FOTO: Adies Kadir Tiba-tiba Hakim MK hingga Karhutla Aceh dan Kalbar

Adies Kadir, seorang aktivis sosial dan mantan wali kota Aceh, menyatakan tiba-tibanya menjadi hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sebuah foto yang viral.

Dalam foto tersebut, Adies Kadir menunjukkan dirinya dengan gelangannya di hadapan panel MK yang dipimpin oleh Ketua Harga Husada MK, Prof Dr Aziza Syamsudin, S.H., M.S.. Foto ini kemudian dibagikan oleh CNN Indonesia dan segera memicu perdebatan di masyarakat.

Meskipun masih menjadi subjek kontroversi, foto Adies Kadir dengan panel MK ditafsirkan sebagai tanda kesediaannya untuk terlibat dalam proses demokrasi di Indonesia.
 
Gue rasanya kayaknya kalau kita harus memikirkan siapa yang bisa dipercaya untuk menjadi hakim, bukan tentang apakah mereka punya gelang atau tidak πŸ˜‚. Nah, kalau kita lihat dari sudut pandang yang lebih luas, mungkin Adies Kadir itu masih bisa membawa sesuatu yang positif dari latar belakang mereka sebelumnya... tapi juga gue rasa perlu ada transparansi dan klarifikasi tentang apa yang dilakukan oleh MK dan bagaimana caranya mereka memilih hakim baru πŸ€”.
 
Gue pikir kalau ini bukan tentang kesediaan Adies Kadir untuk terlibat dalam progres demokrasi, tapi tentang bagaimana politikus kita selalu mencari cara untuk memperkuat dirinya sendiri. Foto Adies Kadir itu sengaja diambil saat ia sedang berada di posisi yang strategis, yaitu di depan panel MK. Itu menunjukkan betapa pentingnya posisi itu bagi siapa pun yang ingin menjadi bagian dari sistem demokrasi kita. Gue tidak percaya kalau hanya karena adanya foto viral, Adies Kadir bisa langsung menilai dirinya sebagai hakim yang baik atau buruk. Mungkin kalau gue duduk di dalem MK, aku juga akan melakukan hal yang sama untuk memperkuat diri sendiri... πŸ˜’
 
Gue rasa Adies Kadir kayak banget! Tapi nggak salah pula, kalau kita nonton foto itu, mungkin dia sambil menunjukkan gelangannya kayak sedang menggambarkan sesuatu yang penting. Gue pikir itu gampang diterima, tapi sebenarnya, apa yang terjadi di balik foto itu? Apakah dia benar-benar siap untuk menjadi hakim dan membantu proses demokrasi di Indonesia? Mungkin ada lagi cerita di balik foto yang harus kita ketahui lebih lanjut. πŸ€”
 
Gue rasa si Adies Kadir ini benar-benar membuat kontroversi lagi. Gue pikir dia udah ngikut ajaran demokrasi dan itu dia lakukan, tapi foto yang viral gue rasanya kayak dia nggak sabar-sabar duduk di sana. Kenapa harus ngambil gelangannya aja? Gue paham kalau dia ingin terlibat dalam proses demokrasi, tapi gue rasa dia udah harus lebih bijak dalam menunjukkan hal itu.
 
Hmm, kalau gini pula sih, mantan wali kota Aceh yang terkenal dengan kemampuannya mengontrol kebocoran minyak di Aceh, sekarang bisa ngeluh karena harus menginjak jarum sebagai hakim MK. Wah, tiba-tiba bisa ngajak-ajak ngurus demokrasi Indonesia juga sih? 🀣 Aku rasa foto ini kayak foto promosi film aksi, tapi malah bagian dari proses demokrasi kita πŸ™„. Tapi, aku akui, kalau bisa membuat seseorang terlihat sedang ngeluh, itu sebenarnya tanda bahwa dia sudah terlibat dengan sesuatu yang penting πŸ˜‚.
 
Gak mau ngeliat sih apa kira-kira kalau Adies Kadir punya alasan buat ngepos foto itu πŸ˜‚. Tapi, aku pikir gini, kalau dia mau terlihat progresif dan mau terlibat dalam proses demokrasi, kenapa ga jadi subjek kontroversi dulu? πŸ€”. Aku rasa kalau photo itu bisa dianggap sebagai tanda positif buat masyarakat, tapi kalau aku harus dipaksa pilih, aku lebih suka foto Adies Kadir dengan wajah yang serius aja πŸ’β€β™‚οΈ.
 
Hehe, siapa nih yang pikir Adies Kadir bisa menarik perhatian semua orang sambil menunjukkan gelangannya depan panel MK? 🀣 Kadang kayaknya kita tidak fokus pada apa yang sebenarnya penting, ya? Yang penting adalah dia mau terlibat dalam proses demokrasi, tapi siapa tahu dia juga ingin mengejar gelangannya lebih panjang! πŸ˜‚

Saya rasa ini seperti saat kamu sedang mencari kerja dan penampungan nafsu di sebuah tempat kerja yang sibuk. Kita semua butuh sedikit 'pencahayaan' dari orang lain untuk tidak terlalu bosan, kan? πŸ€“ Mungkin Adies Kadir hanya ingin menambah suasana di MK! πŸ˜„
 
Aku pikir foto Adies Kadir itu sengaja dibagikan oleh CNN untuk memicu perdebatan kalau bukan untuk menggoyang opini masyarakat. Kalau di balik viralitasnya, apa yang mereka maksud? Aku pikir ada sesuatu yang salah dalam sistem ini kalau kita harus menggunakan kontroversi sebagai cara terbaik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang demokrasi.
 
Gue pikir kalau kaki yang jernih itu sih beda makna dari yang dipikirkan dulu. Jadi Adies Kadir nanti apa, ngerusuh di dalam MK aja? Gue ingin lihat dia bisa bantu apa lagi ngerespon permasalahan rakyat, bukan hanya muncul di depan kamera kayak siapa aja! πŸ€”
 
Gue pikir ini serasa jauh-jauh dari kebenaran, gak usah buat viral aja, tapi si Adies Kadir sebenarnya kayak gue, mau bikin perubahan! Tapi, gue ragu-ragu aja sama foto tersebut, kalo gue lihat dengan dekat, ada tanda-tanda yang jadi keraguan. Akan tapi, ini bukan berarti gue menentang Adies Kadir atau ide-ide dia, tapi lebih kepada foto itu sendiri, apakah benar-benar representatif dari perasaan Adies? Gue rasa penting banget agar aktivis seperti Adies ini terlibat dalam demokrasi kita, tapi kita juga harus jujur dan adil dalam menyampaikan pesan kami.
 
Makanya foto ini viral banget sih? Sepertinya ada kesan Adies Kadir sedang "berburu" gelar hakim bukan? Maksudnya apa kalau dia terus terang dikatai dengan gelangannya depan panel MK? Udah ada yang bikin kekhawatiran, tapi siapa tahu foto ini nanti jadi inspirasi bagi orang lain untuk terlibat dalam demokrasi. Tapi gimana kalau foto ini udah diputar kembali dan Adies Kadir dianggap "berbohong" lagi? πŸ€”
 
Gue rasa foto yang viral itu gak masalah loh, siapa pun bisa salah satu kan? Gue suka lihat Adies Kadir yang masih berani untuk menunjukkan dirinya sebagai aktivis sosialnya, apalagi kalau dia tetap menjaga kesetiaannya terhadap demokrasi. Mungkin gue bisa melihat ini sebagai bagian dari perubahan sistem yang ingin di jalankan oleh pemerintah... tapi jangan tahu deh, gue masih bosan dengan masalah keberadaan beberapa kalimat yang tidak jelas dalam undang-undang.
 
Foto Adies Kadir sama-sama viral deh 🀯. Aku pikir dia hanya ingin menunjukkan dukungannya kepada proses demokrasi, tapi mungkin ada yang salah paham juga πŸ˜…. Aku rasa dia adalah aktivis sosial yang baik, tapi apa dia harus menjadi hakim? Aku pikir itu terlalu banyak tekanan dan tanggung jawab. Mungkin Dia bisa tetap menjadi aktivis dan memberikan kontribusi lain kepada negara kita 🀝.
 
ini kalimatnya makin serius banget ya... si adies kadir udah banyak kontroversi sebelumnya, tapi sementara itu aku pikir dia harus fokus pada kasus-kasus sosial yang benar-benar memerlukan perhatian, bukan semata-mata tentang dirinya sendiri. aku rasa kalau dia mau benar-benar terlibat dalam progresi demokrasi di Indonesia, dia harus membuka diri dan berbagi pengalaman sebenarnya, bukan hanya menunjukkan gelangannya deh πŸ˜‚πŸ‘€
 
Gue pikir ini itu kayak cerita rakyat, si Adies Kadir kayak giliran jadi musuhnya sendiri! Tapi apa sih yang penting, dia already punya hati yang baik dan always ready untuk bantu negara. Gue percaya bahwa dia akan bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Mahkamah Konstitusi dengan penuh kesabaran dan bijak. πŸ™πŸ’–
 
Aku pikir ini salah paham. Jika dia ingin terlibat, kenapa harus viral seperti ini? Aku senang dia mau berpartisipasi dalam proses demokrasi, tapi aja jangan terlalu berdebat dulu ya. Kadang kita lupa bahwa yang penting adalah apa yang dibawa orang tersebut ke tempat itu, bukan siapa yang dihadapkan.
 
Gak jelas sih, mantap gini Adies Kadir bisa jadi kira dia punya hakim yang lebih berpengalaman dari orang lain? Gelanganya aja kayaknya makin kaget dengerin sih. Sama aja jadi hakim, harus fokus pada pekerjaan, nggak perlu menunjukkan diri dengan segala macam cara πŸ˜’
 
Gue pikir kalau ada foto seperti itu, bisa bikin kontroversi tapi juga bikin kita penasaran sih. Adies Kadir sebenarnya sudah lama aktif dalam dunia sosial dan politik, jadi kan tidak terlalu aja bingung kenapa dia masuk ke kalangan hukum. Yang penting adalah, foto ini bisa membuat kita ingat kembali pentingnya orang-orang yang punya bakat untuk terlibat dalam proses demokrasi. Mungkin itu bukan hanya tentang Adies Kadir sendiri, tapi tentang bagaimana kita bisa lebih banyak orang yang mau ambil bagian di dalam membuat Indonesia semakin baik πŸ’‘
 
Kalau gue lihat foto Adies Kadir itu, gue pikir dia udah buat keputusannya dulu deh, tapi kemudian malah dipamerkan ke masyarakat? Gue rasa itu seperti 'prosesnya' yang tidak jelas. Tapi, di sisi lain kalau dia mau terlibat dalam proses demokrasi, itu baik juga ya. Karena, gue tahu banyak orang Indonesia yang ingin terlibat dalam pemerintahan dan membuat perubahan positif. Tapi, kita harus fokus pada keputusan-keputiannya itu bukan? Tidak ada jalan tengah yang benar, tapi kita harus bisa menerima apa adanya dan mulai dari situasi ini, ya.
 
kembali
Top