Gerindra Belum Menentukan Ambang Batas Parlemen, Akan Dilakukan Simulasi Terlebih Dahulu
Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan simulasi tentang ambang batas parlemen (ambang batas DPR) yang sering dibicarakan. Simulasi ini belum bersifat final dan belum dapat diumumkan kepada publik.
Saat disuruh menentukan ambang batas, Dasco menjelaskan bahwa pihaknya baru kemudian melakukan simulasi internal. "Ya, kalau dalam internal Gerindra kami baru kemudian awal mengadakan simulasi-simulasi internal," kata Dasco usai perayaan HUT ke-18 Gerindra di Kertanegara, Jakarta Selatan.
Mengenai usulan Waketum PAN Eddy Soeparno untuk menghapus ambang batas parlemen, Dasco tidak memberikan komentar. Namun, sebelumnya Eddy Soeparno mengatakan bahwa partainya ingin menghapus ambang batas parlemen karena ketentuan ini menyebabkan jutaan suara pemilih tak terwakili di DPR.
"Kita termasuk di antara partai yang dari dulu memang menginginkan adanya penghapusan ambang batas, baik itu pilpres maupun untuk pemilihan legislatif," kata Eddy. "Karena kita melihat dengan adanya ambang batas ini ada jutaan pemilih yang kemudian tidak bisa ditampung aspirasinya di DPR karena partainya tidak lolos, dan itu jumlahnya tidak kecil, belasan juta."
Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan simulasi tentang ambang batas parlemen (ambang batas DPR) yang sering dibicarakan. Simulasi ini belum bersifat final dan belum dapat diumumkan kepada publik.
Saat disuruh menentukan ambang batas, Dasco menjelaskan bahwa pihaknya baru kemudian melakukan simulasi internal. "Ya, kalau dalam internal Gerindra kami baru kemudian awal mengadakan simulasi-simulasi internal," kata Dasco usai perayaan HUT ke-18 Gerindra di Kertanegara, Jakarta Selatan.
Mengenai usulan Waketum PAN Eddy Soeparno untuk menghapus ambang batas parlemen, Dasco tidak memberikan komentar. Namun, sebelumnya Eddy Soeparno mengatakan bahwa partainya ingin menghapus ambang batas parlemen karena ketentuan ini menyebabkan jutaan suara pemilih tak terwakili di DPR.
"Kita termasuk di antara partai yang dari dulu memang menginginkan adanya penghapusan ambang batas, baik itu pilpres maupun untuk pemilihan legislatif," kata Eddy. "Karena kita melihat dengan adanya ambang batas ini ada jutaan pemilih yang kemudian tidak bisa ditampung aspirasinya di DPR karena partainya tidak lolos, dan itu jumlahnya tidak kecil, belasan juta."