Fraksi PDIP Rotasi Anggota DPR Rieke Diah Pitaloka hingga Stevano Rizki

Fraksi PDIP di DPR RI melakukan rotasi anggota dalam alat kelengkapan dewan (AKD). Pihak yang terkena rotasi adalah Rieke Diah Pitaloka dan Stevano Rizki Adranacus. Rotasi ini tidak terkait dengan evaluasi, melainkan prioritas kebutuhan dari fraksi.

Menurut Ketua Fraksi PDIP DPR RI, Utut Adianto, rotasi dianggap sebagai hal yang biasa dan terjadi dalam Komisi III, IV, VI, IX, hingga X DPR. Utut juga menyebut bahwa Mercy Chriesty Barends dipindahkan ke Komisi III DPR RI, sementara Dewi Yuliani dan Stevano Rizki Adranacus mengalami rotasi.

"Dia (Rieke Diah Pitaloka) sebelumnya merupakan anggota Komisi VI, sekarang menjadi anggota Komisi III. Mercy Barends dari Komisi X dipindahkan ke III. Mbak Dewi Yuliani dan Stevano yang dari III pindah," ujar Utut.

Rotasi di DPR RI tidak terkait dengan evaluasi, melainkan prioritas kebutuhan dari fraksi. "Bukan soal, kalau soal evaluasi, pemahamannya kinerjanya buruk. Kan nggak dievaluasi. Kalau ini lebih ke kebutuhan. Pergeseran-pergeseran biasa," ungkap Utut.

Rotasi di DPR RI menjadi perhatian publik setelah Rieke Diah Pitaloka hadir dan menyuarakan pendapatnya di rapat dengar pendapat Komisi XIII DPR pada Kamis (15/1).
 
Wah, ini penting banget sih... Rieke Pitaloka dan Stevano Rizki Adranacus bareng-bareng rotasi positionnya, apa kegiatan mereka? πŸ€” Saya rasa di Komisi III DPR, mbak Dewi Yuliani dan Mercy Barends juga harus siap adaptasi dengan perubahan ini. Kalau Utut Adianto bilang soal evaluasi tapi tidak terkait, saking pentingnya, Rieke Pitaloka udah nyanyikan pendapatnya di rapat dengar Komisi XIII DPR... Wah, siapa tahu apa yang terjadi sebenarnya? πŸ€·β€β™€οΈ
 
Aku pikir Rotasi ini jadi perhatian masyarakat, tapi apa yang sebenarnya harapannya? πŸ€”
Rotasi ini sebenarnya nggak ada masalah, tapi kalau ada yang salah, kenapa harus menjadi isu? πŸ™„
Mungkin karena Rieke Pitaloka yang bikin kontroversi di rapat dengar pendapat Komisi XIII DPR. Tapi apa yang diharapkan dari Rotasi ini? πŸ€·β€β™€οΈ
Bisa jadi Rotasi ini akan lebih baik jika ada evaluasi yang seimbang, tapi kalau tidak, nggak ada masalah juga aja 😊
 
Rotasi ini nggak seru, makanya gini aja. Kalau mau evaluasi kinerjanya, bukan harus bawa-bawa pergeseran tanpa alasan. Rieke Diah Pitaloka itu mantap duduk di Komisi III sampai keberangkatan nanti. Siapa tahu apa yang dihasilkan dia kalau diberi kesempatan lebih lama? Nggak kayaknya ini hanya sekedar pergeseran tanpa arti.
 
Saya penasaran apa yang bikin Rieke jadi seseorang yang bikin banyak gosip. Kalau dia sebelumnya anggota Komisi VI, sekarang jadi Komisi III, itu artinya dia punya minat yang berbeda-beda, kan? Atau mungkin utut memilih dia untuk ditarik ke komisi lain karena dia juga bisa membantu utut dalam hal ini. Saya rasa ini perlu diperhatikan agar tidak ada yang terluka dalam proses ini... πŸ€”
 
Rotasi pasangan di DPR RI, ini bakal bikin kerja sama parlemen jadi macet πŸ˜’. Rieke Pitaloka dan Stevano Adranacus, apa kalian itu pasangan yang bikin kerja sama macet? πŸ€”. Utut Adianto bilang soal evaluasi, kinerjanya buruk, tapi ini gak related πŸ™„. Rotasi di DPR RI, sih biasa-biasa aja, tapi apa yang penting adalah bagaimana dia (Rieke Pitaloka) bisa bersuara di Komisi XIII? πŸ˜’. Saya pikir ini akan bikin kerja sama parlemen jadi macet dan tidak efektif πŸ’”.
 
Gue rasa aksi-aksi ini tidak nggak terlalu menarik, sih... Rotasi anggota di DPR RI sudah jadi kebiasaan, kayaknya. Gue ingat saat gue masih kecil, rotasi ini juga terjadi di Dewan Perwakilan Daerah (Dapil) kita. Yang penting, kira-kira siapa aja yang akan menjadi ketua komisi, nggak apa sih...

Aku rasa Utut Adianto kayaknya udah capek banget dengan segala perubahan, tapi gue nggak bisa boleh, karena ini jadi kebiasaan. Rotasi ini gak terkait dengan evaluasi, tapi lebih bareng prioritas kebutuhan dari fraksi. Gue rasa ini kayaknya bisa dihindari, tapi siapa tahu, mungkin ada alasan yang udah tergambarkan.
 
Gue rasa gini kaya ada perubahan kalau nggak ada. Rotasi ini kayak ngerasa ada konflik atau apa? Nggak punya masalah sih, tapi nggak tahu bagaimana cara kerja dulu. Kalau komisi yang sama tapi nama yang berbeda, kayaknya bisa bantu memperbarui pikiran kita. Tapi, apa yang dipikirkan Rieke Diah Pitaloka? Nggak tahu sih, tapi nggak ada jadi masalah kalau dia bisa memberikan pendapatnya.
 
Hmm, kalau nggak salah rotasi itu sebenarnya adalah bagian dari proses kerja ya. Utut jelas-jelas bilang bahwa ini bukan soal evaluasi tapi prioritas kebutuhan fraksi. Makanya Rieke Diah Pitaloka pun dipindahkan ke komisi III, dan Mercy Chriesty Barends juga ikut berganti komisi. Tapi sih, kalau diawali dengan pendapat yang keras itu, rasanya agak kontroversi deh.
 
Rotasi anggota di DPR RI, sih... aku penasaran kenapa harus terus-terusan ganti-ganti. Mereka yang nggak siap dengan perubahan ini, ya udah waktunya untuk bergabung ke grup lain. Tapi, aku tahu bahwa ini semua terkait prioritas dari fraksi, jadi aku tidak akan mengkritik Utut Adianto. Aku rasa utama di sini adalah efisiensi dan kemampuan mereka dalam melakukan pekerjaan. Jika mereka bisa menyelesaikan tugas dengan baik, maka apa pun perubahan ini? πŸ€”πŸ’‘
 
Kalau nggak salah Rotasi ini bisa jadi ada alasan apa pun, tapi kalau tahu asalnya dari mana, mungkin ada sesuatu yang tidak jelas... Saya pikir si Rieke Diah Pitaloka itu kan udah cukup berpengalaman di Komisi VI, kenapa harus pindah ke Komisi III? Apakah ada hubungan dengan si Utut Adianto yang kayaknya tidak sengaja mengeluhin dia... Saya rasanya ada sesuatu yang tidak jelas disini 😐
 
Akhirnya ada yang jelas tentang rotasi di DPR RI. Aku pikir ini masuk akal, karena fraksi PDIP pasti punya kebutuhan sendiri. Rotasi bukan hanya tentang evaluasi, tapi tentang prioritas kebutuhan fraksi. Kalau aku harus memilih, aku setuju dengan Utut Adianto, dia benar-benar jujur. Rotasi ini tidak ada gunanya jika tidak ada alasan yang tepat. Aku rasa ini akan membantu komisi-komisi di DPR RI untuk lebih efisien dan efektif. Kita harus mendukung keputusan Utut dan fraksi PDIP ini πŸ™ŒπŸ’ͺ
 
Aku rasa ini bukan nggak penting sih, tapi apa yang penting adalah rotasi ini tidak terkait sama sekali dengan evaluasi. Aku senang lihat Utut jelas bahwa ini lebih kepada kebutuhan dari fraksi, bukan tentang evaluasi. Rotasi ini seperti ganti susu, kalau salah satunya nggak asah sih. Yang penting adalah Rieke Diah Pitaloka bisa melihat apakah dia cocok di Komisi III atau tidak. Aku harap rotasi ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa kebijakan harus lebih kepada kebutuhan dan bukan hanya tentang evaluasi. πŸ˜ŠπŸ’‘
 
Kasihin aja, aku pikir ini bisa jadi gerakan kearah perubahan dalam fraksi PDIP. Rieke Diah Pitaloka sih bisa jadi punya wawasan baru untuk komisi III, tapi aku sengaja rasa ini masih agak susah diprediksi. Utut Adianto bilang kalau rotasi bukan soal evaluasi, tapi prioritas kebutuhan dari fraksi, aku setuju, tapi sih aku masih curiga apakah ada sesuatu yang lebih kompleks di balik cerita ini... πŸ€”
 
Gue rasa ini kayak aksi politik biasa-biasaan, nggak ada apa-apa yang asyik. Rieke Diah Pitaloka dan Stevano Rizki Adranacus justru nyaman banget duduk di komisi yang lain, bukan kayak dipindah-pindahkan aja. Utut Adianto juga benar, ini bukan evaluasi, tapi soal prioritas kebutuhan fraksi. Gue rasa ini bukan berarti ada keretakan di dalam PDIP, tapi justru cara mereka manajemen masalahnya yang jujur.
 
πŸ€” ayo, aja coba lihat siapa yang jadi konsultan di parlemen. kayaknya serupa juga di kantor ya? orang baru di lantai 3, orang lain di lantai 5. gini aja caranya milih? sih nggak ada cara, kira-kira siapa yang punya hubungan dengan orang lain. ayo cek lagi siapa yang jadi ketua komisi, apakah dia juga serupa? πŸ˜’
 
Saya pikir ini gampangnya. Siapa sih yang nggak suka perubahan? Rotasi ini seperti proses normal aja, kan? Jangan bingung, karena ini bukan tentang evaluasi atau apa-apa serius. Pihak PDIP hanya ingin menyesuaikan diri dengan kebutuhan yang sebenarnya, ya? Seperti di Komisi III atau X. Tidak ada masalahnya, kan? πŸ™„πŸ‘
 
Aku pikir kalau sering-sering rotasi ini bakal bikin tidak ada kepastian siapa yang akan jadi kepala komisi kayak aja πŸ€”. Nanti siapa yang terpilih, nanti siapa lagi πŸ˜‚. Rieke Diah Pitaloka dan Stevano Rizki Adranacus kayaknya harus fokus pada pekerjaan mereka aja, bukan kayak jadi perhatian publik πŸ™„.

Perubahan ini bisa dianggap sebagai hal yang normal di DPR RI, tapi aku rasa banyak yang nggak setuju dengan hal ini 😐. Kalau kita lihat data anggota Komisi III, IV, VI, IX, X DPR RI, Rieke Diah Pitaloka dan Stevano Rizki Adranacus tidak pernah ada di komisi tersebut πŸ“ˆ. Mungkin nanti kita bisa melihat bagaimana keputusan ini mempengaruhi kinerja mereka πŸ€”.

Menurut data dari DPR RI, jumlah anggota Komisi III, IV, VI, IX, X DPR RI sekitar 20 orang πŸ“Š. Jika semua anggota komisi berpindah posisi, maka ada 40 orang yang harus diisi πŸ”„. Nanti siapa yang akan diangkat? πŸ€”

Data dari laporan keuangan DPR RI menunjukkan bahwa perubahan ini tidak mempengaruhi biaya operasional DPR RI 😐. Jika dilihat dari data anggaran, DPR RI hanya kehilangan sekitar Rp 10 miliar πŸ“Š. Tapi aku rasa hal ini masih perlu diawasi agar tidak ada kesalahan πŸ™„.

Aku pikir penting untuk melihat bagaimana serangkaian perubahan ini mempengaruhi kinerja komisi-komisi tersebut πŸ€”. Mungkin nanti kita bisa menemukan solusi yang lebih baik 🌟.
 
πŸ€” aku kira rotasi ini gak masalah banget, tapi aku juga penasaran apa yang salah dengan Rieke Diah Pitaloka nih? dia bilang pendapatnya di rapat dengar pendapat Komisi XIII DPR, tapi aku nggak tahu apa yang dia lontongin. πŸ€·β€β™€οΈ

aku pikir ini lebih ke urusan fraksi PDIP aja, bukan evaluasi kinerjanya. tapi aku mau tahu, apakah ada yang salah dengan Rieke Diah Pitaloka sebelumnya? 😐

aku juga penasaran apa yang akan terjadi di Komisi III dan X DPR RI setelah Mercy Chriesty Barends dipindahkan ke III, dan Dewi Yuliani dan Stevano Rizki Adranacus pindah ke mana aja. πŸ€”
 
kembali
Top