Bank Jakarta siap IPO di 2027, tetapi bagaimana caranya? Gubernur DKI Pramono Anung meyakini bahwa Bank Jakarta harus membangun budaya kerja yang kuat untuk dapat melantai di pasar bursa. Ia menekankan pentingnya transparansi dan kepercayaan publik.
Pramono berpendapat bahwa bank perlu memiliki budaya kerja yang efektif, sehingga dapat mengatasi tantangan dalam proses IPO. Karena itu, ia menyarankan agar Bank Jakarta tidak hanya fokus pada ketepatan kerja, tapi juga harus bekerja secara cerdas (work smart).
Ia juga ingin memastikan bahwa Bank Jakarta tidak memiliki birokrasi yang rumit, karena hal ini dapat membuat kepercayaan publik menurun. Oleh karena itu, ia mengharapkan agar bank tersebut dapat menyediakan pelayanan yang baik dan cepat kepada masyarakat.
Menurut Gubernur DKI Pramono Anung, Bank Jakarta akan melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2027 dengan tujuan memperoleh dana Rp3 triliun. Ia yakin bahwa dengan penawaran umum perdana saham, Bank Jakarta dapat menjadi perusahaan yang lebih baik dan lebih transparan.
Pramono juga ingin mengingatkan bahwa sebagai bank publik, Bank Jakarta harus memiliki budaya kerja yang kuat untuk dapat mengatasi tantangan dalam proses IPO. Ia menekankan pentingnya kepercayaan publik dan transparansi dalam proses tersebut.
Pramono berpendapat bahwa bank perlu memiliki budaya kerja yang efektif, sehingga dapat mengatasi tantangan dalam proses IPO. Karena itu, ia menyarankan agar Bank Jakarta tidak hanya fokus pada ketepatan kerja, tapi juga harus bekerja secara cerdas (work smart).
Ia juga ingin memastikan bahwa Bank Jakarta tidak memiliki birokrasi yang rumit, karena hal ini dapat membuat kepercayaan publik menurun. Oleh karena itu, ia mengharapkan agar bank tersebut dapat menyediakan pelayanan yang baik dan cepat kepada masyarakat.
Menurut Gubernur DKI Pramono Anung, Bank Jakarta akan melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2027 dengan tujuan memperoleh dana Rp3 triliun. Ia yakin bahwa dengan penawaran umum perdana saham, Bank Jakarta dapat menjadi perusahaan yang lebih baik dan lebih transparan.
Pramono juga ingin mengingatkan bahwa sebagai bank publik, Bank Jakarta harus memiliki budaya kerja yang kuat untuk dapat mengatasi tantangan dalam proses IPO. Ia menekankan pentingnya kepercayaan publik dan transparansi dalam proses tersebut.