Pemadaman Listrik Massal di Nuuk, Greenland, Membawa Kembali Kenangan Berdarah
Nuuk, Greenland. Pemadaman listrik massal terjadi di ibu kota Greenland, Nuuk, beberapa hari lalu, menimbulkan kekhawatiran mengenai kemampuan pemerintah dan perusahaan utilitas negara untuk menjaga ketahanan infrastruktur. Kejadian ini menjadi peringatan serupa dari pengalaman berdarah yang telah dialami oleh penduduk Nuuk pada tahun 2018, ketika pemadaman listrik massal menyebabkan kebakaran dan korban jiwa.
Pemadaman listrik di Nuuk terjadi sejak Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 22.30 waktu setempat, akibat gangguan pada jalur transmisi listrik utama. Angin kencang yang menghantam wilayah tersebut menyerang pembangkit listrik tenaga air Buksefjord, menyebabkan "line error" pada saluran transmisi. Meskipun PLTA tetap menghasilkan listrik, masalah transmisi membuat energi itu tidak bisa digunakan sementara.
Perusahaan utilitas negara mengatakan bahwa mereka melakukan langkah-langkah untuk memulihkan listrik, tetapi masih banyak yang belum teratasi. Oleh karena itu, perusahaan tersebut menyarankan warganya untuk tetap hemat menggunakan listrik dan menyimpan air minum, makanan, obat-obatan, pakaian hangat, dan alat komunikasi alternatif untuk setidaknya lima hari.
Sementara itu, pemerintah Greenland merilis brosur kesiapsiagaan bencana, yang menegaskan bahwa panduan ini bukan berarti ada krisis yang akan segera terjadi, melainkan sebagai langkah preventif. Pemerintah juga meminta masyarakat untuk tetap waspada dan siap menghadapi situasi darurat.
Pemadaman listrik massal di Nuuk, Greenland, menjadi peringatan serupa dari pengalaman berdarah yang telah dialami oleh penduduk Nuuk pada tahun 2018. Pada saat itu, pemadaman listrik massal menyebabkan kebakaran dan korban jiwa, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai kemampuan pemerintah dan perusahaan utilitas negara untuk menjaga ketahanan infrastruktur.
Saat ini, presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa ia telah mencapai "kerangka kesepakatan" dengan NATO terkait Greenland. Namun, detailnya masih belum jelas dan tidak ada kontrak resmi yang ditandatangani. Trump juga menyebut bahwa durasi akses AS ke Greenland bisa "selamanya", bahkan menyebut angka-angka seperti 50 atau 99 tahun.
Kesepakatan ini menjadi peringatan serupa dari rencana AS untuk meningkatkan keamanan kawasan Arktik, termasuk memperkuat kemampuan AS untuk mencegah pengaruh negara lain di Greenland. Menurut sumber resmi AS, inti dari kesepakatan potensial adalah memberikan akses total bagi AS ke wilayah tertentu di Greenland tanpa batas waktu, termasuk jika Greenland suatu saat merdeka dari Denmark.
Saat ini, penduduk Nuuk dan masyarakat lainnya tetap waspada dan siap menghadapi situasi darurat. Mereka juga berharap bahwa pemerintah dan perusahaan utilitas negara dapat segera menyelesaikan masalah transmisi listrik dan memulihkan ketahanan infrastruktur di wilayah tersebut.
Nuuk, Greenland. Pemadaman listrik massal terjadi di ibu kota Greenland, Nuuk, beberapa hari lalu, menimbulkan kekhawatiran mengenai kemampuan pemerintah dan perusahaan utilitas negara untuk menjaga ketahanan infrastruktur. Kejadian ini menjadi peringatan serupa dari pengalaman berdarah yang telah dialami oleh penduduk Nuuk pada tahun 2018, ketika pemadaman listrik massal menyebabkan kebakaran dan korban jiwa.
Pemadaman listrik di Nuuk terjadi sejak Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 22.30 waktu setempat, akibat gangguan pada jalur transmisi listrik utama. Angin kencang yang menghantam wilayah tersebut menyerang pembangkit listrik tenaga air Buksefjord, menyebabkan "line error" pada saluran transmisi. Meskipun PLTA tetap menghasilkan listrik, masalah transmisi membuat energi itu tidak bisa digunakan sementara.
Perusahaan utilitas negara mengatakan bahwa mereka melakukan langkah-langkah untuk memulihkan listrik, tetapi masih banyak yang belum teratasi. Oleh karena itu, perusahaan tersebut menyarankan warganya untuk tetap hemat menggunakan listrik dan menyimpan air minum, makanan, obat-obatan, pakaian hangat, dan alat komunikasi alternatif untuk setidaknya lima hari.
Sementara itu, pemerintah Greenland merilis brosur kesiapsiagaan bencana, yang menegaskan bahwa panduan ini bukan berarti ada krisis yang akan segera terjadi, melainkan sebagai langkah preventif. Pemerintah juga meminta masyarakat untuk tetap waspada dan siap menghadapi situasi darurat.
Pemadaman listrik massal di Nuuk, Greenland, menjadi peringatan serupa dari pengalaman berdarah yang telah dialami oleh penduduk Nuuk pada tahun 2018. Pada saat itu, pemadaman listrik massal menyebabkan kebakaran dan korban jiwa, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai kemampuan pemerintah dan perusahaan utilitas negara untuk menjaga ketahanan infrastruktur.
Saat ini, presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa ia telah mencapai "kerangka kesepakatan" dengan NATO terkait Greenland. Namun, detailnya masih belum jelas dan tidak ada kontrak resmi yang ditandatangani. Trump juga menyebut bahwa durasi akses AS ke Greenland bisa "selamanya", bahkan menyebut angka-angka seperti 50 atau 99 tahun.
Kesepakatan ini menjadi peringatan serupa dari rencana AS untuk meningkatkan keamanan kawasan Arktik, termasuk memperkuat kemampuan AS untuk mencegah pengaruh negara lain di Greenland. Menurut sumber resmi AS, inti dari kesepakatan potensial adalah memberikan akses total bagi AS ke wilayah tertentu di Greenland tanpa batas waktu, termasuk jika Greenland suatu saat merdeka dari Denmark.
Saat ini, penduduk Nuuk dan masyarakat lainnya tetap waspada dan siap menghadapi situasi darurat. Mereka juga berharap bahwa pemerintah dan perusahaan utilitas negara dapat segera menyelesaikan masalah transmisi listrik dan memulihkan ketahanan infrastruktur di wilayah tersebut.