Selain Manchester United, Manchester City dan Liverpool juga tercatat sebagai tim yang paling sering menjadi korban keputusan keliru dari bilik VAR. Tim-tim ini mengantongi selisih -1 di laporan terbaru Panel Key Match Incidents (KMI) Premier League hingga pekan ke-19.
Sementara itu, di sisi lain, Chelsea dan Newcastle United menjadi tim yang paling diuntungkan oleh keputusan VAR musim ini. The Blues mencatatkan selisih +3, sedangkan Newcastle United mendapatkan tren positif dengan catatan selisih +2.
Inkonsistensi masih menjadi masalah besar bagi otoritas Premier League. Meski jumlah kesalahan ini masih lebih sedikit dibandingkan musim 'horor' 2022/2023, publik tetap mempertanyakan konsistensi para pengadil lapangan. Kenaikan jumlah kesalahan dari musim lalu di fase yang sama (pekan 19) menjadi alarm bagi otoritas Premier League.
Oleh karena itu, urusan persepsi keadilan dan konsistensi pengambilan keputusan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas hingga saat ini. Panel KMI menegaskan bahwa meskipun VAR membantu wasit, perlu adanya upaya untuk meningkatkan konsistensi dan keadlian dalam pengambilan keputusan.
Manajer dan pemain Manchester United, ternyata harus mempertimbangkan lagi keputusan VAR. Selisih -2 yang diraih oleh tim ini justru membuat mereka menjadi tim yang paling sering menjadi korban keputusan keliru dari bilik VAR.
Sementara itu, di sisi lain, Chelsea dan Newcastle United menjadi tim yang paling diuntungkan oleh keputusan VAR musim ini. The Blues mencatatkan selisih +3, sedangkan Newcastle United mendapatkan tren positif dengan catatan selisih +2.
Inkonsistensi masih menjadi masalah besar bagi otoritas Premier League. Meski jumlah kesalahan ini masih lebih sedikit dibandingkan musim 'horor' 2022/2023, publik tetap mempertanyakan konsistensi para pengadil lapangan. Kenaikan jumlah kesalahan dari musim lalu di fase yang sama (pekan 19) menjadi alarm bagi otoritas Premier League.
Oleh karena itu, urusan persepsi keadilan dan konsistensi pengambilan keputusan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas hingga saat ini. Panel KMI menegaskan bahwa meskipun VAR membantu wasit, perlu adanya upaya untuk meningkatkan konsistensi dan keadlian dalam pengambilan keputusan.
Manajer dan pemain Manchester United, ternyata harus mempertimbangkan lagi keputusan VAR. Selisih -2 yang diraih oleh tim ini justru membuat mereka menjadi tim yang paling sering menjadi korban keputusan keliru dari bilik VAR.