Empat remaja pria, korban kekerasan jalanan di Sukabumi, terpaksa dilarikan ke IGD RSUD Sekarwangi, Cibadak. Mereka mendapat luka berlumuran darah akibat diserang senjata tajam oleh gerombolan motor.
Saat itu, mereka melintas di kawasan jalur arah Parungkuda dan tiba-tiba diserang sekelompok orang tak dikenal. Alvin, salah satu korban, mengatakan bahwa kelompok penyerang tersebut langsung mengeluarkan celurit begitu berpapasan.
"Para pelaku pakai helm, kita papasan, tiba-tiba langsung nyerang, langsung ngeluarin celurit. Enggak sempat minta tolong, saya langsung lari. Gerombolan itu pakai motor semuanya," kata Alvin.
Selain Alvin, korban lainnya juga mengalami serangan sama. MIF, yang menderita luka sabetan di bagian lutut kaki, mengatakan bahwa kelompok penyerang tersebut langsung berpapasan dan kemudian nyerang dengan senjata tajam.
"Saya tangkis pak, soalnya diarahkan ke kepala. Pelakunya pakai helm semua, jadi enggak kenal wajahnya," ungkap MIF.
Korban lainnya, B, mengatakan bahwa ia juga terkena serangan dan mendapat luka bacok di bagian punggung.
"Kejadiannya gelap, setengah empat subuh. Saya di belakang (dibonceng), tahu-tahu kena bacok," tuturnya.
Suasana haru terlihat saat keluarga korban tiba di rumah sakit. Nenek dari korban MIF, Juju, tampak syok dan tak kuasa menahan tangis. Ia tidak menyangka cucunya menjadi korban kekerasan jalanan.
"Gegap banget dapat kabar dari temannya. Dia lagi rajaban di sekolahan. Jam 11 malam dikabarin masih di tempat acara rajaban, tahu-tahu jam 4 subuh sudah di IGD," ucap Juju terbata-bata.
Saat ini, belum ada respons maupun keterangan dari pihak kepolisian.
Saat itu, mereka melintas di kawasan jalur arah Parungkuda dan tiba-tiba diserang sekelompok orang tak dikenal. Alvin, salah satu korban, mengatakan bahwa kelompok penyerang tersebut langsung mengeluarkan celurit begitu berpapasan.
"Para pelaku pakai helm, kita papasan, tiba-tiba langsung nyerang, langsung ngeluarin celurit. Enggak sempat minta tolong, saya langsung lari. Gerombolan itu pakai motor semuanya," kata Alvin.
Selain Alvin, korban lainnya juga mengalami serangan sama. MIF, yang menderita luka sabetan di bagian lutut kaki, mengatakan bahwa kelompok penyerang tersebut langsung berpapasan dan kemudian nyerang dengan senjata tajam.
"Saya tangkis pak, soalnya diarahkan ke kepala. Pelakunya pakai helm semua, jadi enggak kenal wajahnya," ungkap MIF.
Korban lainnya, B, mengatakan bahwa ia juga terkena serangan dan mendapat luka bacok di bagian punggung.
"Kejadiannya gelap, setengah empat subuh. Saya di belakang (dibonceng), tahu-tahu kena bacok," tuturnya.
Suasana haru terlihat saat keluarga korban tiba di rumah sakit. Nenek dari korban MIF, Juju, tampak syok dan tak kuasa menahan tangis. Ia tidak menyangka cucunya menjadi korban kekerasan jalanan.
"Gegap banget dapat kabar dari temannya. Dia lagi rajaban di sekolahan. Jam 11 malam dikabarin masih di tempat acara rajaban, tahu-tahu jam 4 subuh sudah di IGD," ucap Juju terbata-bata.
Saat ini, belum ada respons maupun keterangan dari pihak kepolisian.