Sekjen Golkar, Sarmuji, mengungkapkan sikap keras partai dalam menolak wacana penghapusan ambang batas parlemen. "Angka nanti bisa dibicarakan ya, angkanya bisa dibicarakan berapa yang yang bisa disepakati bersama," ujarnya.
Sarmuji mengatakan bahwa ambang batas parlemen adalah instrumen penting dalam penerapan sistem multipartai sederhana. Ia menilai sistem itu sangat kompatibel dengan sistem presidensial yang dianut Indonesia. "Jadi, apa saja instrumen apa saja yang bisa diterapkan untuk menuju sistem multipartai sederhana pasti akan setuju," kata dia.
Sementara itu, Sekjen PKS Muhammad Kholid juga menolak wacana penghapusan ambang batas parlemen. Ia mengatakan bahwa ambang batas masih diperlukan untuk menjaga stabilitas dan efektivitas pemerintahan. "Belum. Masih kita kaji. Yang jelas menurut kami bahwa ambang batas tetap dibutuhkan," kata dia.
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB, Muhammad Khozin juga menolak wacana penghapusan ambang batas parlemen. Ia mengatakan bahwa perintah MK lewat putusan 116 bukan untuk menghapus ambang batas parlemen. Putusan itu justru menekankan proporsionalitas pemilu dan penyederhanaan sistem multipartai.
Isu utama dalam RUU Pemilu yang akan dibahas Komisi II tahun ini adalah soal sistem pemilu yang proporsional agar suara pemilih tidak hilang dan semangat penyederhanaan partai politik.
Sarmuji mengatakan bahwa ambang batas parlemen adalah instrumen penting dalam penerapan sistem multipartai sederhana. Ia menilai sistem itu sangat kompatibel dengan sistem presidensial yang dianut Indonesia. "Jadi, apa saja instrumen apa saja yang bisa diterapkan untuk menuju sistem multipartai sederhana pasti akan setuju," kata dia.
Sementara itu, Sekjen PKS Muhammad Kholid juga menolak wacana penghapusan ambang batas parlemen. Ia mengatakan bahwa ambang batas masih diperlukan untuk menjaga stabilitas dan efektivitas pemerintahan. "Belum. Masih kita kaji. Yang jelas menurut kami bahwa ambang batas tetap dibutuhkan," kata dia.
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB, Muhammad Khozin juga menolak wacana penghapusan ambang batas parlemen. Ia mengatakan bahwa perintah MK lewat putusan 116 bukan untuk menghapus ambang batas parlemen. Putusan itu justru menekankan proporsionalitas pemilu dan penyederhanaan sistem multipartai.
Isu utama dalam RUU Pemilu yang akan dibahas Komisi II tahun ini adalah soal sistem pemilu yang proporsional agar suara pemilih tidak hilang dan semangat penyederhanaan partai politik.