Fondasi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal 3 belum Merata

Pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga 2025 masih menunjukkan ketahanan, namun fondasi ekspansi belum merata di antara komponen-komponennya. Menurut Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan III mencapai 5,04% (yoy), yang ditopang oleh permintaan domestik, kinerja ekspor yang menguat, serta belanja pemerintah yang mulai pulih.

Namun, secara kuartalan, beberapa indikator menunjukkan perlambatan, seperti konsumsi rumah tangga yang mengalami kontraksi sebesar -0,56% (q-to-q). Misbakhun menilai ini menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia sedang berada dalam fase menjaga momentum, bukan akselerasi penuh.

Ia juga menekankan bahwa fondasi ekspansi belum merata, dengan konsumsi yang masih melambat dan perlu dorongan fiskal yang lebih awal dan efektif. Namun, data BPS menunjukkan bahwa ekspor barang dan jasa tumbuh kuat pada triwulan III, sejalan dengan meningkatnya kinerja subsektor industri pengolahan.

Misbakhun juga mengatakan bahwa hilirisasi industri mulai memberikan kontribusi terhadap nilai tambah ekspor, menandakan kebijakan hilirisasi mulai berbuah. Ia menilai perbaikan di sektor industri perlu diperdalam agar manfaat pertumbuhan semakin merata dan menciptakan lebih banyak pekerjaan formal bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, "Pertumbuhan berkualitas adalah pertumbuhan yang memberi pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan rumah tangga. Karena itu, kebijakan hilirisasi perlu diperdalam untuk menciptakan lebih banyak pekerjaan formal bagi seluruh lapisan masyarakat."
 
aku pikir itu gampang banget ya, pertumbuhan ekonomi kita harusnya sudah lebih stabil dari tahun sebelumnya πŸ€”. tapi masih ada beberapa masalah yang perlu diperhatikan seperti konsumsi rumah tangga yang melambat, aku rasa pemerintah harus memberikan bantuan fiskal yang lebih cepat dan efektif biar pekerjaan formal bisa makin banyak πŸ“ˆ. selain itu, hilirisasi industri juga penting banget, tapi kita harusnya sudah lebih canggih dari negara lain seperti Cina atau Amerika, gampangnya aja πŸ˜….
 
πŸ€” Masih nggak bisa percaya kalau Indonesia ini masih terus maju πŸ™Œ. Ekonomi kita masih dalam fase menjaga momentum, bukan lagi akselerasi penuh πŸš€. Tapi kayaknya itu okay, karena apa yang penting adalah kita bisa tetap maju dan menciptakan pekerjaan formal bagi banyak orang πŸ‘₯.

Saya setuju dengan Masyoedah, perlu dorongan fiskal yang lebih awal dan efektif untuk mengatasi konsumsi rumah tangga yang melambat πŸ“‰. Dan kayaknya kebijakan hilirisasi sudah mulai berbuah, tapi kita masih harus diperdalam lagi agar manfaatnya bisa merata 🀝.

Saya penasaran apa rencana kita untuk menciptakan lebih banyak pekerjaan formal dan meningkatkan kesejahteraan rumah tangga 🏠. Semoga kebijakan-kebijakan yang ada ini bisa membantu dan tidak membuat ketidak pastian ekonomi kita 🀞.
 
Ekonomi Indonesia masih nggak stabil banget, kan? Pertumbuhan 5,04% di triwulan III itu udah bagus, tapi konsumsi rumah tangga yang malah terlambat lagi 🀯. Misbakhun bilang fondasi ekspansi belum merata, tapi aku pikir itu salah jalur, apa sih kita buat misalnya? Ekspor barang dan jasa tumbuh kuat, tapi konsumsi masih nggak stabil 😐. Mungkin kita harus banget fokus pada sektor industri pengolahan dan hilirisasi industri agar kualitas pertumbuhan semakin meningkat πŸš€.
 
aku pikir ekspor barang dan jasa tumbuh kuat bukan cuma karena kebijakan hilirisasi saja πŸ€”, tapi juga karena kita memiliki industri yang berkembang seperti manufaktur dan IT πŸ“ˆ. kalau kita mau terus meningkatkan kualitas pertumbuhan itu, maka perlu dilakukan perubahan struktur industri, sehingga tidak hanya beberapa orang yang mendapatkan keuntungan, tapi semua masyarakat 🀝.
 
ekonomi kita masih sedikit tidak stabil gini... pertumbuhan 5,04% itu lumayan bagus, tapi ada beberapa hal yang belum jelas banget. konsumsi rumah tangga yang mengalami kontraksi sebesar -0,56% itu bukan enak dengar. dan fondasi ekspansi masih belum merata, masih banyak hal yang perlu diperbaiki agar ekonomi kita bisa tumbuh dengan lebih stabil dan merata.

misbakhun benar-benar mengingat kenyataan di lapangan. hilirisasi industri mulai memberikan kontribusi terhadap nilai tambah ekspor, itu bagus sekali! tapi masih banyak hal yang perlu diperdalam agar manfaat pertumbuhan semakin merata dan menciptakan lebih banyak pekerjaan formal bagi seluruh lapisan masyarakat. kita harus terus memantau dan menilai kebijakan hilirisasi kita agar bisa memberikan hasil yang lebih baik di masa depan πŸ“ˆ
 
ekonomi Indonesia masih nggak jelas deh, ternyata konsumsi rumah tangga malah mengalami kontraksi 🀯 tapi ekspor bangkit, apa artinya lagi? siapa yang beli barang-bangunan di Indonesia ini? dan tentang hilirisasi, aku pikir itu bukan mainan, harus diperdalam agar kita nggak kalah dengan negara lain lagi πŸ’Έ.
 
ekonomi kita masih bisa jadi stabil, tapi aku masih ragu apakah nasional ini udah siap kerebut pasaran global nih πŸ€”πŸ“ˆ. konsumsi rumah tangga yang mengalami kontraksi, itu bukan baik gakkkkk 😐. dan fondasi ekspansi belum merata, itu kayak lagi bermain ngewalang πŸ˜…. tapi aku senang banget dengan hilirisasi industri yang mulai memberikan kontribusi terhadap nilai tambah ekspor, itu penting banget πŸš€πŸ’Ό. kita harus fokus agar manfaat pertumbuhan semakin merata dan menciptakan lebih banyak pekerjaan formal bagi seluruh lapisan masyarakat 🀝🌈
 
aku pikir ini penting banget lagi! pertumbuhan ekonomi masih stabil, tapi kita harus fokus pada ekspansi yang lebih merata, seperti konsumsi rumah tangga. misbakhun benar-benar sambutnya dengan baik faktor hilirisasi industri, tapi aku rasa kita perlu diperhatikan agar tidak ada kelompok tertentu yang kalah dari kemajuan ini. 🀝
 
aku pikir kontraksi konsumsi rumah tangga itu bisa dianggap sebagai opsi yang baik πŸ€” karena itu berarti orang Indonesia mulai berpikir bijak dan tidak terlalu membutuhkan konsumtif, tapi lebih fokus pada pekerjaan dan investasi. misbakhun juga benar kalau kebijakan hilirisasi perlu diperdalam agar bisa menciptakan pekerjaan formal yang baik untuk semua lapisan masyarakat. aku harap pemerintah bisa melihat hal ini dari sudut pandang positif dan mulai buat rencana yang lebih baik πŸ“ˆ
 
Pertumbuhan ekonomi 5,04% itu nggak badel-badel, tapi kita harus waspada karena konsumsi rumah tangga yang terus melambat. Misbakhun benar kata dia, fondasi ekspansi belum merata. Kita butuh dorongan fiskal yang lebih awal dan efektif untuk bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ekspor barang dan jasa yang tumbuh kuat itu bisa dikejar, tapi kita harus nantiin hasilnya apakah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Hilirisasi industri juga perlu diperdalam agar kita bisa menciptakan lebih banyak pekerjaan formal dan meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi.
 
ekonomi indonesia masih nnt lama banget, pertumbuhan 5,04% yoy toh udah cukup bagus, tapi konsumsi rumah tangga terus melambat apa kabar nih? πŸ€”πŸ“‰ perlu jangan sampai kebijakan hilirisasi ga berubah menjadi kesempatan untuk kelas atas aja, kalau ga bikin pekerjaan formal lebih banyak lagi bagaimana masyarakat nggak bisa naik level ya? πŸ’ͺπŸ“ˆ
 
ekonomi Indonesia gak badain πŸ˜…, tapi masih ada masalahnya di konsumsi rumah tangga, kena dorong lagi ya πŸ€”. ekspor kayaknya bagus banget, tapi industri pengolahan masih belum siap πŸ”„. perlu diperdalam lagi aja πŸ’ͺ. hilirisasi itu penting banget, jadi pemerintah harus terus kojok πŸ˜„. pekerjaan formal itu penting untuk kesejahteraan masyarakat, tapi biar gak terjadi kesenangan 🀯.
 
Pertumbuhan ekonomi ternyata masih stabil, tapi masih ada yang harus disiapkan. Kalau kita lihat saja konsumsi rumah tangga yang kontraksi, itu bukan hal baik. Tapi menurut Misbakhun, perekonomian Indonesia sedang berada di fase menjaga momentum, bukan akselerasi. Itu artinya, ekonomi masih stabil tapi harus fokus pada manfaatnya agar tidak terlupakan oleh masyarakat. Hilirisasi industri ini salah satu yang harus diperdalam agar manfaatnya bisa merata dan menciptakan lebih banyak pekerjaan formal bagi orang-orang di Indonesia πŸ€”πŸ’Ό
 
gak sabar ya karna ekonomi kuartal ketiga ini masih banyak keraguan. aku pikir fondasi ekspansi masih belum jelas, terutama di konsumsi rumah tangga yang gak bisa ditingkatkan lagi πŸ€”. tapi ekspor barang dan jasa tumpah banget! mungkin itu salah satu solusi caranya untuk meningkatkan nilai tambah. tapi aku pikir perlu ada more funding agar semua lapisan masyarakat bisa langsung menikmati pertumbuhan ini, misalnya melalui pekerjaan formal yang lebih banyak πŸ“ˆπŸ’Ό
 
kembali
Top