Sleman, DIY. Kasus love scamming yang dilakukan oleh PT Altair Trans Service di Jalan Gito Gati, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman ini membawa dampak yang cukup serius. Polresta Yogyakarta berhasil menangkap enam tersangka dalam kasus ini.
Pihaknya menyebutkan bahwa pelaku menipu korban dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia. Modusnya adalah dengan menggunakan aplikasi kencan daring yang merupakan kloning dari aplikasi asal China bernama WOW.
Para pegawai perusahaan ini dipekerjakan sebagai admin percakapan yang berperan sebagai perempuan menyesuaikan dengan negara asal korban atau pengguna. Mereka melakukan bujuk rayu agar pengguna aplikasi bersedia membeli koin atau top up guna mengirim gift yang tersedia di dalam aplikasi.
Setelan pengguna mengirim gift, mereka kemudian mengirimkan konten secara bertahap berupa foto dan video bermuatan pornografi. Untuk mengakses foto dan video tersebut, user atau korban harus mengirimkan gift dengan besaran tertentu.
Dalam setiap shift, para admin ditargetkan mengumpulkan sedikitnya dua juta koin per bulan. Kalau dikalkulasikan, per shift bisa menghasilkan lebih dari Rp10 miliar per bulan.
Pihaknya menyebutkan bahwa pelaku menipu korban dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia. Modusnya adalah dengan menggunakan aplikasi kencan daring yang merupakan kloning dari aplikasi asal China bernama WOW.
Para pegawai perusahaan ini dipekerjakan sebagai admin percakapan yang berperan sebagai perempuan menyesuaikan dengan negara asal korban atau pengguna. Mereka melakukan bujuk rayu agar pengguna aplikasi bersedia membeli koin atau top up guna mengirim gift yang tersedia di dalam aplikasi.
Setelan pengguna mengirim gift, mereka kemudian mengirimkan konten secara bertahap berupa foto dan video bermuatan pornografi. Untuk mengakses foto dan video tersebut, user atau korban harus mengirimkan gift dengan besaran tertentu.
Dalam setiap shift, para admin ditargetkan mengumpulkan sedikitnya dua juta koin per bulan. Kalau dikalkulasikan, per shift bisa menghasilkan lebih dari Rp10 miliar per bulan.