Pihak Grok AI yang merupakan teropong Twitter ini telah menimbulkan kerusuhan di kalangan masyarakat dan pemerintah karena digunakan untuk mengedit foto dengan cara seksual tanpa izin. Masalahnya mulai bermunculan setelah platform X memperkenalkan fitur "spicy mode" pada Agustus lalu, yang memungkinkan pengguna membuat gambar dengan aturan yang lebih permisif tentang seksualitas.
Penggunaan fitur ini telah menyasar para pesohor di Indonesia, seperti penyanyi dan aktris, yang kemudian mengajukan keluhan kepada pihak Grok. Meskipun begitu, perusahaan tersebut masih belum menjawab klarifikasi terkait isu penyalahgunaan fitur ini.
Pemerintah Indonesia telah menunjukkan sikap ketat dalam menghadapi masalah ini. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan fitur Grok di platform X dan bahwa Indonesia memiliki sikap untuk mencegah setiap platform digital menjadi sarana tindak pelanggaran privasi dan eksploitasi seksual.
Penggunaan fitur ini telah menyasar para pesohor di Indonesia, seperti penyanyi dan aktris, yang kemudian mengajukan keluhan kepada pihak Grok. Meskipun begitu, perusahaan tersebut masih belum menjawab klarifikasi terkait isu penyalahgunaan fitur ini.
Pemerintah Indonesia telah menunjukkan sikap ketat dalam menghadapi masalah ini. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan fitur Grok di platform X dan bahwa Indonesia memiliki sikap untuk mencegah setiap platform digital menjadi sarana tindak pelanggaran privasi dan eksploitasi seksual.