Kegiatan Fraksi Partai Golkar MPR RI Pusat mengutamakan pengembangan pendidikan dan penerbitan obligasi daerah. Dalam konferensi pers, Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng menyatakan isu pendidikan menjadi perhatian serius. Ia berharap ke depan anggaran pendidikan dapat terus meningkat agar kualitas pendidikan nasional semakin baik.
Mekeng mengutip Undang-Undang Dasar 1945 yang menetapkan alokasi anggaran 20% untuk sektor pendidikan. Namun, ia menyatakan bahwa realisasi anggaran tersebut belum sepenuhnya mencapai angka 20%. Ia berharap pemerintah dapat meningkatkan alokasi anggaran pendidikan agar kualitas pendidikan nasional semakin baik.
Selain itu, Fraksi Partai Golkar MPR RI juga menyoroti penerbitan obligasi daerah (municipal bond) sebagai solusi untuk tekanan fiskal di pemerintah daerah. Mekeng menyatakan bahwa Fraksi Partai Golkar telah melaksanakan empat kegiatan sarasehan nasional di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Utara, Yogyakarta, Bandung, dan Bali.
Mekeng juga menyatakan bahwa masih banyak isu yang perlu diselesaikan, termasuk kemiskinan dan kesehatan sebagai hak dasar rakyat. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian yang lebih baik kepada isu-isu tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Fraksi Partai Golkar MPR RI Ferdiansyah menyatakan bahwa pihaknya akan membahas isu-isu lain yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan merupakan amanat konstitusi. Isi ini termasuk polemik kesenjangan sosial, fakir miskin, dan anak-anak terlantar.
Mekeng menyatakan bahwa kegiatan Fraksi Partai Golkar MPR RI Pusat dapat diukur secara kasat mata. Ia berharap bahwa kinerja Fraksi Partai Golkar dapat membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mewujudkan tiga pokok tujuan bangsa, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara, mewujudkan kesejahteraan rakyat, dan menjalankan hubungan politik luar negeri yang bebas dan aktif.
Mekeng mengutip Undang-Undang Dasar 1945 yang menetapkan alokasi anggaran 20% untuk sektor pendidikan. Namun, ia menyatakan bahwa realisasi anggaran tersebut belum sepenuhnya mencapai angka 20%. Ia berharap pemerintah dapat meningkatkan alokasi anggaran pendidikan agar kualitas pendidikan nasional semakin baik.
Selain itu, Fraksi Partai Golkar MPR RI juga menyoroti penerbitan obligasi daerah (municipal bond) sebagai solusi untuk tekanan fiskal di pemerintah daerah. Mekeng menyatakan bahwa Fraksi Partai Golkar telah melaksanakan empat kegiatan sarasehan nasional di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Utara, Yogyakarta, Bandung, dan Bali.
Mekeng juga menyatakan bahwa masih banyak isu yang perlu diselesaikan, termasuk kemiskinan dan kesehatan sebagai hak dasar rakyat. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian yang lebih baik kepada isu-isu tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Fraksi Partai Golkar MPR RI Ferdiansyah menyatakan bahwa pihaknya akan membahas isu-isu lain yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan merupakan amanat konstitusi. Isi ini termasuk polemik kesenjangan sosial, fakir miskin, dan anak-anak terlantar.
Mekeng menyatakan bahwa kegiatan Fraksi Partai Golkar MPR RI Pusat dapat diukur secara kasat mata. Ia berharap bahwa kinerja Fraksi Partai Golkar dapat membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mewujudkan tiga pokok tujuan bangsa, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara, mewujudkan kesejahteraan rakyat, dan menjalankan hubungan politik luar negeri yang bebas dan aktif.