Gegara Anak Buah, Purbaya Kena Sindir Prabowo saat Retret

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui telah tersindir dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat retret Kabinet Merah-Putih. Di acara tersebut, Presiden menyinggung masalah under invoicing dan penghindaran pajak yang masih terjadi di Indonesia.

Saat berbicara di Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Januari 2026, Purbaya mengatakan bahwa dia disindir oleh Presiden saat pertemuan dengan dia di Hambalang. Dia bilang bahwa dia bilang kepada Presiden, 'Apakah kita akan mau dikibulin terus oleh pegawai Pajak dan Bea Cukai?' Purbaya menegaskan bahwa walaupun Presiden tidak langsung melihat kepadanya, namun dia sudah menyebarkan pesan tersebut. Dia bahkan menepuk dada dengan gembira.

Purbaya juga mengaku telah menemukan 10 perusahaan sawit yang melakukan under invoicing terhadap sekitar 50 persen volume ekspor mereka. Selain itu, ia juga menemukan adanya perusahaan baja asal Cina yang beroperasi secara ilegal di Indonesia.

Menurut Purbaya, Presiden hanya mengetahui gambaran besar terkait praktik under invoicing dan penghindaran pajak ini, tetapi sebagai Bendahara Negara, dia merasa bahwa menuntaskan masalah-masalah di dua Direktorat di bawah Kementerian Keuangan itu menjadi tanggungjawabnya.

Purbaya berkomitmen untuk menyelesaikan masalah under invoicing dan penghindaran pajak dalam 6 bulan ke depan. Ia juga menjanjikan bahwa jika ada perusahaan yang terus melakukan praktik tersebut, dia akan menyikat perusahaannya.
 
Mereka bilang presiden nggak peduli, tapi kira-kira apa yang terjadi di belakang layar ya? Menteri Purbaya bilang Presiden menyinggung masalah under invoicing, tapi aku pikir kalau benar-benar Presiden nggak peduli, dia cuma ngeliat-ngeliat aja. Jadi kayaknya dia bilang sesuatu yang tidak mau dia dengar langsung. Tapi, apa salahnya? Dia bilang ada 10 perusahaan sawit yang melakukan under invoicing, itu nyata banget! Dan ada perusahaan baja asal Cina yang beroperasi secara ilegal... kalau gak ada yang tahu, aku yakin ada banyak lagi.
 
aku rasa paham apa yang dipikirkan menteri keuangan itu, tapi gak bisa tidak pikir bahwa presiden punya alasan sendiri kenapa ngomong hal ini 🤔. apa sih tujuan dia? mungkin dia ingin buat rakyat merasa bahwa dia sengaja terus ada permasalahan di bidang pajak, tapi sebenarnya gak terlalu serius kan?
 
Maksudnya, kalau tidak ada siapa yang mau menghadapi masalah ini... tapi rasanya Purbaya udah punya bakat untuk nggabungkan kerja sama dengan Presiden. Tapi, sumber daya buat menyelesaikannya itu gak jarang bingung... tapi aku percaya dia bisa, dia udh nyata nggabung kekuatan dari berbagai sumber... dan yang penting, dia punya niat baik... 🤞
 
🤔 Mas bro, aku pikir ini semua bisa jadi strategi Presiden untuk membuat rakyat pedulikan masalah pemerintah. Tapi, aku masih ragu... Menteri Purbaya bilang ada 10 perusahaan sawit yang melakukan under invoicing, tapi siapa tahu benar atau tidak? 😒 Aku ingin melihat bukti-bukti yang solid sebelum aku yakin. Dan apa dengan perusahaan baja asal Cina yang beroperasi ilegal? Ada kepastian apa lagi bahwa dia bukan hanya mengatakan aja? 🤷‍♂️
 
Wahhh, mantep banget nyatanya Purbaya! Dia bilang sudah menemukan 10 perusahaan sawit yang bikin under invoicing itu 😱 dan ia mau menyikat perusahaan itu 🚮. Saya setuju banget dengan keputusan Purbaya ini, harus dihakimi ketika ada yang tidak follow aturan 🙏. Saya rasa kita semua bisa belajar dari kesalahan-kesalahan mereka 🤔. Dan mantep juga kalau Purbaya bilang Presiden hanya tahu gambaran besar aja 😂. Sebagai Bendahara Negara, Purbaya harus dihormati karena ia yang bertanggung jawab atas hal ini 💪. Saya percaya bahwa Purbaya bisa menyelesaikan masalah under invoicing dan penghindaran pajak dalam 6 bulan ke depan ⏰. Semoga sukses ya Purbaya! 😊
 
Gue pikir kalau Purbaya nggak salah, apa pun Presiden bilang di acara retret kabinet. Dia cuma nyebutin kebenaran dan membuat orang-orang di luar kabinet yang nggak enak dengan kata-katanya. Under invoicing itu masalah besar ya, tapi gue pikir dia sudah buat rencana yang baik untuk mengatasinya. 6 bulan aja dia mau menyelesaikannya? Gue rasa itu realistis, karena ini bukanlah masalah sederhana. Tapi gue percaya dia bisa nggak, karena Purbaya nyata-nyata ingin bukti dan tindakan yang konkrit untuk menghentikan praktik tersebut.
 
kembali
Top