Gojek, dan oleh karenanya Google, tidak memiliki hubungan dengan keputusan Kementerian Pendidikan dalam mengadopsi produk-produk mereka. Menurut sumber informasi yang dipertahankan oleh Gojek dan Google, dana Rp 809 miliar diinvestasikan pada tahun 2021 ini adalah investasi dari Google sendiri.
Dalam sidang Tipikor Jakarta Pusat, Nadiem Anwar Makarim dijadinkan sebagai pelaku utama kasus pengadaan Chromebook yang berhubungan dengan keputusan beliau saat menjabat sebagai Mendikbudristek. Jaksa mendakwa bahwa Nadiem, yang juga merupakan CEO Gojek, menerima Rp 809 miliar dari proses pengadaan Chromebook pada masa jabatannya sebagai Menteri Pendidikan.
Google berulang kali membenarkan tidak ada hubungan antara investasi mereka dengan upaya meningkatkan lanskap pendidikan di Indonesia dan kerja sama dengan Kementerian Pendidikan. Menurut mereka, dana Rp 809 miliar tersebut telah diserahkan sejak Nadiem berada di posisi Menteri Pendidikan.
Berdasarkan pernyataan Gojek dan Google, mereka tidak dapat memproduksi Chromebook secara langsung untuk dikirimkan ke pelanggan. Pengadaan dikelola oleh produsen asli dan mitra-mitra lokal, dan ekosistem ini memastikan bahwa Kementerian Pendidikan memiliki kendali penuh dan transparansi dalam pengadaan perangkat keras yang kompetitif dari pemasok lokal.
Google juga menekankan kalau Chromebook dirancang untuk sekolah-sekolah di daerah terpencil, termasuk untuk menghadapi realitas di ruang kelas. Meski dioptimalkan untuk penggunaan berbasis cloud, Chromebook memiliki kemampuan untuk digunakan secara offline sehingga memastikan proses belajar tidak pernah terhenti.
Mereka juga menyatakan bahwa pendekatan serupa telah terbukti memberikan manfaat bagi banyak siswa di daerah terpencil di berbagai negara, mulai dari Brasil hingga Jepang.
Dalam sidang Tipikor Jakarta Pusat, Nadiem Anwar Makarim dijadinkan sebagai pelaku utama kasus pengadaan Chromebook yang berhubungan dengan keputusan beliau saat menjabat sebagai Mendikbudristek. Jaksa mendakwa bahwa Nadiem, yang juga merupakan CEO Gojek, menerima Rp 809 miliar dari proses pengadaan Chromebook pada masa jabatannya sebagai Menteri Pendidikan.
Google berulang kali membenarkan tidak ada hubungan antara investasi mereka dengan upaya meningkatkan lanskap pendidikan di Indonesia dan kerja sama dengan Kementerian Pendidikan. Menurut mereka, dana Rp 809 miliar tersebut telah diserahkan sejak Nadiem berada di posisi Menteri Pendidikan.
Berdasarkan pernyataan Gojek dan Google, mereka tidak dapat memproduksi Chromebook secara langsung untuk dikirimkan ke pelanggan. Pengadaan dikelola oleh produsen asli dan mitra-mitra lokal, dan ekosistem ini memastikan bahwa Kementerian Pendidikan memiliki kendali penuh dan transparansi dalam pengadaan perangkat keras yang kompetitif dari pemasok lokal.
Google juga menekankan kalau Chromebook dirancang untuk sekolah-sekolah di daerah terpencil, termasuk untuk menghadapi realitas di ruang kelas. Meski dioptimalkan untuk penggunaan berbasis cloud, Chromebook memiliki kemampuan untuk digunakan secara offline sehingga memastikan proses belajar tidak pernah terhenti.
Mereka juga menyatakan bahwa pendekatan serupa telah terbukti memberikan manfaat bagi banyak siswa di daerah terpencil di berbagai negara, mulai dari Brasil hingga Jepang.