Gerindra Ingatkan Pesan Prabowo Dalam Operasi Tangkap Tangan KPK Pada Kadernya
Kondisi terkini kasus dua kepala daerah yang ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) ini sangat mengkhawatirkan. Menteri Sekretaris Negara dan Wakil Ketua DPP Partai Gerindra, Prasetyo Hadi menyatakan bahwa kedua kepala daerah tersebut adalah Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sadewo yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Mereka adalah politisi senior yang telah lama berkecimpung di pemerintahan daerah.
Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa korupsi masih menjadi persoalan serius yang harus ditangani bersama-sama oleh seluruh elemen bangsa. Prasetyo menegaskan bahwa masalah korupsi ini adalah pekerjaan rumah yang sangat besar dan harus dihadapi bersama.
Presiden RI Prabowo Subianto secara konsisten mengingatkan pentingnya integritas dan penegakan hukum dalam berbagai kesempatan. Berkali-kali juga dalam berbagai forum bapak presiden terus mengingatkan hal tersebut, termasuk dalam operasi tangkap tangan KPK.
KPK menangkap Wali Kota Madiun Maidi melalui OTT di Madiun dengan mengamankan 14 orang lainnya serta menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp100 juta hingga Rp999 juta. Maidi kemudian ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemerasan terkait pengadaan proyek.
Sementara itu, Bupati Pati Sadewo ditangkap KPK dalam rangkaian OTT terpisah di wilayah Pati. Setelah penangkapan, Sadewo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemerasan jabatan terhadap perangkat desa.
Maidi dikenal sebagai politisi senior yang telah lama berkecimpung di pemerintahan daerah. Ia menjabat Wali Kota Madiun untuk periode kedua setelah memenangi Pilkada 2024 sebelumnya juga pernah menduduki sejumlah jabatan birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, Bupati Pati Sadewo juga merupakan kader Partai Gerindra yang terpilih sebagai kepala daerah pada Pilkada 2024.
Kondisi terkini kasus dua kepala daerah yang ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) ini sangat mengkhawatirkan. Menteri Sekretaris Negara dan Wakil Ketua DPP Partai Gerindra, Prasetyo Hadi menyatakan bahwa kedua kepala daerah tersebut adalah Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sadewo yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Mereka adalah politisi senior yang telah lama berkecimpung di pemerintahan daerah.
Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa korupsi masih menjadi persoalan serius yang harus ditangani bersama-sama oleh seluruh elemen bangsa. Prasetyo menegaskan bahwa masalah korupsi ini adalah pekerjaan rumah yang sangat besar dan harus dihadapi bersama.
Presiden RI Prabowo Subianto secara konsisten mengingatkan pentingnya integritas dan penegakan hukum dalam berbagai kesempatan. Berkali-kali juga dalam berbagai forum bapak presiden terus mengingatkan hal tersebut, termasuk dalam operasi tangkap tangan KPK.
KPK menangkap Wali Kota Madiun Maidi melalui OTT di Madiun dengan mengamankan 14 orang lainnya serta menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp100 juta hingga Rp999 juta. Maidi kemudian ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemerasan terkait pengadaan proyek.
Sementara itu, Bupati Pati Sadewo ditangkap KPK dalam rangkaian OTT terpisah di wilayah Pati. Setelah penangkapan, Sadewo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemerasan jabatan terhadap perangkat desa.
Maidi dikenal sebagai politisi senior yang telah lama berkecimpung di pemerintahan daerah. Ia menjabat Wali Kota Madiun untuk periode kedua setelah memenangi Pilkada 2024 sebelumnya juga pernah menduduki sejumlah jabatan birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, Bupati Pati Sadewo juga merupakan kader Partai Gerindra yang terpilih sebagai kepala daerah pada Pilkada 2024.