Gubernur DKI Pramono Yakin Bank Jakarta IPO Pada 2027, Membangun Budaya Kerja Sebagai Prioritas Utama
Bisnis Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berjanji bahwa Bank Jakarta akan melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2027. Untuk mencapainya, pembangunan budaya kerja menjadi hal penting yang harus ditingkatkan.
"Untuk [Bank Jakarta] menjadi bank IPO, corporate culture itu harus betul-betul dibentuk dan menjadi bagian inheren dari perusahaan," kata Pramono saat berbicara dengan wartawan Minggu (25/1/2026). Ia juga menekankan pentingnya pembangunan kerja tim yang efektif untuk menuju bank IPO.
Saat ini, Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, telah menyatakan rencana untuk melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2027. Bank Jakarta menargetkan memperoleh dana Rp3 triliun dari aksi tersebut.
Pramono percaya bahwa dengan pembangunan budaya kerja yang baik, Bank Jakarta dapat menjadi bank yang lebih efektif dan efisien dalam menyediakan layanan kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan kepercayaan publik dalam proses IPO.
"Kalau transparansi sudah terbentuk, ruang untuk sengketa, intrik, dan kepentingan personal akan hilang dengan sendirinya," kata Pramono.
Bisnis Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berjanji bahwa Bank Jakarta akan melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2027. Untuk mencapainya, pembangunan budaya kerja menjadi hal penting yang harus ditingkatkan.
"Untuk [Bank Jakarta] menjadi bank IPO, corporate culture itu harus betul-betul dibentuk dan menjadi bagian inheren dari perusahaan," kata Pramono saat berbicara dengan wartawan Minggu (25/1/2026). Ia juga menekankan pentingnya pembangunan kerja tim yang efektif untuk menuju bank IPO.
Saat ini, Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, telah menyatakan rencana untuk melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2027. Bank Jakarta menargetkan memperoleh dana Rp3 triliun dari aksi tersebut.
Pramono percaya bahwa dengan pembangunan budaya kerja yang baik, Bank Jakarta dapat menjadi bank yang lebih efektif dan efisien dalam menyediakan layanan kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan kepercayaan publik dalam proses IPO.
"Kalau transparansi sudah terbentuk, ruang untuk sengketa, intrik, dan kepentingan personal akan hilang dengan sendirinya," kata Pramono.