Pemimpin Baru OJK: Proses Seleksi yang Transparan, Friderica Widyasari Jadi Pjs
JAKARTA - Penunjukan pimpinan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus mengikuti undang-undang yang berlaku. Friderica Widyasari Dewi, Pejabat Sementara (Pjs) Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara transparan dengan melibatkan berbagai lembaga negara.
"Kalau nama itu sudah pasti bukan dari kita (OJK). Itu kan nanti ada mekanisme di undang-undang," kata Friderika saat ditemui di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu lalu.
Pemilihan pimpinan baru OJK harus melalui proses yang panjang, yaitu dari Panitia Seleksi (Pansel) hingga keputusan Presiden dan legislatif. Friderika menekankan bahwa OJK tidak memiliki otoritas untuk menentukan pengganti mereka sendiri.
"Ada mekanismenya untuk pemilihan. Nanti namanya dipilih, dikirim ke Presiden, terus ditetapkan di DPR, dan lain-lain," ujarnya.
Proses seleksi OJK ini akan dilakukan dengan transparan dan melibatkan berbagai lembaga negara. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa pemimpin baru OJK dipilih secara adil dan demokratis.
JAKARTA - Penunjukan pimpinan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus mengikuti undang-undang yang berlaku. Friderica Widyasari Dewi, Pejabat Sementara (Pjs) Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara transparan dengan melibatkan berbagai lembaga negara.
"Kalau nama itu sudah pasti bukan dari kita (OJK). Itu kan nanti ada mekanisme di undang-undang," kata Friderika saat ditemui di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu lalu.
Pemilihan pimpinan baru OJK harus melalui proses yang panjang, yaitu dari Panitia Seleksi (Pansel) hingga keputusan Presiden dan legislatif. Friderika menekankan bahwa OJK tidak memiliki otoritas untuk menentukan pengganti mereka sendiri.
"Ada mekanismenya untuk pemilihan. Nanti namanya dipilih, dikirim ke Presiden, terus ditetapkan di DPR, dan lain-lain," ujarnya.
Proses seleksi OJK ini akan dilakukan dengan transparan dan melibatkan berbagai lembaga negara. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa pemimpin baru OJK dipilih secara adil dan demokratis.