Masyarakat Indonesia kembali menuntut revisi kebijakan aplikasi ojol (ojek online) yang banyak digunakan di Indonesia. Massa penumpang memprotes potongan komisi aplikasi yang saat ini berkisar antara 20 hingga 40 persen, yang mereka anggap tidak adil dan membuat pihak pengguna kehilangan uang mereka.
Pemotivasi utama penuntutan ini adalah untuk mengurangi potongan komisi aplikasi yang sangat tinggi. Penumpang berpendapat bahwa potongan ini berlebihan dan tidak perlu, sehingga meminta pemerintah untuk menetapkan kembali aturan yang ada sebelumnya.
"Kita ingin kebijakan yang adil dan transparan," kata salah satu penuntut. "Kita tidak ingin terus kehilangan uang kita karena potongan komisi aplikasi yang sangat tinggi."
Pemerintah telah diperkenalkan beberapa kemudian untuk mengatasi isu ini, tetapi masih banyak yang merasa belum terpenuhi. Masyarakat akan terus menuntut agar pemerintah dapat menetapkan kembali kebijakan aplikasi ojol sehingga lebih adil bagi pengguna.
Pemotivasi utama penuntutan ini adalah untuk mengurangi potongan komisi aplikasi yang sangat tinggi. Penumpang berpendapat bahwa potongan ini berlebihan dan tidak perlu, sehingga meminta pemerintah untuk menetapkan kembali aturan yang ada sebelumnya.
"Kita ingin kebijakan yang adil dan transparan," kata salah satu penuntut. "Kita tidak ingin terus kehilangan uang kita karena potongan komisi aplikasi yang sangat tinggi."
Pemerintah telah diperkenalkan beberapa kemudian untuk mengatasi isu ini, tetapi masih banyak yang merasa belum terpenuhi. Masyarakat akan terus menuntut agar pemerintah dapat menetapkan kembali kebijakan aplikasi ojol sehingga lebih adil bagi pengguna.