Tesla kembali membuat rintangan bagi konsumennya dengan mengumumkan perubahan besar pada sistem Full Self-Driving (FSD) yang saat ini menjadi andalan mereka. Mulai 14 Februari 2026, FSD tidak lagi bisa diakses melalui pembayaran satu kali, tetapi harus dibayar secara berlangganan bulanan dengan biaya sekitar Rp 1.400.000 per bulan.
Opsi pembelian FSD secara permanen akan dihentikan, dan seluruh pengguna baru yang ingin menikmati fitur mengemudi tanpa tangan wajib membayar biaya langganan tersebut. Dalam skema terbaru ini, pemilik mobil Tesla dapat mengaktifkan fitur mengemudi otomatis tingkat lanjut selama masa langganan masih aktif.
Meski disebut Full Self-Driving, teknologi ini belum sepenuhnya membuat mobil berjalan sendiri tanpa campur tangan manusia. Sistem FSD saat ini masih bersifat "Supervised", artinya pengemudi tetap harus waspada, memantau kondisi jalan, dan siap mengambil alih kendali kapan saja.
Fitur FSD mencakup kemampuan seperti mengemudi otomatis di jalan raya dan perkotaan, menjaga lajur dan kecepatan kendaraan, berpindah jalur secara otomatis, dan berbelok serta mengikuti rute navigasi tertentu. Namun, Tesla menekankan bahwa teknologi ini masih termasuk dalam kategori bantuan pengemudi tingkat lanjut, bukan kendaraan otonom penuh.
Dalam perubahan ini, tidak semua mobil Tesla bisa langsung menikmati FSD. Fitur ini hanya dapat diaktifkan pada kendaraan yang telah dilengkapi komputer Full Self-Driving (FSD Computer) versi terbaru. Mobil Tesla generasi lama mungkin memerlukan peningkatan perangkat keras agar kompatibel dengan sistem ini.
Dampak perubahan ini bagi konsumen masih belum jelas, tetapi pasti akan menuntut mereka untuk beradaptasi dengan skema berlangganan bulanan yang baru.
Opsi pembelian FSD secara permanen akan dihentikan, dan seluruh pengguna baru yang ingin menikmati fitur mengemudi tanpa tangan wajib membayar biaya langganan tersebut. Dalam skema terbaru ini, pemilik mobil Tesla dapat mengaktifkan fitur mengemudi otomatis tingkat lanjut selama masa langganan masih aktif.
Meski disebut Full Self-Driving, teknologi ini belum sepenuhnya membuat mobil berjalan sendiri tanpa campur tangan manusia. Sistem FSD saat ini masih bersifat "Supervised", artinya pengemudi tetap harus waspada, memantau kondisi jalan, dan siap mengambil alih kendali kapan saja.
Fitur FSD mencakup kemampuan seperti mengemudi otomatis di jalan raya dan perkotaan, menjaga lajur dan kecepatan kendaraan, berpindah jalur secara otomatis, dan berbelok serta mengikuti rute navigasi tertentu. Namun, Tesla menekankan bahwa teknologi ini masih termasuk dalam kategori bantuan pengemudi tingkat lanjut, bukan kendaraan otonom penuh.
Dalam perubahan ini, tidak semua mobil Tesla bisa langsung menikmati FSD. Fitur ini hanya dapat diaktifkan pada kendaraan yang telah dilengkapi komputer Full Self-Driving (FSD Computer) versi terbaru. Mobil Tesla generasi lama mungkin memerlukan peningkatan perangkat keras agar kompatibel dengan sistem ini.
Dampak perubahan ini bagi konsumen masih belum jelas, tetapi pasti akan menuntut mereka untuk beradaptasi dengan skema berlangganan bulanan yang baru.