Pagi ini, tim peneliti kami menemukan kasus yang berpotensi membahayakan banyak pihak, yaitu kasus "penipuan cinta" atau sering disebut "love scamming" di Yogyakarta. Menurut sumber kepolisian, sebanyak enam tersangka ditangkap dalam kasus ini.
Penggunaan internet telah memudahkan penipuan, dan salah satu yang paling populer adalah kasus "penipuan cinta". Penipuan ini melibatkan korban berpura-pura ingin menjalin hubungan romantis, namun tidak jauh dari kenyataannya ingin memanfaatkan kepercayaan dan uang korban.
Pada kasus di Yogyakarta, enam orang ditangkap dalam kasus ini. Yang terlibat adalah dua laki-laki dan empat perempuan, yang menjabat sebagai CEO, HRD, Project Manager, Team Leader, dan lain-lain. Mereka bekerja di PT Altair Trans Service yang diduga melakukan penipuan.
PT Altair Trans Service merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyedia tenaga kerja sesuai permintaan klien atau pemilik aplikasi dari China. Dalam operasinya, penipuan itu memanfaatkan aplikasi kencan daring yang merupakan kloning dari aplikasi asal China bernama WOW.
Para pekerja perusahaan ini menggunakan akun palsu di aplikasi tersebut dan berpura-pura sebagai perempuan untuk menyesuaikan dengan negara asal korban atau pengguna. Mereka melakukan bujuk rayu agar pengguna aplikasi bersedia membeli koin atau top up guna mengirim gift yang tersedia di dalam aplikasi.
Penipuan ini berlangsung hampir satu tahun dan telah mendatangkan uang sebanyak Rp 10 miliar per bulan. Semua itu dilakukan dengan cara mengirimkan foto dan video bermuatan pornografi kepada korban, agar korban harus mengirimkan gift dengan besaran tertentu.
Kesalahan yang terjadi adalah karena banyak orang di Yogyakarta telah terlibat dalam kasus ini. Bahkan, jumlahnya mencapai 160-200 orang, sedangkan yang diamankan saat operasi tangkap tangan sebanyak 64 orang.
Penggunaan internet telah memudahkan penipuan, dan salah satu yang paling populer adalah kasus "penipuan cinta". Penipuan ini melibatkan korban berpura-pura ingin menjalin hubungan romantis, namun tidak jauh dari kenyataannya ingin memanfaatkan kepercayaan dan uang korban.
Pada kasus di Yogyakarta, enam orang ditangkap dalam kasus ini. Yang terlibat adalah dua laki-laki dan empat perempuan, yang menjabat sebagai CEO, HRD, Project Manager, Team Leader, dan lain-lain. Mereka bekerja di PT Altair Trans Service yang diduga melakukan penipuan.
PT Altair Trans Service merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyedia tenaga kerja sesuai permintaan klien atau pemilik aplikasi dari China. Dalam operasinya, penipuan itu memanfaatkan aplikasi kencan daring yang merupakan kloning dari aplikasi asal China bernama WOW.
Para pekerja perusahaan ini menggunakan akun palsu di aplikasi tersebut dan berpura-pura sebagai perempuan untuk menyesuaikan dengan negara asal korban atau pengguna. Mereka melakukan bujuk rayu agar pengguna aplikasi bersedia membeli koin atau top up guna mengirim gift yang tersedia di dalam aplikasi.
Penipuan ini berlangsung hampir satu tahun dan telah mendatangkan uang sebanyak Rp 10 miliar per bulan. Semua itu dilakukan dengan cara mengirimkan foto dan video bermuatan pornografi kepada korban, agar korban harus mengirimkan gift dengan besaran tertentu.
Kesalahan yang terjadi adalah karena banyak orang di Yogyakarta telah terlibat dalam kasus ini. Bahkan, jumlahnya mencapai 160-200 orang, sedangkan yang diamankan saat operasi tangkap tangan sebanyak 64 orang.