Brahim Diaz, bintang Timnas Maroko yang gagal menjalankan penalti krusial dalam final Piala Afrika 2026, menyatakan bahwa jiwa belakangnya "sakit" setelah kegagalan itu. Dalam pernyataan emosional di media sosial, Diaz bertanggung jawab sepenuhnya atas kesalahan tersebut dan meminta maaf dari penggemar-penggemarnya.
Pada akhir laga yang berlangsung panas dan sarat kontroversi, penalti krusial yang dilakukannya justru terlalu lemah dan dengan mudah diamankan oleh kiper Senegal, Edouard Mendy. Kesempatan emas itu hangus, mengakhiri harapan Maroko dan menutup malam yang pahit bagi Diaz.
Diaz menegaskan bahwa ia telah berjuang sepenuh hati sepanjang turnamen dan merasa tidak sendirian karena dukungan penggemar-penggemarnya. Namun, pada momen terpenting ia gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor penalti.
"Jiwaku sakit. Aku memimpikan gelar ini berkat semua cinta yang kalian berikan kepadaku, setiap pesan, setiap dukungan yang membuatku merasa tidak sendirian," tulis Diaz dalam pernyataannya.
Diaz juga menegaskan bahwa ia telah bertanggung jawab sepenuhnya atas kesalahan tersebut dan meminta maaf dari penggemar-penggemarnya. Hal ini menunjukkan bahwa beliau sangat berat hati karena gagal menjalankan penalti krusial dalam final Piala Afrika 2026.
Pada akhir laga yang berlangsung panas dan sarat kontroversi, penalti krusial yang dilakukannya justru terlalu lemah dan dengan mudah diamankan oleh kiper Senegal, Edouard Mendy. Kesempatan emas itu hangus, mengakhiri harapan Maroko dan menutup malam yang pahit bagi Diaz.
Diaz menegaskan bahwa ia telah berjuang sepenuh hati sepanjang turnamen dan merasa tidak sendirian karena dukungan penggemar-penggemarnya. Namun, pada momen terpenting ia gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor penalti.
"Jiwaku sakit. Aku memimpikan gelar ini berkat semua cinta yang kalian berikan kepadaku, setiap pesan, setiap dukungan yang membuatku merasa tidak sendirian," tulis Diaz dalam pernyataannya.
Diaz juga menegaskan bahwa ia telah bertanggung jawab sepenuhnya atas kesalahan tersebut dan meminta maaf dari penggemar-penggemarnya. Hal ini menunjukkan bahwa beliau sangat berat hati karena gagal menjalankan penalti krusial dalam final Piala Afrika 2026.