FAM Terjunki dalam Kesulitan: FIFA Mengancam Operasional, Pengakuan Kesalahan, dan Penyelidikan Lanjutan
Kesalahan FAM dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi membuat Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terjunki dalam kesulitan. FIFA memutuskan untuk melakukan banding lanjutan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), tetapi kemudian menunjukkan laporan yang membuka lipat dengan serangkaian fakta-fakta baru.
FIFA telah mengumumkan investigasi formal terhadap operasional internal FAM, serta meminta bantuan otoritas pidana di lima negara untuk menyelidiki kemungkinan adanya unsur kriminal dalam kasus pemalsuan dokumen. Negara-negara yang akan terlibat dalam penyelidikan adalah Brasil, Argentina, Belanda, Spanyol, dan Malaysia.
Komite Banding FIFA memberi instruksi kepada sekretariatnya untuk melakukan penyelidikan terpisah terkait penempatan beberapa pemain yang terkena sanksi FIFA. Penyelidikan ini akan membantu menentukan di mana saja para pemain berpartisipasi, termasuk kemungkinan mendapatkan sanksi tambahan jika diperlukan.
Mantan Wakil Presiden FAM, Datuk Seri Ridzuan Sheik Ahmad, menyarankan FAM untuk mengakui kesalahan dan menerima hukuman FIFA. Pasalnya, FAM berpotensi mendapat hukuman yang jauh lebih berat jika tidak mengakui kesalahannya.
"FAM harus mengakuinya dan menerima hukumannya. Kami tidak bisa melawan FIFA. 'Jari' mereka lebih besar, mereka punya akses ke data di mana-mana," kata Ridzuan.
Kesulitan FAM dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi telah membuat Malaysia menjadi subjek perhatian internasional. Jika hasil investigasi beberapa negara menemukan bukti yang memberatkan, maka posisi Malaysia akan sangat sulit.
Kesalahan FAM dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi membuat Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terjunki dalam kesulitan. FIFA memutuskan untuk melakukan banding lanjutan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), tetapi kemudian menunjukkan laporan yang membuka lipat dengan serangkaian fakta-fakta baru.
FIFA telah mengumumkan investigasi formal terhadap operasional internal FAM, serta meminta bantuan otoritas pidana di lima negara untuk menyelidiki kemungkinan adanya unsur kriminal dalam kasus pemalsuan dokumen. Negara-negara yang akan terlibat dalam penyelidikan adalah Brasil, Argentina, Belanda, Spanyol, dan Malaysia.
Komite Banding FIFA memberi instruksi kepada sekretariatnya untuk melakukan penyelidikan terpisah terkait penempatan beberapa pemain yang terkena sanksi FIFA. Penyelidikan ini akan membantu menentukan di mana saja para pemain berpartisipasi, termasuk kemungkinan mendapatkan sanksi tambahan jika diperlukan.
Mantan Wakil Presiden FAM, Datuk Seri Ridzuan Sheik Ahmad, menyarankan FAM untuk mengakui kesalahan dan menerima hukuman FIFA. Pasalnya, FAM berpotensi mendapat hukuman yang jauh lebih berat jika tidak mengakui kesalahannya.
"FAM harus mengakuinya dan menerima hukumannya. Kami tidak bisa melawan FIFA. 'Jari' mereka lebih besar, mereka punya akses ke data di mana-mana," kata Ridzuan.
Kesulitan FAM dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi telah membuat Malaysia menjadi subjek perhatian internasional. Jika hasil investigasi beberapa negara menemukan bukti yang memberatkan, maka posisi Malaysia akan sangat sulit.