Kemajuan Teknologi Medis: Da Vinci XI Siap Menjadi Pilihan Operasi Kanker Prostat di Indonesia
Teknologi medis di Indonesia terus menunjukkan kemajuan signifikan dalam meningkatkan kualitas perawatan pasien. Salah satu contoh adalah hadirnya teknologi bedah robotik mutakhir, Da Vinci XI, yang sekarang sudah dapat dimanfaatkan untuk penanganan kanker prostat di dalam negeri.
Kehadiran teknologi ini membuka akses terhadap tindakan operasi presisi tinggi tanpa harus berobat ke luar negeri. Da Vinci XI dikenal sebagai sistem bedah minimal invasif yang dirancang untuk membantu dokter melakukan operasi dengan tingkat akurasi sangat tinggi. Meski kerap disebut sebagai robot, Da Vinci XI sepenuhnya tetap berada di bawah kendali dokter spesialis.
Teknologi ini berfungsi sebagai alat bantu yang memungkinkan dokter menjangkau area operasi yang sempit dan sulit diakses, tanpa perlu membuat banyak sayatan seperti pada operasi terbuka konvensional. Dengan demikian, pasien dapat mengalami proses operasi yang lebih aman dan efektif.
Sistem Da Vinci XI terdiri dari tiga komponen utama, yaitu sistem audiovisual, patient cart, dan surgical console. Sistem audiovisual berperan sebagai pusat kontrol kamera, memungkinkan dokter melihat area operasi secara detail dan jelas. Patient cart dilengkapi empat lengan robot dan ditempatkan langsung di atas pasien untuk melakukan tindakan bedah. Sedangkan surgical console adalah tempat dokter bedah duduk dan mengendalikan seluruh pergerakan lengan robot secara ergonomis.
Keunggulan utama Da Vinci XI terletak pada kestabilan dan fleksibilitas manuver. Operasi robotik memanfaatkan lengan robot yang sangat stabil, sehingga sayatan menjadi lebih akurat dan risiko kesalahan akibat tremor atau kelelahan tangan dapat diminimalkan. Selain itu, dengan empat lengan robot yang tersedia, satu dokter spesialis dapat melakukan tindakan yang biasanya membutuhkan dua operator.
Prof. Dr. dr. Agus Rizal A.H. Hamid, Sp.U (K) Onk, FICRS, bersama timnya telah mengerjakan lebih dari 50 kasus operasi robotik sejak 2021. Berdasarkan pengalaman tersebut, hasil operasi robotik dinilai jauh lebih baik dibandingkan laparoskopi maupun operasi terbuka, karena pembedahan dapat dilakukan milimeter demi milimeter dengan tetap menjaga jaringan sehat di sekitarnya.
Dalam beberapa tindakan yang disarankan menggunakan teknologi ini, seperti radikal prostatektomi untuk kanker prostat dan partial nephrectomy yang memungkinkan pengangkatan tumor ginjal tanpa harus mengangkat seluruh organ. Dengan demikian, teknologi Da Vinci XI siap menjadi pilihan operasi kanker prostat di Indonesia yang efektif dan aman bagi pasien.
Teknologi medis di Indonesia terus menunjukkan kemajuan signifikan dalam meningkatkan kualitas perawatan pasien. Salah satu contoh adalah hadirnya teknologi bedah robotik mutakhir, Da Vinci XI, yang sekarang sudah dapat dimanfaatkan untuk penanganan kanker prostat di dalam negeri.
Kehadiran teknologi ini membuka akses terhadap tindakan operasi presisi tinggi tanpa harus berobat ke luar negeri. Da Vinci XI dikenal sebagai sistem bedah minimal invasif yang dirancang untuk membantu dokter melakukan operasi dengan tingkat akurasi sangat tinggi. Meski kerap disebut sebagai robot, Da Vinci XI sepenuhnya tetap berada di bawah kendali dokter spesialis.
Teknologi ini berfungsi sebagai alat bantu yang memungkinkan dokter menjangkau area operasi yang sempit dan sulit diakses, tanpa perlu membuat banyak sayatan seperti pada operasi terbuka konvensional. Dengan demikian, pasien dapat mengalami proses operasi yang lebih aman dan efektif.
Sistem Da Vinci XI terdiri dari tiga komponen utama, yaitu sistem audiovisual, patient cart, dan surgical console. Sistem audiovisual berperan sebagai pusat kontrol kamera, memungkinkan dokter melihat area operasi secara detail dan jelas. Patient cart dilengkapi empat lengan robot dan ditempatkan langsung di atas pasien untuk melakukan tindakan bedah. Sedangkan surgical console adalah tempat dokter bedah duduk dan mengendalikan seluruh pergerakan lengan robot secara ergonomis.
Keunggulan utama Da Vinci XI terletak pada kestabilan dan fleksibilitas manuver. Operasi robotik memanfaatkan lengan robot yang sangat stabil, sehingga sayatan menjadi lebih akurat dan risiko kesalahan akibat tremor atau kelelahan tangan dapat diminimalkan. Selain itu, dengan empat lengan robot yang tersedia, satu dokter spesialis dapat melakukan tindakan yang biasanya membutuhkan dua operator.
Prof. Dr. dr. Agus Rizal A.H. Hamid, Sp.U (K) Onk, FICRS, bersama timnya telah mengerjakan lebih dari 50 kasus operasi robotik sejak 2021. Berdasarkan pengalaman tersebut, hasil operasi robotik dinilai jauh lebih baik dibandingkan laparoskopi maupun operasi terbuka, karena pembedahan dapat dilakukan milimeter demi milimeter dengan tetap menjaga jaringan sehat di sekitarnya.
Dalam beberapa tindakan yang disarankan menggunakan teknologi ini, seperti radikal prostatektomi untuk kanker prostat dan partial nephrectomy yang memungkinkan pengangkatan tumor ginjal tanpa harus mengangkat seluruh organ. Dengan demikian, teknologi Da Vinci XI siap menjadi pilihan operasi kanker prostat di Indonesia yang efektif dan aman bagi pasien.