Salon Kecantikan di Bandung Menggabungkan Seni dan Galeri
Di Jalan Cilaki Kota Bandung, terdapat salon kecantikan yang tidak hanya menawarkan layanan kecantikan, tetapi juga menyajikan karya-karya seni yang dipamerkan pada dinding salon. Konsep ini merupakan yang pertama di Indonesia, menggabungkan ruang galeri dan salon kecantikan dalam satu pengalaman kreatif yang unik.
Salon ini merupakan bagian dari ekosistem Grey yang lebih luas, yang digagas oleh Grace Christianti, Elia Yoesman, dan Jennifer Sugianto. Visinya adalah menghadirkan seni sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari serta memperluas cara publik berinteraksi dengan praktik seni rupa kontemporer.
Owner salon ini, Grace Christianto, menyatakan bahwa dengan menghadirkan karya seni di ruang salon, Grey menekankan bahwa apresiasi seni telah menjadi bagian dari gaya hidup, dan seni rupa kini cukup cair untuk masuk ke dalam ruang publik sehari-hari. Kombinasi warna hitam dan putih memberi ruang bagi mata dan pikiran untuk berjeda serta bernapas sejenak.
Dalam tahun pertamanya, salon ini menampilkan karya-karya dengan visualisasi monokrom hitamโputih. Kehadiran karya di ruang keseharian memposisikan seni terasa dekat, akrab dan menjadi bagian dari pengalaman hidup, bukan sekadar pajangan.
Selain sebagai medium apresiasi, karya-karya yang ditampilkan juga tersedia untuk dijual, sebagai bagian dari distribusi karya dan dukungan terhadap praktik seni seniman. Dengan cara ini, salon tidak hanya menghadirkan pengalaman visual dan emosional, tetapi juga berperan dalam memperluas akses pasar bagi karya seni kontemporer.
Konsep ini menjadi platform bagi seniman untuk menampilkan karya sekaligus laboratorium eksperimen bagi integrasi seni ke dalam gaya hidup publik. Membuka kemungkinan baru bagi pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.
Salon ini merupakan contoh dari inovasi Grey Art Gallery Bandung yang lebih luas, dengan komitmen membangun ekosistem bagi praktik seni, apresiasi publik, serta pengembangan ekonomi kreatif melalui berbagai format ruang dan program lintas disiplin.
Di Jalan Cilaki Kota Bandung, terdapat salon kecantikan yang tidak hanya menawarkan layanan kecantikan, tetapi juga menyajikan karya-karya seni yang dipamerkan pada dinding salon. Konsep ini merupakan yang pertama di Indonesia, menggabungkan ruang galeri dan salon kecantikan dalam satu pengalaman kreatif yang unik.
Salon ini merupakan bagian dari ekosistem Grey yang lebih luas, yang digagas oleh Grace Christianti, Elia Yoesman, dan Jennifer Sugianto. Visinya adalah menghadirkan seni sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari serta memperluas cara publik berinteraksi dengan praktik seni rupa kontemporer.
Owner salon ini, Grace Christianto, menyatakan bahwa dengan menghadirkan karya seni di ruang salon, Grey menekankan bahwa apresiasi seni telah menjadi bagian dari gaya hidup, dan seni rupa kini cukup cair untuk masuk ke dalam ruang publik sehari-hari. Kombinasi warna hitam dan putih memberi ruang bagi mata dan pikiran untuk berjeda serta bernapas sejenak.
Dalam tahun pertamanya, salon ini menampilkan karya-karya dengan visualisasi monokrom hitamโputih. Kehadiran karya di ruang keseharian memposisikan seni terasa dekat, akrab dan menjadi bagian dari pengalaman hidup, bukan sekadar pajangan.
Selain sebagai medium apresiasi, karya-karya yang ditampilkan juga tersedia untuk dijual, sebagai bagian dari distribusi karya dan dukungan terhadap praktik seni seniman. Dengan cara ini, salon tidak hanya menghadirkan pengalaman visual dan emosional, tetapi juga berperan dalam memperluas akses pasar bagi karya seni kontemporer.
Konsep ini menjadi platform bagi seniman untuk menampilkan karya sekaligus laboratorium eksperimen bagi integrasi seni ke dalam gaya hidup publik. Membuka kemungkinan baru bagi pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.
Salon ini merupakan contoh dari inovasi Grey Art Gallery Bandung yang lebih luas, dengan komitmen membangun ekosistem bagi praktik seni, apresiasi publik, serta pengembangan ekonomi kreatif melalui berbagai format ruang dan program lintas disiplin.