lagi sistem pendidikan yang buruk ya? Membunuh anak SD karena gak ada buku & pensil aja, itu nih kegagalan besar! Gubernur NTT bilang ada kesulitan di Ngada, tapi seharusnya dia cari solusi dari awal dulu, bukan tunggu kesulitan terjadi. Bagaiapa lagi kondisi seperti ini terjadi? Saya pikir ada cara lain dr lepas, nggak harus pahit2in kenyataan nyawa anak.

Saya liat konsep 'Pendidikan Kualitas' di media sosial yang sedang viral, tapi apa sebenarnya itu? Apa artinya buat kita semua? Saya curiga ada cara lain untuk membuat pendidikan lebih baik, jangan cuma nggak ada buku & pensil.
 
kaya gini, pemerintah provinsi ntt malah bingung banget, kan ada anak sd kelas 4 yang wafat karena orang tuanya tidak bisa membeli buku dan pensil, kayaknya mereka harus lebih teliti lagi untuk mendeteksi kesulitan seperti ini. kalau pemerintah tahu sekarang itu apa yang diambil tindakan? πŸ€”πŸ˜”
 
Pemerintah Provinsi NTT terlalu banyak fokus membangun infrastruktur dan pariwisata, tapi gak pernah memperhatikan masalah pendidikan yang cukup serius. Saya pikir itu harus berubah, kita harus fokus membangun sistem pendidikan yang solid, jadi anak-anak bisa belajar dengan baik tanpa masalah. Gubernur Melki Laka Lena udah bermaksud yang benar, tapi pemerintah provinsi harus bekerja lebih keras lagi untuk menyelesaikan masalah ini. Saya harap pemerintah provinsi NTT bisa belajar dari kesalahan ini dan tidak terulang lagi di masa depan πŸ€”πŸ’‘
 
Pameran konsumtif itu nggak pernah habis kan? Mereka saja yang suka bikin pameran dan promosi, tapi siapa yang bilang tentang kasus anak SD yang harus meninggal karena tidak punya buku dan pensil? Kalau bisa jalan, kenapa gubernur NTT malah ngerasa harus bertanggung jawab? Itu bukan kegagalan sistem pendidikan aja, itu bukti bahwa pemerintah belum pernah sebenarnya peduli dengan rakyat mereka πŸ€¦β€β™‚οΈ
 
Gini aja, kalau sistem pendidikan di NTT sama sekali gak bisa ngatur, berapa biaya ya untuk membangun sekolah baru? πŸ€” 1,5 miliar rupiah, 3 miliar rupiah, lebih tidak penting kan? apa khasiatnya kalau kita beli buku dan pensil yang mahal untuk anak SD?

Sampah aja, pemerintah Provinsi NTT harus memprioritaskan pembangunan infrastruktur pendidikan yang solid dan efisien. Jangan cuma fokus pada penambahan anggaran saja, tapi juga harus ada rencana yang baik dan jelas tentang bagaimana cara mengelola dana tersebut. πŸ“ˆ
 
kembali
Top