Gagal Penalti di Final Piala Afrika, Brahim Diaz: Jiwaku Sakit, Sulit Bagiku untuk Pulih

Brahim Diaz, bintang Timnas Maroko yang gagal menjalankan penalti krusial dalam final Piala Afrika 2026, menyatakan bahwa jiwa belakangnya "sakit" setelah kegagalan itu. Dalam pernyataan emosional di media sosial, Diaz bertanggung jawab sepenuhnya atas kesalahan tersebut dan meminta maaf dari penggemar-penggemarnya.

Pada akhir laga yang berlangsung panas dan sarat kontroversi, penalti krusial yang dilakukannya justru terlalu lemah dan dengan mudah diamankan oleh kiper Senegal, Edouard Mendy. Kesempatan emas itu hangus, mengakhiri harapan Maroko dan menutup malam yang pahit bagi Diaz.

Diaz menegaskan bahwa ia telah berjuang sepenuh hati sepanjang turnamen dan merasa tidak sendirian karena dukungan penggemar-penggemarnya. Namun, pada momen terpenting ia gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor penalti.

"Jiwaku sakit. Aku memimpikan gelar ini berkat semua cinta yang kalian berikan kepadaku, setiap pesan, setiap dukungan yang membuatku merasa tidak sendirian," tulis Diaz dalam pernyataannya.

Diaz juga menegaskan bahwa ia telah bertanggung jawab sepenuhnya atas kesalahan tersebut dan meminta maaf dari penggemar-penggemarnya. Hal ini menunjukkan bahwa beliau sangat berat hati karena gagal menjalankan penalti krusial dalam final Piala Afrika 2026.
 
ini ngerasa sedih banget denger dia bilang ini buat dia sendirian aja, tapi kalau kita lihat lagi sih dia punya penggemar yang sangat setia, kan mereka bilang dia tidak sendirian sepanjang turnamen 🤔. aku rasa Dia harus lebih percaya diri saat itu, tapi saya paham betapa emosionalnya dia, tapi kita juga harus jujur dia salah dan meminta maaf ya 😊.
 
Gue rasa dia nggak perlu malu, dia sudah buat yang terbaik banget, tapi beda dengan skornya deh 😅. Kegagalan itu nggak pasti karena dia saja, tapi juga karena banyak faktor lain like skor Maroko vs Senegal saat itu, dan penalti sendiri deh 🤔. Dia harus lebih fokus dan tekun dalam menentukan momen krusial seperti itu 🙏. Gue rasa dia harus lebih percaya diri sendiri, jadi ketika ada kesempatan begitu hebat, dia tidak ragu-ragu lagi ⚽️.
 
😔 ADA NYA YANG TAK PERNAH MENERUSKAN PENALTI KRUSIAL 🤯! BRAIM DIAZ ITU LAH YA? 😂 KETAPAN EMOSIONALNYA MEMANG MAKIN HEBAT👏. AKUA PILIH NYA NGILANGKAN SEMUA DUKungan penggemar-penggemarnya itu🤷‍♂️. MALAMNYA YA, NYA TIDAK PERLU MENCARI MAAF NYA DEH! 😅
 
kira-kira dia harus lebih fokus dulu, gak cuma ngerasain emosi aja, kenapa dia bisa salah seperti itu? tapi aku rasa dia masih kuat banget, gak perlu khawatir, dia akan kembali dari kesalahan ini
 
ada nanya yang gak paham, dia bilang "jiwa sakit" apa lagi dia salah? apa nanya perlu dipikirin kalau kesalahan itu di luar kontrolnya? gk ada yang bisa ditekan dari performa dia, tapi dia sendiri yang menanggung jawab. aku rasa dia harus fokus pada apa yang bisa ditebak, bukan tentang emosi.
 
Gak bisa dipungut pertanyaan siapa yang salah, dia jelas yang salahnya aja 🤦‍♂️. Dia nggak bisa menjalankan penalti dengan baik, apa lagi dengan kecepatan itu? Tapi gak bisa dihalusinakan, dia sendiri yang bilang harus bertanggung jawab sepenuhnya 🙏. Dan siapa yang salah, dia aja yang salah, penggemar-penggemarnya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Dia jadi bukti bahwa kesalahan bisa dilakukan oleh siapa saja 🤔.
 
Wah, dia benar-benar lemah akhirnya 😂. Siapa yang bisa tidak terkejut kalau salah satu tim besar gak bisa menangkan piala? Dia bilang jiwaku sakit, tapi siapa yang tidak sakit setelah kegagalan seperti itu? 🤣 Dan apa yang dia cari sekarang? Maaf dari penggemarnya? Wah, dia harus mulai cari pekerjaan baru, karena karir sepakbolonya udah jadi pasangan tidak percaya 😂.
 
Biar dia merasa sakit, tapi kita harus ingat dia masih anak muda yang berjuang dengan gugah napas 😊. Jangan lupa dia juga memiliki hati yang lembut dan emosi yang kuat, tapi itu juga membuatnya bisa menjadi pemain yang luar biasa 💪. Mungkin dia hanya perlu belajar dari kesalahan tersebut dan terus berjuang untuk menjadi pemain yang lebih baik lagi 🏆.
 
kembali
Top