Gubernur Malut Sherly Gandeng PNM Perkuat Peran Perempuan dalam Perekonomian Daerah

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengadakan kunjungan ke Menara PNM, Jakarta, untuk memperkuat peran perempuan dalam perekonomian daerah. Hal ini dilakukan melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Gubernur Sherly membahas tentang program pemberdayaan perempuan di Maluku Utara, salah satunya melalui Program PNM Mekaar yang menyasar perempuan prasejahtera pengusaha ultra mikro.

Di dalam dialog bersama nasabah, Gubernur Sherly menyoroti pentingnya kedisiplinan dan kebersamaan sebagai kunci keberhasilan perempuan dalam membangun usaha. Ia juga menggali pengalaman para nasabah sebagai inspirasi bagi perempuan di Maluku Utara yang tengah merintis usaha.

Kombinasi kerja sama antara pemerintah dan perusahaan swasta ini bertujuan untuk mendorong tumbuhnya usaha ultra mikro yang berkelanjutan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan daerah. Dewi Susanti, nasabah PNM Mekaar Cabang Depok, mengatakan bahwa program ini membantu dia membuka usaha untuk membantu ekonomi keluarganya.

Pengalaman serupa dirasakan Wiwin Winarti, nasabah PNM Mekaar Cabang Depok. Ia menemukan bahwa pendampingan PNM tidak hanya membantu dia mengelola usahanya tetapi juga memberikan pengetahuan tentang cara memanfaatkan sampah di rumah.

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan komitmen PNM dalam memperluas akses pemberdayaan perempuan hingga ke wilayah timur Indonesia. "Kami terus berkomitmen memperkuat pemberdayaan perempuan di desa-desa," ujar Dodot.

Dengan kerja sama ini, diharapkan dapat dipercayai dampak program pemberdayaan perempuan lebih luas dan mendorong tumbuhnya usaha ultra mikro yang berkelanjutan.
 
Aku pikir program ini benar-benar inspiratif banget! Kita butuh banyak inspirasi dari para perempuan seperti Dewi Susanti dan Wiwin Winarti yang berhasil membuka usahanya lewat program PNM Mekaar. Aku senang melihat bahwa pemerintah dan perusahaan swasta bekerja sama untuk mendukung perempuan di Maluku Utara. Kita harus terus mendukung program-program ini sehingga dampaknya bisa merasuki banyak orang. Saya juga harap jangan ada perbedaan antar wilayah, semoga program ini bisa bermanfaat bagi semua daerah di Indonesia ๐Ÿ™
 
Gubernur Sherly Tjoanda kayaknya buat jembatan antara pemerintah dan perusahaan swasta supaya bisa membantu para pengusaha perempuan di Maluku Utara. Program PNM Mekaar itu enak banget, aku pikir itu salah satu cara agar ekonomi keluarga bisa lebih stabil. Aku senang melihat Dewi Susanti dan Wiwin Winarti bisa mendapatkan bantuan dari program ini, itu bikin aku yakin bahwa kerja sama antara pemerintah dan perusahaan swasta bisa jadi solusi yang baik.
 
Pengalaman nasabah seperti Dewi Susanti dan Wiwin Winarti memang sangat inspiratif! Program PNM Mekaar benar-benar membantu mereka mengelola usaha dan memberikan pengetahuan tentang cara memanfaatkan sampah di rumah. Saya rasa ini adalah contoh yang bagus bagaimana kerja sama antara pemerintah dan perusahaan dapat mendorong tumbuhnya usaha ultra mikro yang berkelanjutan ๐Ÿ’ก๐Ÿ“ˆ

Saya juga senang melihat komitmen Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, dalam memperluas akses pemberdayaan perempuan hingga ke wilayah timur Indonesia. Ini adalah langkah yang sangat penting dalam mendorong perkembangan ekonomi di daerah-daerah tersebut ๐Ÿš€๐Ÿ’ผ

Namun, saya rasa ada hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu bagaimana program-program seperti ini dapat lebih efisien dan efektif dalam mendorong tumbuhnya usaha ultra mikro. Mungkin bisa dilakukan dengan melibatkan teknologi, seperti digitalisasi kegiatan ekonomi, agar prosesnya menjadi lebih cepat dan efisien ๐Ÿค–๐Ÿ’ป
 
Kerja sama antara pemerintah dan perusahaan swasta seperti ini memang penting banget, tapi kita harus ngecek data dulu siapa aja nasabah-nasabah PNM Mekaar yang ada di Depok dan Maluku Utara, apakah benar-benar mereka sudah lulus program atau apa sih? Kita juga perlu tahu lebih banyak tentang dampaknya, bukan hanya kata-kata ganti lama dari Dodot Patria Ary. Nah, kalau benar-benar program ini membantu ekonomi keluarga dan daerah, itu keren banget! ๐Ÿ˜Š
 
aku rasa gubernur sherly tjoanda malah nambahin beban pekerjaannya aja, aku yakin dia udah capek banget dengan birokrasi di Maluku Utara, tapi gak apa yang dia lakukan sih? dia mau membantu perempuan di daerahnya juga! aku pikir dia bisa kebagian waktu untuk pergi Jakarta juga, kan ada banyak hal lain yang bisa dia lakukan di rumah aja
 
Kurang bingung aje banget sih... Gubernur Sherly Tjoanda itu nggak salah nih, dia benar-benar sengaja mengajak perempuan di Maluku Utara untuk terlibat dalam perekonomian daerah. Aku pikir itu sangat bijak, karena kini di tahun 2025, kita sudah sadar bahwa perempuan punya peran yang sangat penting dalam membangun ekonomi keluarga dan masyarakat.

Aku senang banget melihat bahwa program PNM Mekaar ini tidak hanya membantu perempuan prasejahtera untuk terlibat dalam usaha, tapi juga memberikan pengetahuan tentang cara mengelola sampah di rumah. Si Wiwin Winarti itu benar-benar inspiratif, dia punya pengalaman yang bisa dibagikan kepada perempuan lain.

Aku rasa ini adalah contoh bagus bahwa kerja sama antara pemerintah dan perusahaan swasta dapat membawa hasil yang positif. Dan aku setuju dengan Dodot Patria Ary, si Secretaris Perusahaan PNM, dia benar-benar komitmen untuk memperluas akses pemberdayaan perempuan hingga ke wilayah timur Indonesia.

Tapi, apa yang membuatku sedih nih... masih banyak perempuan di Maluku Utara yang belum memiliki kesempatan untuk terlibat dalam usaha. Aku rasa ini adalah tantangan yang harus diatasi oleh kita semua. Kita harus terus berusaha untuk memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi perempuan ini, sehingga mereka dapat menjadi bagian dari perekonomian daerah dan membangun keluarga yang kuat. ๐Ÿค๐Ÿ’ช
 
Gubernur Sherly Tjoanda itu kayak gak ngerti dengan apa lagi. Membangun usaha yang sukses dengan kedisiplinan aja? Kalau aku bisa, aku akan jadi gubernur juga, tapi aku yakin aku tidak bisa memenangkan hati orang-orang seperti Sherly. Di Maluku Utara aku masih ingat masa lalu ketika ibu saya bekerja sebagai petani dan sukses membuat keuntungan dari tanah yang subur. Aku pikir itu lebih penting daripada berkelanjutan usaha! Tapi, sepertinya program ini tidak salah juga. Jika bisa membantu orang seperti Dewi Susanti dan Wiwin Winarti, maka aku setuju dengan itu. Yang penting adalah memberikan kesempatan bagi perempuan di Maluku Utara untuk sukses, tapi aku ingin melihat bagaimana program ini akan berubah menjadi realita di masa depan ๐Ÿค”๐Ÿ’ธ
 
Gubernur Sherly Tjoanda nyata-nyata bikin perbedaan besar untuk perempuan di Maluku Utara, dia punya program yang bisa membantu mereka membangun usaha dan lebih berdaya saing. Program PNM Mekaar itu keren banget! ๐Ÿ‘

Saya senang melihat para perempuan seperti Dewi Susanti dan Wiwin Winarti yang punya pengalaman serupa. Mereka bisa belajar dari satu sama lain dan mendapatkan dukungan dari PNM. Itu sangat positif!

Tapi, saya pikir ini harus diikuti oleh semua pemerintahan di Indonesia, bukan hanya Maluku Utara. Kita harus memastikan bahwa setiap daerah memiliki program seperti ini untuk membantu perempuan membangun usaha dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Saya juga ingin melihat lebih banyak sinergi antara pemerintah dan perusahaan swasta, seperti PNM. Kita harus bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu membantu masyarakat membangun usaha yang berkelanjutan. ๐Ÿ’ก
 
Aku pikir ini hanya langkah politis dari PNM dan gubangnya, malah buat siapa lagi kalau bukan perempuan di Maluku Utara. Apa aku asusila apa yang mereka harapkan? Hanya birokrasi yang lebih tebal lagi? Aku rasa ini semua hanya pameran untuk dipamerkan di forum internasional, apa lagi sih keberhasilannya?

Aku juga bingung kenapa harus dipilih perempuan prasejahtera pengusaha ultra mikro aja, siapa yang lain? Mungkin kalau mereka dari kalangan kaya atau influencer, bisa jadi program ini membawa manfaat. Tapi siapa yang terlampaui di luar itu, aku rasa tidak ada yang didorong.

Dan yang bikinku bingung lagi adalah, kenapa harus dipercayai dampaknya saja? Apa kalau program ini tidak berdampak sama sekali? Maka dari itu, aku jadi penasaran, siapa yang akan bertanggung jawab jika program ini gagal?
 
๐Ÿค” Gubernur Sherly Tjoanda itu nih, dia benar-benar peduli dengan perempuan di Maluku Utara. Dia ingin mereka bisa mengelola usahanya sendiri dan tidak bergantung pada orang lain. Maka dari itu, dia bekerja sama dengan PNM untuk memberikan pelatihan dan dukungan kepada perempuan prasejahtera pengusaha ultra mikro.

Sayangnya, kita masih banyak yang di luar daerah ini, terutama kalau kita lihat dari data ekonomi. Jadi, kerja sama seperti ini benar-benar penting agar dapat memperluas akses pemberdayaan perempuan ke seluruh wilayah Indonesia. Tapi, aku rasa kita masih harus bekerja keras untuk mengatasi masalah-masalah yang ada di daerah-daerah terpencil.

Misalnya, keterjangkauan infrastruktur dan akses ke fasilitas ekonomi. Jadi, kerja sama seperti ini tidak hanya tentang memberikan dukungan kepada perempuan, tapi juga tentang membangun infrastruktur yang lebih baik agar mereka bisa mengelola usahanya dengan lebih efisien.
 
Pernah nggak sih kalau PNM jadi salah satu penyebab utama konsumen mikro dari daerah Maluku Utara pindah ke kota besar seperti Jakarta? Mereka udah terbiasa dengan program-program yang 'bantu' seperti ini, apa sih yang akan menjadi perbedaan jika ada kerja sama antara PNM dan gublang maluku?
 
Aku pikir punya program seperti ini memang perlu banget. Di Maluku Utara, aku penasaran apa aja masalahnya ada perempuan yang ingin memulai bisnis tapi takut buang-buang uang atau apa aja kelemahan-kelemaannya di daerah. Nah, misalnya itu karena kurang berpengalaman, kurang paham bagaimana cara mengelola uang atau apa aja hal-hal lain yang membuat mereka ragu-ragu.

Jadi, program ini kayaknya cukup penting banget. Jika bisa membantu perempuan di Maluku Utara membangun usaha dan tidak hanya berhenti pada usaha mikro tapi terus berkembang, itu bakalan sangat berdampak positif terhadap masyarakat daerah.
 
Merasakan ada yang nggak konsisten disini ๐Ÿค”. Kita ngilerin tentang program pemberdayaan perempuan, tapi apa yang sebenarnya dibicarakan? Budaya kerja sama antara pemerintah dan swasta? Atau cuma soal-soal emosi dan inspirasi? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ

Gubernur Sherly malah buat contoh bahwa perempuan di Maluku Utara udah punya ide, tapi apa yang dibutuhkan sih ada sumber daya dan infrastruktur yang cukup ya? Mending fokus pada hal-hal konkret seperti itu aja, biar programnya nggak basa-basahan ๐Ÿ˜.
 
ada kemungkinan gubernur maluku utara sherly tjondho makin makin terlihat sebagai personitas yang baik dan tangguh di bidang pemberdayaan perempuan tapi ini aja cuma program saja, apa jangan salah sapa ngebut ke daerah lain yang udah lama kering?
 
Kalau nonton video klip gubernur Sherly Tjoanda di menara PNM Jakarta, aku rasa sangat inspiratif banget! Aku lihat dia ngobrol dengan para nasabah dari Maluku Utara, dan aku pikir itu sangat keren banget. Dia ngomongkan tentang pentingnya disiplin dan kerja sama buat berusaha sukses, tapi yang paling aku suka adalah dia ngagumin pengalaman para nasabah di daerahnya. Mereka punya cerita inspiratif banyak banget!

Aku harap program ini bisa jadi contoh bagi kita semua, terutama perempuan-perempuan di Indonesia. Kita harus berani mencoba dan tidak takut gagal, karena itu adalah pintu masuk untuk sukses! Aku juga senang melihat Dewi Susanti dan Wiwin Winarti memiliki kesempatan untuk belajar dari PNM Mekaar Cabang Depok. Aku rasa ini bukan hanya tentang program pemberdayaan perempuan, tapi juga tentang bagaimana kita bisa bekerja sama dan mendukung satu sama lain! ๐Ÿ˜Š๐ŸŒฑ
 
Pertemuan seperti ini memang seru ๐Ÿค! Yang penting adalah gubernaor Sherly bisa membawa perubahan positif di daerahnya, khususnya untuk wanita-wanita yang ingin memulai usaha kecil. Saya senang melihat pengalaman para nasabah bisa menjadi inspirasi bagi mereka yang ingin mendaki.

Tapi, mungkin juga perlu diawasi agar program ini bisa mencapai target yang benar-benar efektif. Mau tidak, saya pikir ini sudah jalan dengan baik ๐Ÿคž!
 
Gubernur Sherly Tjoanda nggak bisa salah, dia benar-benar punya niatan yang baik. Tapi, aku penasaran, apa benar kebenaran program PNM Mekaar? Apa ada data atau sumber yang tahu apakah program ini benar-benar membantu perempuan di Maluku Utara? Aku nggak bisa percaya kalau hanya karena gubernur bilang itu kaya, maka program itu otomatis berkelanjutan.

Aku juga penasaran, siapa sih Dewi Susanti dan Wiwin Winarti? Apa mereka benar-benar nasabah PNM Mekaar atau mereka hanya orang yang dipilih untuk jadi contoh? Aku ingin tahu lebih lanjut tentang program ini sebelum aku percaya. ๐Ÿค”
 
Gubernur Sherly Tjoanda yang pintar banget! Dia benar-benar peduli dengan perempuan di Maluku Utara. Mereka punya program yang asyik untuk membantu perempuan prasejahtera pengusaha ultra mikro. Saya senang lihat Dewi Susanti dan Wiwin Winarti punya pengalaman yang positif dari program tersebut. Mereka bisa membuka usaha dan mendapatkan pengetahuan tentang cara memanfaatkan sampah di rumah ๐ŸŒฟ๐Ÿ‘. Saya harap program ini bisa berlanjut dan membantu banyak perempuan di Maluku Utara untuk memiliki usaha yang sukses ๐Ÿ’ช.
 
kembali
Top