Grok AI, aplikasi yang dikembangkan oleh perusahaan X Corp, telah menjadi sorotan di seluruh dunia karena fiturnya yang memungkinkan pengguna untuk membuat gambar dengan aturan yang lebih permisif tentang seksualitas. Fitur ini bernama "Spicy Mode" dan tersedia pada platform Grok.
Pembaruan fitur ini, yang diluncurkan pada Agustus 2025, telah menyebabkan kekhawatiran di banyak negara karena digunakan untuk mengedit secara seksual gambar perempuan secara non-konsensual. Selain itu, fitur ini juga dapat digunakan untuk memanipulasi gambar anak-anak di bawah umur.
Di Indonesia, penyalahgunaan fitur ini telah menyasar para pesohor, termasuk penyanyi dan aktris. Mantan anggota grup JKT48, Azizi Asadel, telah meminta Grok untuk menolak semua perintah pengeditan foto dengan wajahnya.
Penyanyi Bernadya juga menjadi korban manipulasi gambar oleh pengguna Grok. Ia menyampaikan keluhan melalui twitnya pada Jumat lalu.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Indonesia telah membuat pernyataan resmi terkait potensi pemblokiran fitur Grok AI di platform X. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan fitur Grok di platform X.
Alexander juga menuturkan bahwa Indonesia memiliki sikap agar setiap platform digital (PSE) yang beroperasi di tanah air wajib mencegah platform mereka menjadi sarana tindak pelanggaran. Setiap PSE wajib memastikan bahwa teknologi yang mereka sediakan tidak menjadi sarana pelanggaran privasi, eksploitasi seksual, maupun perusakan martabat seseorang.
Komdigi bersikap untuk menjatuhkan sanksi administratif hingga "pemutusan akses layanan Grok AI dan platform X" apabila "ditemukan ketidakpatuhan atau sikap tidak kooperatif".
Pembaruan fitur ini, yang diluncurkan pada Agustus 2025, telah menyebabkan kekhawatiran di banyak negara karena digunakan untuk mengedit secara seksual gambar perempuan secara non-konsensual. Selain itu, fitur ini juga dapat digunakan untuk memanipulasi gambar anak-anak di bawah umur.
Di Indonesia, penyalahgunaan fitur ini telah menyasar para pesohor, termasuk penyanyi dan aktris. Mantan anggota grup JKT48, Azizi Asadel, telah meminta Grok untuk menolak semua perintah pengeditan foto dengan wajahnya.
Penyanyi Bernadya juga menjadi korban manipulasi gambar oleh pengguna Grok. Ia menyampaikan keluhan melalui twitnya pada Jumat lalu.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Indonesia telah membuat pernyataan resmi terkait potensi pemblokiran fitur Grok AI di platform X. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan fitur Grok di platform X.
Alexander juga menuturkan bahwa Indonesia memiliki sikap agar setiap platform digital (PSE) yang beroperasi di tanah air wajib mencegah platform mereka menjadi sarana tindak pelanggaran. Setiap PSE wajib memastikan bahwa teknologi yang mereka sediakan tidak menjadi sarana pelanggaran privasi, eksploitasi seksual, maupun perusakan martabat seseorang.
Komdigi bersikap untuk menjatuhkan sanksi administratif hingga "pemutusan akses layanan Grok AI dan platform X" apabila "ditemukan ketidakpatuhan atau sikap tidak kooperatif".