Fakta-Fakta Kasus Es Gabus & Penjual yang Diintimidasi Aparat

Banyak warga yang menuduh es hunkwe bernoda, tetapi kemarin es tersebut diteliti dan ternyata tidak ada noda. Apalagi karena banyak pelanggan setian yang berani menegurnya. Saya sudah jalan. Jika mau membeli es hunkwe lain kali ya.

Banyaknya kesalahpahaman di antara aparat dan masyarakat membuat perasaan bingung. Seorang penjual, yang sudah 50 tahun menjual es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, mengalami kekerasan fisik dan intimidasi dari oknum aparat. Penyebab utama adalah tuduhan bahwa es hunkwe-nya berbahan spons. Namun, hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa es tersebut aman dikonsumsi.

Sebelum pemeriksaan laboratorium dilakukan, ada video dugaan es berspons yang viral di media sosial dan memicu kegaduhan. Aparat mengakui telah membuat dan menyebarkan video tersebut, namun sekarang mereka sudah berubah jati diri dan menolak tuduhan.

Saat ini, penjual es gabus tersebut masih merasa pernah diserayut oleh aparat dan merasa terintimidasi. Penyebab utama adalah karena mereka tidak memahami betapa beratnya kesalahan yang telah diperbuat oleh mereka sendiri.
 
Es hunkwe lagi kena bawa ke samping, padahal udah jelas tidak ada noda 😐. Saya rasa kalau media sosial jangan begitu cepat menyebarin berita yang salah, makin banyak warga kesal dan kaget. Aparat juga jangan lupa, kalau ingin memperbaiki kesalahannya, harus lebih teliti dulu sebelum menuduh orang lain πŸ˜’.
 
Es hunkwe deh ya, makin seru sih kalau orang bilang ada noda tapi ternyata jadi salah paham aja πŸ€¦β€β™‚οΈ. Saya kayaknya senang dilihat banyak pelanggan yang berani menegur dan tidak mau duduk diam sama sekali. Mereka kayaknya bijak banget, karena sih es hunkwe yang aman dikonsumsi 🍦.

Tapi sepertinya ada masalah lain yang lebih serius deh, yaitu kesalahpahaman antara aparat dan masyarakat. Saya rasa penjual es gabus itu kayaknya terlalu marah dan tidak sabar dengan tuduhan, padahal ternyata sudah dibuktikan bahwa es hunkwe-nya aman πŸ™…β€β™‚οΈ.

Saya suka lihat orang-orang yang bijak dan sabar, bukan yang mudah marah dan berburu tuduhan tanpa adanya bukti. Saya harap penjual es gabus itu bisa melupakan kesalahannya dan terus menjalankan usaha dengan gembira πŸ’•.
 
WAH, ES HUNKWE NYA BANYAK NYA DILALAHKAN! APA AKI PAK MANGGUL NYA KAGUMNYA? πŸ˜‚ SEORANG PENJUAL ES GABUS NYA ALAADIIKAN DIBAWA DENGAN KEKERASAN FISIK, ITU BENAR NYA TERJELAJAH. SUDAH WETUH, SUDAH TANGGAL... NYA AKAN MULAI ULANG. πŸ™
 
Maafkan kekejaman itu, tapi sih ada orang yang terlalu cepat nge-judik, aja. Jangan nge-buat video tanpa bukti, kok. Kalau udah nge-judik, kalau kemudian udah salah, kapan aja bisa dibalas? Dan sih, apa sih yang dipikirkan oknum aparat itu? Mereka pikir es hunkwe-nya berbahan spons? Sih, kalau tidak, kenapa ada noda? Mereka nggak tahu kan?
 
Gue sori, tapi gue pikir apa yang paling penting adalah sih bagaimana cara membuat es hunkwe yang awet dan gak padat 🍦. Gue suka banget es hunkwe yang awet karena bisa dinikmati langsung setelah keluar dari freezer πŸ˜‹. Tapi, kayaknya es hunkwe itu harus dicari lagi di tempat mana? Gue lupa sih... πŸ‘€
 
Es hunkwe jadi isu lagi, hehe πŸ˜‚. Siapa tahu nanti es hunkwe juga terkena virus, haha 🀣. Tapi serius, apa yang harus dibicarakan adalah bagaimana cara membuat masyarakat dan aparat lebih mudah dipercaya. Kalau ada kesalahan, tidak ada salahnya mengakui dan menyesuaikan. Tapi jika ada kesalahpahaman yang serius, masyarakat juga perlu berani memperdebatkan agar tidak terjadi kekerasan seperti yang dialami penjual es gabus di Kemayoran. Mari kita jaga ketertiban dengan cara yang lebih bijak, bukan dengan menyalahkan satu sama lain 😊.
 
Gak bisa dipikirkan sih, penjual es gabus itu sudah 50 tahun menjual es dan suddenly kejar tuduhan noda? Gak sabar ya, aparat harus lebih jujur dan tidak memperkaya kesalahan semata-mata. Vidi itu viral di media sosial dan membuat pemeriksaan lab diambil. Tapi ternyata hasilnya apa? Es hunkwe-nya aman, sih! Gak butuh noda sama sekali.
 
Es hunkwe itu kayak kue kering aja, siapa tahu kayakanya, tapi jangan dipaksa nggak nih, aku sudah coba salah satu tempat yang viral ini dan rasanya kayak es putri salju aja πŸ€·β€β™‚οΈ. Tapi yang seru banget adalah penjual es gabus yang mengalami kekerasan fisik itu, aku rasa siap banget untuk mengeluhin, tapi aku cuma bilang kayakanya, jangan biarkan video viral memicu kesalahpahaman aja πŸ’”. Aku rasa aparatnya salah cari sumber masalahnya, harusnya fokus pada bagaimana membuat es yang aman dan enak disantap oleh masyarakat 🍦.
 
omg banget sih... es hunkwe tidak ada noda, apa lagi pelanggan setian yang bilangnya πŸ˜‚ dan kemudian kembali beli lagi. kayaknya harus berbicara dengan aparatnya, mending jangan main-main aja πŸ’β€β™€οΈ. tapi sih aku juga pernah jalan sama es hunkwe di pasar malam, enak banget πŸ˜‹.
 
Maksudnya, kalau gak ada video viral itu, kemungkinan besar tidak akan ada kesalahpahaman seperti ini. Dan sih, saya sengaja banget beli es hunkwe-nya ya, tapi ternyata kerenyah aja nanti πŸ˜‚
 
Es hunkwe yang viral itu memang bikin kekacauan πŸ˜…, tapi apa yang terjadi sekarang? Aparat masih jujur atau apa? Mereka bilang sudah berubah jati diri, tapi siapa yang percaya? πŸ€” Penjual es gabus itu benar-benar terintimidasi oleh aparat. Jika kita lihat dari sudut pandang mereka, mungkin penjual tidak ingin terus-menerus menemani pemeriksaan laboratorium untuk membuktikan bahwa es hunkwe aman dikonsumsi. Itu membuat saya bertanya, siapa yang benar? Aparat yang ingin menyelamatkan konsumen atau penjual yang ingin terhindar dari peristiwa ini? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Es hunkwe itu benar-benar bodoh! Membuat video dugaan ya kan? Siapa nanti yang salah? Aparat dan masyarakat sama-sama ngeluh, tapi siapa yang sebenarnya membuat kesalahpahaman itu? πŸ€”πŸ¦ Es hunkwe yang aman dikonsumsi, tapi kenapa harus ada video viral dulu dulu? Mereka hanya ingin membuat uang dari kesalahan orang lain kan? Saya jadi ragu-naga sih.
 
Es hunkwe itu kayak giliran sih, kalau orang ngeluh aja jadi viral di media sosial dan aparat langsung ngejebak. Tapi sepertinya es hunkwe-nya tidak ada noda, kan? πŸ€” Saya pikir kalau masyarakat harus lebih bijak sebelum membeli atau tidak membeli es hunkwe, jangan sampai viral di media sosial dan orang ngeluh aja.

Sangat sedih sekali dengan kasus penjual es gabus yang mengalami kekerasan fisik dari aparat, tapi saya pikir ini bisa dihindari kalau kita semua lebih peduli pada kesalahpahaman dan tidak langsung ngejebak orang lain tanpa bukti. Saya rasa kita harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak memicu kegaduhan yang tidak perlu. πŸ™
 
Aku pikir ini kenang-kenangan lama banget, ya? Es hunkwe berbahan spons kayak gini masih di hati... tapi ternyata jujur kalah, tidak ada noda! Aku sengaja tidak membelinya lagi, karena aku tidak ingin ngerasa bosan dengan kemudahan aku. Tapi yang serius, kesalahpahaman antara aparat dan masyarakat ini kayaknya bisa diatasi dengan lebih bijak. Si penjual es gabus itu kayaknya jadi korban dari video viral yang salah. Aku rasa apa yang harus dilakukan adalah cari tahu bagaimana cara paling tepat agar tidak terjadi kesalahpahaman seperti ini lagi di masa depan...
 
es hunkwe ini ternyata jujur2an, tidak ada noda! πŸ™…β€β™‚οΈ kalau bisa ayo banget, aku kira semua orang nggak perlu terlalu cepat ngomong dan sih, aja coba tahu terlebih dahulu ya... tapi apa yang penting adalah tidak ada noda, jadi es hunkwe aman dikonsumsi aja 😊.
 
Es hunkwe ternyata bukan noda banget, hehe! Saya rasa media sosial kalian semua bisa ngebawa cerita dan membuat warganya bingung. Apalagi dengan viral-nya video dugaan es berspons yang kayaknya bikin kesalahpahaman menjadi lebih parah.

Saya pikir apa yang harus dilakukan adalah melakukan uji laboratorium dulu sebelum memutuskan apakah ada noda atau tidak, bukannya langsung dibuat viral di media sosial. Dan apa lagi dengan penjual es gabus itu, kalau sudah 50 tahun menjual esnya kayaknya punya pengetahuan yang cukup untuk tahu ada apa-apa yang salah dengannya.

Saya rasa yang harus dilakukan adalah ada kesadaran tentang pentingnya memahami kesalahan sendiri sebelum menuduh orang lain, hehe. Dan juga harus ada kepercayaan dengan lembaga yang berwenang untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.
 
Saya rasa ini sama saja seperti kembali ke masa lalu ketika seseorang makan gula merah di pasar dan orang lain langsung menuduh dia binatang. Jangan sabar-sabar, harus punya bukti terlebih dahulu ya! 🀣🍦

Aparat itu kayaknya kayaknya belajar dari kesalahan mereka sendiri, bukan hanya memilih siapa yang benar dan siapa yang salah. Mereka harus lebih sabar dan tidak cepat menilai orang lain, terutama kalau ada tuduhan yang ganda-ganda seperti ini πŸ€·β€β™‚οΈ.

Dan saya rasa penjual es gabus itu kayaknya harus meminta maaf juga, bukan hanya menyalahkan aparat. Mereka harus belajar dari kesalahan mereka sendiri dan tidak membiarkan emosi mengontrol tindakan mereka 😊.
 
Es hunkwe deh, kalo viral udah ada tuduhan noda, tapi ternyata salah! πŸ€¦β€β™‚οΈπŸ¦ Kita jangan terlalu cepat menyerang orang lain, kita harus cek faktanya dulu. Saya bayangkan kalau saya penjual es gabus dan ada yang noda, aku juga akan merasa bingung deh! 😳 Aparatnya udah salah, tapi sekarang mau meminta maaf, itu kan yang bagus! πŸ™ Kita harus belajar dari kesalahan mereka, jangan sampai kita juga menjadi korban kesalahpahaman lainnya. #EsHunkweBeriJalan #KesalahpahamanHatiHati
 
kembali
Top