Nadiem dan Gojek, Siapa yang Terlibat Dalam Kasus Pengadaan Chromebook?
Pihak Gojek, di balik kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dengan nilai Rp809 miliar kepada bekas Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim, membenarkan bahwa mereka telah melakukan investasi. Namun, perlu diketahui bahwa ini tidak terkait dengan program Gojek untuk meningkatkan lanskap pendidikan di Indonesia maupun kerja sama dengan Kementerian Pendidikan.
Menurut keterangan pihak Google, mereka tidak pernah menawarkan, menjanjikan, atau memberikan imbalan kepada pejabat Kementerian Pendidikan sebagai imbal balik atas keputusan mereka untuk mengadopsi produk-produk Google. "Investasi pada entitas terkait Gojek ini tidak memiliki hubungan apa pun dengan upaya jangka panjang kami dalam meningkatkan lanskap pendidikan di Indonesia maupun kerja sama kami dengan Kementerian Pendidikan terkait," kata mereka.
Juga, perlu diperjelas bahwa dana investasi Rp809 miliar yang disebut sebagai bentuk penyaluran dana suap sebenarnya telah diserahkan sejak Nadiem sebelum menjadi Mendikbudristek. Google juga menegaskan bahwa investasi tersebut dilakukan jauh sebelum Nadiem menjadi Menteri Pendidikan.
Sementara itu, pihak Gojek menjelaskan bahwa mereka berinvestasi di entitas terkait antara tahun 2017 dan 2021, di mana sebagian besar investasi dilakukan jauh sebelum penunjukan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan.
Pihak Gojek, di balik kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dengan nilai Rp809 miliar kepada bekas Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim, membenarkan bahwa mereka telah melakukan investasi. Namun, perlu diketahui bahwa ini tidak terkait dengan program Gojek untuk meningkatkan lanskap pendidikan di Indonesia maupun kerja sama dengan Kementerian Pendidikan.
Menurut keterangan pihak Google, mereka tidak pernah menawarkan, menjanjikan, atau memberikan imbalan kepada pejabat Kementerian Pendidikan sebagai imbal balik atas keputusan mereka untuk mengadopsi produk-produk Google. "Investasi pada entitas terkait Gojek ini tidak memiliki hubungan apa pun dengan upaya jangka panjang kami dalam meningkatkan lanskap pendidikan di Indonesia maupun kerja sama kami dengan Kementerian Pendidikan terkait," kata mereka.
Juga, perlu diperjelas bahwa dana investasi Rp809 miliar yang disebut sebagai bentuk penyaluran dana suap sebenarnya telah diserahkan sejak Nadiem sebelum menjadi Mendikbudristek. Google juga menegaskan bahwa investasi tersebut dilakukan jauh sebelum Nadiem menjadi Menteri Pendidikan.
Sementara itu, pihak Gojek menjelaskan bahwa mereka berinvestasi di entitas terkait antara tahun 2017 dan 2021, di mana sebagian besar investasi dilakukan jauh sebelum penunjukan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan.