Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengumumkan sanksi kenaikan tarif dagang bagi 8 negara Uni Eropa, termasuk Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, Swedia, Norwegia, Denmark, dan Finlandia. Sanksi ini diterapkan pada 1 Februari nanti dan akan dinaikkan menjadi 25 persen pada Juni 2026.
Sanksi ini diumumkan beberapa hari setelah 8 negara Eropa tersebut mengirimkan misi militer ke Greenland untuk memperkuat keamanan wilayah itu. Ancaman Trump yang "tidak dapat diterima" ini memicu respons dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Macron meminta kepada para pemimpin Uni Eropa untuk mengaktifkan Instrumen Anti-Paksaan Ekonomi (ACI), yang dikenal sebagai "bazoka perdagangan". Bazoka perdagangan adalah senjata dagang yang dapat digunakan oleh Uni Eropa untuk menyelesaikan sengketa perdagangan dan melindungi kepentingannya.
Jika permintaan Prancis disetujui, Uni Eropa tidak hanya dapat mengenakan tarif tambahan pada impor AS, tetapi juga dapat mencegah perusahaan AS membeli saham di perusahaan mana pun di 27 negara anggotanya, menerima pembiayaan publik atau swasta, dan berpartisipasi dalam tender kontrak publik dengan pemerintah mereka.
Selain itu, ACI memberi wewenang kepada Uni Eropa untuk menuntut "ganti rugi" ekonomi dari negara yang melakukan paksaan terhadapnya. Bazoka perdagangan ini dirancang untuk melawan campur tangan paksa dari kekuatan eksternal yang semula dimaksud adalah China, bukan AS.
Pengaktifan bazoka perdagangan ini membuka peluang bagi Uni Eropa untuk "mencegah negara ketiga menerapkan tindakan paksa terhadap kepentingan Uni Eropa" dan untuk membalas dengan sejumlah aksi.
Sanksi ini diumumkan beberapa hari setelah 8 negara Eropa tersebut mengirimkan misi militer ke Greenland untuk memperkuat keamanan wilayah itu. Ancaman Trump yang "tidak dapat diterima" ini memicu respons dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Macron meminta kepada para pemimpin Uni Eropa untuk mengaktifkan Instrumen Anti-Paksaan Ekonomi (ACI), yang dikenal sebagai "bazoka perdagangan". Bazoka perdagangan adalah senjata dagang yang dapat digunakan oleh Uni Eropa untuk menyelesaikan sengketa perdagangan dan melindungi kepentingannya.
Jika permintaan Prancis disetujui, Uni Eropa tidak hanya dapat mengenakan tarif tambahan pada impor AS, tetapi juga dapat mencegah perusahaan AS membeli saham di perusahaan mana pun di 27 negara anggotanya, menerima pembiayaan publik atau swasta, dan berpartisipasi dalam tender kontrak publik dengan pemerintah mereka.
Selain itu, ACI memberi wewenang kepada Uni Eropa untuk menuntut "ganti rugi" ekonomi dari negara yang melakukan paksaan terhadapnya. Bazoka perdagangan ini dirancang untuk melawan campur tangan paksa dari kekuatan eksternal yang semula dimaksud adalah China, bukan AS.
Pengaktifan bazoka perdagangan ini membuka peluang bagi Uni Eropa untuk "mencegah negara ketiga menerapkan tindakan paksa terhadap kepentingan Uni Eropa" dan untuk membalas dengan sejumlah aksi.